Khawatir Terjadi Ledakan Covid-19, Ini Usulan Tokoh Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 5 Mei 2020
- visibility 18.670
- comment 0 komentar

Para tokoh menghadiri pertemuan di Rumdin Wabup Kebumen membahas perkembangan Covid-19. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah tokoh khawatir akan terjadinya ledakan penularan virus Corona menyusul meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kebumen. Kekhawatiran itu lantaran pola penularan virus Corona di Kebumen saat ini sudah pada fase transmisi lokal.
Pada saat yang sama, masyarakat dinilai masih belum disiplin bahkan abai dalam mentaati anjuran pemerintah. Panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H yang telah disepakati bersama tidak diindahkan oleh umat Islam. Padahal kesepakatan itu ditandatangani oleh Bupati, Kapolres, Dandim, Kakan Kemenag, Ketua MUI, Ketua PCNU dan Ketua PD Muhammadiyah.
Warga Tak Jalankan Panduan Ibadah Ramadan
Nyatanya masih banyak umat Islam yang berkumpul beribadah berjamaah di masjid dan mushola layaknya sebelum terjadi wabah. Di area pubik seperti pusat perbelanjaan juga masih ramai oleh pengunjung. Masih banyak warga yang keluar rumah tanpa mengenakan masker.
Atas kondisi tersebut, pihak otoritas baik di tingkat kabupaten hingga desa tidak bisa bersikap tegas. Hal itu disebabkan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Beberapa pemerintah desa sampai tidak kuasa memberikan pemahaman kepada warganya sehingga harus minta tolong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kebumen.
“Kami mendapatkan undangan dari beberapa pemerintah desa untuk memberikan sosialisasi kepada warga karena mereka mengaku sudah tidak mampu melakukan sosialisasi,” ujar Ketua MUI Kebumen KH Nursodik dalam pertemuan di Rumah Dinas Wakil Bupati Kebumen, Senin 4 Mei 2020.
Pemkab Kebumen Didorong Pengusulan PSBB
Selain Kiai Nursodik pertemuan itu dihadiri oleh Ketua PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar, Ketua PD Muhammadiyah KH Abduh Hisyam, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kebumen dr Hasan Bayuni, Ketua GP Anshor Ahmad Mudzakir. Hadir pula Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kebumen dokter Andika Purwita Aji MMR.
Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekda Ahmad Ujang Sugiyono itu, sejumlah tokoh meminta kepada Pemkab Kebumen untuk mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Cara ini dianggap mampu mempercepat penanggulangan sekaligus mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas di Kebumen.
“Sekarang ini desa juga ragu dalam melangkah karena tidak memiliki dasar,” ujar Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar yang mengakui masjid dan mushola di desa-desa masih menggelar amaliyah Ramadan berjamaah.
Perlu Protap Bagi Warga dalam Hadapi Pandemi
Ketua PD Muhammadiyah Kebumen KH Abduh Hisyam mengaku prihatin dengan tidak diindahkannya keputusan bersama terkait panduan ibadah Ramadan. Dengan tidak ada upaya keras dari masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, pandemi yang terjadi akan semakin panjang.
“Dengan adanya PSBB mungkin masyarakat akan dibatasi dan beberapa waktu. Namun setelah itu akan segera menjalani kehidupan normal kembali setelah wabah berakhir,” ujar Abduh Hisyam.
Ketua PDPM Kebumen dokter Hasan Bayuni menilai pengetahuan masyarakat terkait bagaimana yang harus dilakukan di saat pandemi masih minim karena tidak adanya panduan. Untuk itu, dia mengusulkan disusun protap bagi masyarakat seperti bagaimana yang harus dilakukan jika warga yang sudah terlanjur mudik.
“Atau bagaimana prosedur warga yang akan pergi bekerja, pergi ke pasar, dan sebagainya,” ujar Hasan Bayuni yang juga masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
Ketua IDI Kebumen dokter Andika Purwita Aji MMR menjelaskan bahwa data yang ada saat ini merupakan representasi dari realistas dua minggu yang lalu. Untuk itu, pihaknya mendorong untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Covid-19.
“Mungkin Kebumen bisa menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat seperti Kota Semarang sembari terus memberikan pemahaman yang lebih ketat kepada masyarakat,” tandas Direktur RS PKU Muhammadiyah Petanahan tersebut. (ndo)







Saat ini belum ada komentar