Kisah Suratmin dan Rusdiantari di Desa Kemangguan: Antara Keterbatasan dan Perhatian Pemimpin Daerah
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 16 Mei 2025
- visibility 596
- comment 0 komentar

Bupati Lilis menjenguk pasangan suami-isteri Suratmin-Rusdiantari di Desa Kemangguan Kecamatan Alian. (Foto: Hari)
ALIAN (KebumenUpdate.com) – Di tengah agenda kepemimpinannya yang padat, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menunjukkan kepeduliannya pada warga dengan mengunjungi Suratmin (55) dan istrinya, Rusdiantari (34), di kediaman mereka di Desa Kemangguan RT 02/RW 01 Kecamatan Alian, Jumat, 16 Mei 2025.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata kepedulian seorang pemimpin terhadap warganya yang membutuhkan dukungan moril dan materil.

Suratmin menerima kunjungan Bupati Lilis di rumahnya Desa Kemangguan Kecamatan Alian. (Foto: Hari)
Suratmin, yang telah berjuang melawan polio sejak usia balita, dan Rusdiantari, yang menghadapi tantangan cerebral palsy, menyambut kedatangan Bupati Lilis bukan hanya sebagai seorang pejabat, tetapi sebagai sosok yang membawa kehangatan dan harapan baru.
Raut wajah haru keduanya saat menerima perhatian dan bantuan langsung dari Bupati Lilis menggambarkan betapa berartinya momen tersebut bagi mereka.
Dalam kunjungannya, Bupati Lilis Nuryani didampingi oleh sejumlah pimpinan OPD, Forkopimcam, perangkat Desa Kemangguan, serta Kepala Puskesmas Alian. Bantuan yang diserahkan meliputi uang tunai, perlengkapan ibu (baju, mukena, pampers, perlengkapan mandi), baju anak, susu, dan sembako.
Suratmin, yang telah puluhan tahun hidup dengan keterbatasan gerak akibat polio, tidak dapat menyembunyikan rasa terima kasihnya.
“Saya merasa sangat bangga karena diperhatikan oleh Ibu Bupati, orang nomor satu di Kebumen,” ujarnya dengan tulus.
Sementara itu istrinya, Rusdiantari, dengan ketegarannya juga mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih banyak, Ibu Bupati. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Ibu,” tuturnya dengan nada lirih namun penuh harap.
Dalam kesempatan tersebut, Suratmin menyampaikan aspirasinya agar di bawah kepemimpinan Bupati Lilis Nuryani, Kabupaten Kebumen dapat menjadi daerah yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Ia berharap agar fasilitas publik seperti Pendopo Kabumian dapat dilengkapi dengan aksesibilitas bagi pengguna kursi roda.
Selain menyandang disabilitas fisik, Suratmin juga mengalami gangguan penglihatan pada mata kanannya sejak tahun 2001 dan kini hanya dapat melihat dengan mata kiri yang memiliki minus 5 sehingga harus menggunakan kacamata.
Meski demikian, Suratmin dikenal oleh tetangganya sebagai sosok yang pantang menyerah dan jarang mengeluh. Bahkan ia pernah ambil bagian dalam olahraga tolak peluru, namun tidak diteruskan olehnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, ia tetap memikirkan masa depan putri mereka, Nadya Humaira Azzahra, yang lahir pada tahun 2021.
“Belum terpikirkan secara matang, namun saya berharap bisa menabung sedikit demi sedikit untuk masa depannya,” ungkap Suratmin.
Interaksi hangat antara Bupati Lilis dan keluarga Suratmin-Rusdiantari menunjukkan kepedulian sosial seorang pemimpin yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memiliki empati yang mendalam terhadap kondisi warganya.
Ia tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga meluangkan waktu untuk berbincang, mendengarkan cerita, dan memberikan motivasi. Sikap tulus ini mencerminkan komitmennya untuk hadir bagi seluruh lapisan masyarakat Kebumen, tanpa terkecuali.
“Melihat langsung kondisi Bapak Suratmin dan Ibu Rusdiantari semakin menguatkan tekad saya untuk terus hadir dan memberikan yang terbaik bagi seluruh warga Kebumen,” ujar Bupati Lilis.
Alami Penurunan Kesehatan Usai Melahirkan
Kondisi kesehatan Rusdiantari menjadi perhatian khusus dalam kunjungan ini. Dokter Brantas Prayoga MSc, Kepala Puskesmas Alian, menjelaskan bahwa kondisi Rusdiantari mengalami penurunan setelah melahirkan putrinya pada tahun 2021.
“Dulu masih bisa duduk, sekarang tidak bisa,” ungkap dokter Brantas.
Selama ini, Puskesmas Alian secara rutin memberikan perawatan bulanan kepada Rusdiantari dan ia mengusulkan adanya relawan untuk memberikan fisioterapi serta dukungan sosial dan rohani.
Dokter Brantas juga menekankan pentingnya dukungan untuk tumbuh kembang putri mereka, Nadya Humaira Azzahra (lahir 2021).
Adapun keluarga Suratmin dan Rusdiantari tercatat telah menerima berbagai program bantuan sosial, di antaranya RTLH (2018), BLT DD (2021), Bansos BPNT (sejak 2021), BLT Migor (Mei 2022), BLT BBM (2022), BLT El Nino (2023), Bansos KJS (sejak 2023), dan Bansos PKH (sejak 2023).
Kisah dari Desa Kemangguan ini lebih dari sekadar berita tentang bantuan. Ini adalah potret kepedulian seorang pemimpin yang hadir di tengah warganya, memberikan harapan dan membuktikan bahwa sentuhan kemanusiaan mampu melampaui segala keterbatasan.









Saat ini belum ada komentar