Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
  • visibility 8.272
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: dr Faiz Alauddien Reza Mardhika

UNTUK melawan pandemi Covid-19, kita harus mempunyai pemahaman yang utuh terhadap wabah ini. Bukan setengah-setengah, apalagi dicampur-adukan dengan pendapat pribadi, asumsi teori konspirasi dan dibenturkan dengan agama.

Melawan wabah ini berkejaran dengan waktu. Siapa yang berlari lebih cepat dia yang akan menang. Sehingga kita tidak bisa melakukan strategi wait and see, bertindak dahulu setelah kejedoran.

Kita harus bisa melihat 2-3 langkah ke depan, bertindak sebelum wabah ini mendahului kita. Itulah yang dinamakan pencegahan. Itu yang dilakukan oleh negara-negara yang berhasil memukul mundur virus ini.

Responsif, sistem komando yang jelas, instruksinya harus jelas sampai eksekusi di lapangan. Tentu kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Baca Juga: Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika, Berjuang Berdayakan Disabilitas

Menurut saya masyarakat kita tidak akan mempan dengan yang namanya imbauan. Sehingga segala yang bersifat imbauan hampir pasti tidak akan ada artinya.

Kita sudah melihat buktinya, imbauan jangan mudik, imbauan beribadah di rumah, imbauan memakai masker, imbauan jaga jarak, imbauan isolasi mandiri dan sebagainya. Sehingga aturannya harus jelas, kalau melanggar apa konsekuensinya. Bayangkan jika membuat pelanggaran konsekuensinya hanyalah teguran, berapa banyak orang yang berani melanggar?

Banyak yang berpendapat memberi sanksi memberatkan masyarakat apalagi di kondisi seperti ini. Lho apakah memberi sanksi tujuannya memeras uang rakyat? Memberi sanksi tujuannya adalah memberikan kekuatan pada aturan dan justru tujuannya adalah menertibkan aturan yang akan melindungi masyarakat itu sendiri.

Contoh kasus, jika tidak ada sanksi pengendara motor harus menggunakan helm, tidak boleh menerobos lampu merah, berapa banyak yang melanggar dan korban berjatuhan?

Butuh Ketegasan

Mengapa kita butuh ketegasan? Karena mengubah perilaku dan budaya masyarakat itu sangat tidak mudah. Apalagi jika kita memiliki hampir 300 juta penduduk. Jika tidak diatur paksa dan ditertibkan merupakan hal yang mustahil. Dengan aturan jelas dan sanksi yang jelas akan membuat masyarakat mau tidak mau akan mengikuti aturan tersebut.

Perekonomian digerakan oleh masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang sakit. Sehingga kunci dalam pemulihan ekonomi sepenuhnya adalah ketika kita bisa menekan wabah ini, jika memang menghilangkan itu sulit. Minimal kita tekan laju infeksinya.

Saya setuju kita harus berdiri seimbang dalam menyelamatkan ekonomi. Oleh karena itu buatlah regulasi jelas dan kuat yang akan membuat masyarakat kita aman jika mereka harus bekerja bukan imbauan. Contoh kecil wajib memakai masker, wajib jaga jarak (harus diatur apalagi di tempat umum; pasar, swalayan, rumah makan dll), pemudik/kontak erat/ODP wajib isolasi mandiri dan sebagainya.

Baca Juga: Waspadai Transmisi Lokal Virus Corona di Pusat Perbelanjaan

Kita tidak bisa menggunakan cara cara dahulu, inilah kenapa New Normal akan terjadi. Butuh keberanian, ketegasan yang tentu saja berdasarkan ilmu pengetahuan dalam melawan wabah ini. Kita tidak pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, sehingga kita tidak bisa mengatasi wabah ini dengan cara cara lama sebelumnya. Itulah yang akan membuat The New Normal akan terjadi.

Konspirasi itu masih merupakan asumsi yang butuh dibuktikan kebenarannya. Tapi nyawa yang berjatuhan karena Corona itu bukan asumsi tetapi nyata adanya. Petugas medis yang berjuang di garda depan juga tidak akan berjuang mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk sebuah asumsi.

Sebagai tenaga kesehatan kita disumpah untuk memelihara sebuah kehidupan sekecil apapun bentuknya. Merekalah garda terdepan kita, dan kita harus melindungi mereka. Cara terkecil yang bisa kita lakukan adalah jangan mengobral nyawa kita sendiri dengan menyepelekan virus ini yang akan menambah beban mereka nantinya.

