Catatan Perjalanan, Wisata Tiga Hari Dua Malam di Bandung
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 19 Okt 2022
- visibility 4.750
- comment 0 komentar

Kawah Putih. (Foto: Dok. Dian PD)
Lokasi wisata pertama yang kami tuju yakni Kawah Putih yang kian bersolek dan dilengkapi spot-spot baru. Kemudian, Wisata Rengganis yang kini viral dengan jembatan rengganis-nya yang konon katanya menjadi jembatan gantung terpanjang se-Asia Tenggara.
Di wisata rengganis kami memilih paket wisata VIP. Untuk empat orang kami membayar Rp 400.000. Jadi gak perlu lagi bayar untuk masuk ke beberapa lokasi wisata. Di sini kami pun menikmati makan siang di atas Pinisi Resto yang berada kawasan Glamping Lakeside Rancabali.
Sayangnya, meski masakan enak, tapi karena nasi dan masakan dalam keadaan dingin (konsep prasmanan), selera makan kami pun tidak begitu besar.
Di lokasi tersebut, kami juga menjajal dan mengunjungi spot wisata lain, mulai dari Taman Kelinci hingga Galesot yang membuat saya harus berteriak kencang karena butuh keahlian khusus untuk menaiki kendaraan kecil sejenis bombom car dengan tenaga gravitasi itu.
Baca Juga: Siap Sambut Wisatawan, Hutan Mangrove Ayah Dibuka Kembali
Spot wisata terakhir kami mengunjungi Jembatan Rengganis atau Rengganis Suspension Bridge, sebuah jembatan gantung panjang yang membuat saya terus menerus menyebut Asma Allah. Antara takut dan kagum.
Berada di ketinggian, di atas jembatan bergoyang. Pemandangan yang luar biasa indah serta tantangan untuk menguji keberanian diri sendiri untuk melati jembatan membuat nyali saya tertantang.
Alhamdulillah, saya bisa mengatasi ketakutan saya. Saya berhasil melewati jembatan hingga ujung, bahkan sampai kembali ke awal. Dari atas jembatan kita bisa melihat pemandangan lama yang indah termasuk Kawah Rengganis.
Di akhir wisata Jembatan Rengganis kami mendapatkan welcome drink gratis di sebuah resto indah yang berada satu lokasi, dekat dengan jembatan gantung. Aneka makanan berat dan kudapan ringan yang berkonsep angkringan namun elegan, tersedia.
Wisata kami sehari di Ciwidey berakhir pukul 17.00. Kami pun mampir ke Resto Sunda di sekitaran Jalan Riau (sekarang Jalan RE Marthadinata) sampai kemudian kembali ke hotel.
Tidak Puas Mengunjungi Paris Van Java

Jembatan Rengganis. (Foto: Dok. Dian PD)
Tempat kami menginap di malam kedua di Bandung sengaja kami pilih di sekitaran Jalan Riau. Dalam bayangan saya, ini akan memudahkan kami untuk menikmati surga belanja aneka macam FO (factory outlet) yang terpusat di Jalan Riau.
Nyatanya, semua sudah berubah. Pagi hari ketika kami menyempatkan keluar ternyata ada banyak FO besar yang seingat saya cukup bagus, ternyata tutup. Berganti menjadi resto dan sebagian lagi menjadi bangunan kosong. Dampak pandemic juga? Bisa jadi.
Kami menyempatkan juga untuk mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan yang lagi ngehits di Bandung, yakni Paris Van Java (PVJ). Aduhaaai, di sini luar biasaaa lengkaaap. Sagala aya! Alias segala ada. Mau cari brand-brand terkenal tersedia di Mall yang dirancang dengan nuansa open air yang alami dengan konsep bangunan ala eropa.
Sayangnya kami tak puas di PVJ karena tak cukup punya banyak waktu berlama-lama di sini. Kami harus bersiap-siap untuk ke stasiun karena kereta yang akan membawa kami kembali ke Kebumen tiba pukul 18.40 WIB. KA Turangga Eksekutif pun membawa kami kembali ke Kebumen setelah hampir 5,5 jam perjalanan.








Saat ini belum ada komentar