Gua Petruk, Salah Satu Geosite dan Wisata Minat Khusus di Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 29 Mei 2022
- visibility 5.939
- comment 0 komentar

Batu lonceng, salah satu ornamen di Gua Petruk. (Foto: Hari)
Jenis-jenis Ornamen Gua
Adapun ornamen di dalam gua bermacam-macam, di antaranya yaitu stalaktit, stalakmit, marble, flowstone, gordyn, gourdam, heliktit, drapery, sodastraw, dan masih banyak lagi. Sementara untuk fauna di dalam Gua Petruk yang kami jumpai yaitu kelelawar, ikan, udang, jangkrik. Jika beruntung mungkin dapat menjumpai biawak, bahkan ular.
Melewati zona peralihan, rombongan kami dihadapkan pada area habitat kelelawar. Di mana saat melewatinya, tercium aroma kotoran kelelawar (guano) yang sangat menusuk hidung. Hampir-hampir saya pingsan dibuatnya. Hehehe.

Salah satu ornamen di dalam gua, gordyn. (Foto: Hari)
Ini tidak berlangsung lama, karena setelah melewatinya, hembusan angin dari arah depan menyapu aroma guano tadi. Rasanya sangat melegakan pernafasan.
Ornamen di Dalam Gua Petruk
Beberapa ornamen di Gua Petruk oleh pengelola diberi nama sesuai bentuknya seperti batu payudara, harimau kumbang, semar, taman maria, bapak jenggot, taman gajah, batu usus dan lainnya. Sesekali saya menunjukkan ke peserta, karena mungkin saja mereka tidak mengetahuinya.
Memang beberapa papan nama ornamen sudah kusam dan luntur, praktis tidak terbaca begitu jelas. Atau mungkin pemasangan papan namanya terlalu jauh, atau mungkin juga cahaya senter milik kami kurang terang.
Hingga sampai di batu lonceng, kami sempatkan berfoto di area ini. Tingkat kesulitan medan yang kami lalui juga beragam. Dari mulai berjalan biasa, setengah merunduk, jongkok, hingga merayap.
Perjalanan dari mulut sampai ujung gua kami tempuh selama 90 menit. Sampai di ujung gua yang dinamakan gua Jemblongan, kami beristirahat sembari menikmati makanan ringan. Jangan lupa untuk membawa sampah milik kita maupun sampah yang kita temukan di dalam gua.







Saat ini belum ada komentar