Kisah Inspiratif Intan Nadhifah, Juru Bahasa Isyarat dari Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 13 Apr 2025
- visibility 9.523
- comment 0 komentar

Intan Nadhifah bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat acara silaturrahmi dan open house di Pendopo Kabumian. (Foto: istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lebih dari sekadar menerjemahkan, juru bahasa isyarat adalah seniman komunikasi, profesi unik yang membuka jendela dunia bagi penyandang disabilitas pendengaran. Intan Nadhifah, mahasiswi semester 6 Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) di sebuah universitas negeri, adalah salah satu seniman komunikasi itu.
Awal mula ketertarikan Intan pada bahasa isyarat bermula dari interaksinya dengan empat teman tuli di kelasnya.

Intan Nadhifah saat menjadi juru bahasa isyarat di acara debat calon Bupati Kebumen. (Foto: istimewa)
“Mereka ramah sekali dan mau mengajari kami bahasa isyarat. Awalnya, saya lebih tertarik pada tunanetra, tapi interaksi dengan teman-teman tuli mengubah pandangan saya,” ungkap Intan kepada KebumenUpdate.com, Minggu 13 April 2025.
Sebelum mendalami bahasa isyarat, Intan pernah belajar huruf braille dan menjadi pendamping khusus tunanetra. Namun, di semester dua, ia mulai berinteraksi intens dengan teman-teman tuli.
“Saya penasaran dengan bahasa isyarat dan bagaimana cara mempelajarinya. Mereka merekomendasikan saya untuk belajar di Pusbisindo (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia). Dari situlah perjalanan saya dimulai,” jelasnya seraya mengatakan bahwa tantangan terbesar baginya adalah perbedaan bahasa isyarat yang kadang berbeda di setiap daerah.
Meskipun sibuk dengan kuliah, Intan tetap aktif menjadi juru bahasa isyarat. Ia pernah menjadi juru bahasa isyarat di berbagai acara, mulai dari orientasi mahasiswa baru, kegiatan seni di kampus, pembagian beasiswa untuk teman-teman disabilitas, turnamen futsal tunarungu, hingga debat calon bupati Kebumen.
“Yang paling berkesan adalah saat menjadi juru bahasa isyarat di debat calon bupati Kebumen. Selain itu, saya juga sering diminta tolong oleh teman-teman tuli untuk menemani mereka ke bank, menerjemahkan keperluan mereka ke dosen pembimbing, dan saat seminar proposal,” kenangnya.







Saat ini belum ada komentar