Tidak perlu takut berlebihan namun waspada itu harus !

(dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Founder Ascendia Disabilitas Centre, CEO Tradha Group) 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilepas Wabup, 22 Atlet Indonesia Muda Futsal Kebumen Bawa Misi Juara di Kancah Nasional

    Dilepas Wabup, 22 Atlet Indonesia Muda Futsal Kebumen Bawa Misi Juara di Kancah Nasional

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 489
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Indonesia Muda Futsal Akademi (IMFA) Kabupaten Kebumen U-13 resmi dilepas untuk berlaga di ajang bergengsi Grand Championship Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) 2025. Pelepasan 22 atlet muda ini dilakukan secara simbolis di Rumah Dinas Wakil Bupati Kebumen, Sabtu 15 November 2025. Adapun kompetisi ini akan berlangsung di Saka Futsal Camp Bekasi mulai […]

  • Kunjungan Wamentan di Pondok Pesantren Al Hasani

    Kunjungi Pesantren Al Hasani, Wamentan Dorong Santri Terjun Jadi Petani

    • calendar_month Ming, 10 Des 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.227
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengkhawatirkan rendahnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian. Kalangan milenial saat ini dinilai tidak begitu melirik profesi petani. “Dari jumlah petani di Indonesia sebanyak 30 juta orang, hanya 2,7 juta yang dari kalangan millenial. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan,” ujar Harvick Hasnul Qolbi di sela-sela […]

  • Keripik Talas

    Produksi 8 Ton Sebulan, Keripik Talas Cipta Rasa Bu Sri Kini Dijual di 38 Gerai Alfamart di Kebumen

    • calendar_month Rab, 8 Jun 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.414
    • 0Komentar

    Keripik talas Cipta Rasa hasil karya Bu Sri ini cukup enak, gurih dan renyah. KUWARASAN (KebumenUpdate.com) –  Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen merupakan sentra produksi lanting. Sebagian besar warga di desa ini merupakan perajin cemilan khas Kabupaten Kebumen tersebut. Salah satunya adalah Sri Edah Lestari (54) warga RT 01 RW 02 Dukuh Plempukan, Desa Lemahduwur […]

  • “Ngaji Saksekolahe”: TKIT Ulil Albab Kebumen Cetak Generasi Qurani Berdaya, Dikemas dalam Festival Kreatif

    “Ngaji Saksekolahe”: TKIT Ulil Albab Kebumen Cetak Generasi Qurani Berdaya, Dikemas dalam Festival Kreatif

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kemeriahan dan pesan penting mengenai pencegahan perundungan mewarnai Festival Gelar Karya Galeri Expo dan Akhirussanah angkatan ke-23 TKIT Ulil Albab Kebumen Tahun Ajaran 2024/2025. Acara yang mengangkat tema “Menuju Generasi Qurani yang Berkarakter, Berdaya, dan Berbudaya” ini berlangsung pada Minggu 25 Mei 2025. Hadir Bupati Lilis Nuryani, Ketua TP PKK Nurjanah, anggota […]

  • Indeks Harga Konsumen Tertinggi di Jawa, Bazar Pangan Murah Digelar di Alun-alun Kebumen

    Indeks Harga Konsumen Tertinggi di Jawa, Bazar Pangan Murah Digelar di Alun-alun Kebumen

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.905
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Untuk mengurangi dampak inflasi serta mendukung kestabilan pasokan dan harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen menggelar bazar pangan murah di Alun-alun Kebumen, Jumat 26 Mei 2023. Kepala Dishanpan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari mengatakan bahwa gerakan pangan murah dilaksanakan karena […]

  • Sekretariat Baru KAHMI-HMI Kebumen Diresmikan, Siap Jadi Rumah Ide untuk Kebumen Berdaya

    Sekretariat Baru KAHMI-HMI Kebumen Diresmikan, Siap Jadi Rumah Ide untuk Kebumen Berdaya

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.440
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebuah tonggak sejarah penting terukir bagi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kebumen, Minggu 27 April 2025. Pasalnya, Gedung Sekretariat Bersama KAHMI Kabupaten Kebumen dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kebumen resmi berdiri, diresmikan langsung oleh Bupati Lilis Nuryani melalui penandatanganan prasasti di Pendopo Kabumian. Acara peresmian ini terasa semakin istimewa […]

expand_less