Ilmu Mahal, Founder Tradha Berikan Tips dan Inspirasi Bisnis Bagi Pelaku UMKM
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 22 Des 2021
- visibility 7.665
- comment 0 komentar

Founder Tradha Group Ir H Mohammad Yahya Fuad SE bersama CEO Tradha Group dr Faiz Allaudien Reza Mardhika memotivasi pelaku UMKM. (Foto: Padmo)
Menangkap Peluang dalam Kesempitan
Bagi orang yang memiliki naluri bisnis, sekecil apapun peluang usaha akan bisa dia baca. Bahkan dalam sebuah kesempitan, ada saja orang yang mampu membaca peluang.
Untuk itu, dalam menjalani bisnis seorang harus membenahi niatnya terlebih dahulu. Karena berusaha tidak hanya sekadar mencari uang, tetapi lebih jauh bermanfaat dan menjadi solusi bagi banyak orang.
Yahya Fuad mencontohkan, di dalam penjara yang secara yang secara logika tidak ada kesempatan untuk berusaha, tetapi ada juga orang yang mempu menangkap peluang. Banyaknya keluarga yang menjenguk hanya duduk lesehan, membaca dan menangkap peluang dengan menyewakan tikar seharga Rp 20.000.
“Bisa kita hitung berapa keuntungannya karena dalam sehari bisa ada 30-50 tikar yang dia sewakan,” ujarnya.
Silaturahami dan Meningkatkan Jaringan

Founder Allisha Food Nurrokhman menyampaikan materi. (Foto: Padmo)
Dalam berusaha, selain faktor teknis, faktor non teknis sangat penting. Apapun usahanya jaringan atau networking sangat penting untuk mengembangkan usaha.
“Untuk itulah salah satu manfaat dari silaturahmi adalah meningkatkan kualitas jaringan,” ujar Founder Tradha Yahya Fuad.
Alumnus Teknik Sipil ITB tersebut menceritakan saat pertama membangun SPBU hampir lima tahun dia belum mengantongi ijin. Namun saat menghadiri reuni SMAN Gombong dia bertemu dengan teman-teman sekolah.
“Dari situlah ada jalan, teman saya mengenalkan dengan sesorang. Selama lima tahun tidak tahu jalan, gegara silaturahmi hanya dalam waktu tiga bulan sudah bisa kelar,” ujarnya.
Lakukan Diversifikasi Investasi
Saat usaha telah berkembang, diversifikasi investasi bisa dilakukan. Diversifikasi investasi merupakan cara untuk mengurangi risiko investasi dengan tidak fokus ke satu instrumen efek.








Saat ini belum ada komentar