Breaking News
light_mode
Beranda » Entertainment » Menyelamatkan Kesenian Menoreng Watulawang, Menjaga Identitas Budaya Kebumen

Menyelamatkan Kesenian Menoreng Watulawang, Menjaga Identitas Budaya Kebumen

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
  • visibility 2.265
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: Imam Gazi Al Farizi

KABUPATEN Kebumen sudah lama dikenal sebagai daerah yang kaya kesenian dan memiliki tradisi lokal yang kuat. Letaknya di persilangan kultur Banyumasan dan Bagelen membuat corak budaya di Kabupaten berslogan “Beriman” ini unik dan beragam.

Selama ini, jika membicarakan kesenian Kebumen, publik cenderung mengingat Tari Cepetan. Padahal, di balik itu, ada banyak kesenian lain yang patut dikenali bahkan “diselamatkan”. Salah satunya adalah Kesenian Menoreng, seni teater rakyat yang kini bertahan di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan.

Sejarah dan Bentuk Pertunjukan

Menoreng awalnya berkembang pesat di Karangsambung, Karanggayam, hingga Pejagoan. Kini, satu-satunya pelestari adalah Kelompok Sanggar Dwi Putro di Desa Watulawang. Menoreng mengangkat lakon dari Serat Menak karya Yasadipura I, sumber cerita yang juga digunakan pada Wayang Sasak dan Wayang Golek Menak.

Pertunjukan diiringi alat musik tradisional seperti kendhang, jidor, rebana, serta syair sholawat. Dialognya menggunakan bahasa Jawa dialek ngapak, diselingi tembang dan suluk. Satu pementasan bisa berlangsung 4–5 jam, memadukan unsur seni peran, musik, dan sastra lisan.

Ancaman Kepunahan dan Pentingnya Pelestarian

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki tiga wujud yakni gagasan (ide) yakni nilai, norma, dan pengetahuan yang terkandung dalam Menoreng, termasuk ajaran moral dari Serat Menak.

Kemudian aktivitas (tindakan berpola), tata cara pementasan, penggunaan bahasa, dan interaksi sosial dalam pertunjukan. Kemudian artefak (benda), alat musik pengiring, kostum, dan properti panggung.

Jika salah satu wujud hilang, kesinambungan budaya terancam. Fenomena ini sejalan dengan cultural ecology, yang melihat kesenian sebagai respons kreatif masyarakat terhadap lingkungan sosial dan alamnya. Hilangnya Menoreng berarti hilangnya salah satu adaptasi budaya khas Kebumen yang menjadi bagian dari cultural diversity Geopark Kebumen.

Jadi Tanggung Jawab Bersama

Menyelamatkan Menoreng bukan hanya tugas kelompok seni. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas budaya, hingga generasi muda memiliki peran penting. Program festival desa, pentas di ruang publik, hingga pengenalan di kurikulum muatan lokal dapat menjadi langkah konkret.

Lebih dari sekadar hiburan, Menoreng merupakan identitas, perekat sosial, dan warisan leluhur. Kehilangannya berarti kita kehilangan salah satu cermin jati diri sebagai masyarakat Kebumen yang kaya tradisi. Makin Tahu Indonesia

*Imam Gazi Al Farizi, Mahasiswa Universita Airlangga asal Karanggayam, Kabupaten Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Obsessed: Building a Brand People Love from Day One

    Obsessed: Building a Brand People Love from Day One

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.494
    • 0Komentar

    Aliqua id fugiat nostrud irure ex duis ea quis id quis ad et. Sunt qui esse pariatur duis deserunt mollit dolore cillum minim tempor enim. Elit aute irure tempor cupidatat incididunt sint deserunt ut voluptate aute id deserunt nisi. Aliqua id fugiat nostrud irure ex duis ea quis id quis ad et. Sunt qui esse […]

  • Angkat Fenomena Pengangguran SMK, dr. Reza Mardhika Bakar Semangat Gen Z di Smenza Expo 2026

    Angkat Fenomena Pengangguran SMK, dr. Reza Mardhika Bakar Semangat Gen Z di Smenza Expo 2026

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 812
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, memberikan suntikan motivasi bagi ribuan siswa dalam acara Smenza Expo 2026 di GOR SMKN 1 Kebumen, Kamis 8 Januari 2026. Di hadapan para pelajar, sosok legislator muda ini menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi dan “menormalisasi” kegagalan untuk meraih sukses di masa depan. Dalam […]

  • Jelang Siaga Lebaran, PMI Kebumen Gelar Latgab Pertolongan Pertama untuk 136 Relawan

    Jelang Siaga Lebaran, PMI Kebumen Gelar Latgab Pertolongan Pertama untuk 136 Relawan

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 864
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen menyelenggarakan latihan gabungan (Latgab) Pertolongan Pertama, Sabtu 22 Maret 2025, sebagai persiapan menghadapi Siaga Lebaran. Kegiatan ini diikuti oleh 136 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur relawan PMI, termasuk Korp Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS), Tim Siaga Bencana Berbasis […]

  • Sambang Desa Bejiruyung, Wabup Buka Puasa Bersama Anak Yatim

    Sambang Desa Bejiruyung, Wabup Buka Puasa Bersama Anak Yatim

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.053
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate) – Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH memanfaatkan bulan Ramadan untuk menyambangi desa-desa di Kebumen. Salah satu desa yang disambangi oleh orang nomor dua di Pemkab Kebumen itu adalah Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Jumat (10/5/2019). Dalam kunjungan itu  Wabup Arif  Sugiyanto berbuka puasa dengan anak yatim serta tokoh masyarakat desa setempat. Tampak […]

  • Hujan Angin di Desa Rowo

    Hujan Angin di Desa Rowo, Empat Perahu Nelayan Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.504
    • 0Komentar

    MIRIT (KebumenUpdate.com) –  Hujan yang disertai dengan angin kencang menyebabkan beberapa kerusakan di Desa Rowo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa 30 Januari 2024. Hujan angin yang terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 18.00-23.00 WIB merobohkan sejumlah pohon besar di pinggiran Sungai Wawar. Akibat dari kejadian itu beberapa perahu milik nelayan tertimpa pohon yang […]

  • Bupati Kebumen Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Catat SILPA Rp221,1 Miliar

    Bupati Kebumen Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Catat SILPA Rp221,1 Miliar

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 705
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Paripurna ke-141 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, Senin, 29 Juni 2026. Rapat ini mengagendakan penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PP-APBD) Tahun Anggaran 2025. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kebumen, Saman Halim Nurrohman, dan […]

expand_less