Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

  • Whatsapp
dr Faiz Alauddien Reza Mardhika
dr Faiz Alauddien Reza Mardhika

Oleh: dr Faiz Alauddien Reza Mardhika

UNTUK melawan pandemi Covid-19, kita harus mempunyai pemahaman yang utuh terhadap wabah ini. Bukan setengah-setengah, apalagi dicampur-adukan dengan pendapat pribadi, asumsi teori konspirasi dan dibenturkan dengan agama.

Berita Lainnya

Melawan wabah ini berkejaran dengan waktu. Siapa yang berlari lebih cepat dia yang akan menang. Sehingga kita tidak bisa melakukan strategi wait and see, bertindak dahulu setelah kejedoran.

Kita harus bisa melihat 2-3 langkah ke depan, bertindak sebelum wabah ini mendahului kita. Itulah yang dinamakan pencegahan. Itu yang dilakukan oleh negara-negara yang berhasil memukul mundur virus ini.

Responsif, sistem komando yang jelas, instruksinya harus jelas sampai eksekusi di lapangan. Tentu kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Baca Juga: Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika, Berjuang Berdayakan Disabilitas

Menurut saya masyarakat kita tidak akan mempan dengan yang namanya imbauan. Sehingga segala yang bersifat imbauan hampir pasti tidak akan ada artinya.

Kita sudah melihat buktinya, imbauan jangan mudik, imbauan beribadah di rumah, imbauan memakai masker, imbauan jaga jarak, imbauan isolasi mandiri dan sebagainya. Sehingga aturannya harus jelas, kalau melanggar apa konsekuensinya. Bayangkan jika membuat pelanggaran konsekuensinya hanyalah teguran, berapa banyak orang yang berani melanggar?

Banyak yang berpendapat memberi sanksi memberatkan masyarakat apalagi di kondisi seperti ini. Lho apakah memberi sanksi tujuannya memeras uang rakyat? Memberi sanksi tujuannya adalah memberikan kekuatan pada aturan dan justru tujuannya adalah menertibkan aturan yang akan melindungi masyarakat itu sendiri.

Contoh kasus, jika tidak ada sanksi pengendara motor harus menggunakan helm, tidak boleh menerobos lampu merah, berapa banyak yang melanggar dan korban berjatuhan?

Butuh Ketegasan

Mengapa kita butuh ketegasan? Karena mengubah perilaku dan budaya masyarakat itu sangat tidak mudah. Apalagi jika kita memiliki hampir 300 juta penduduk. Jika tidak diatur paksa dan ditertibkan merupakan hal yang mustahil. Dengan aturan jelas dan sanksi yang jelas akan membuat masyarakat mau tidak mau akan mengikuti aturan tersebut.

Perekonomian digerakan oleh masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang sakit. Sehingga kunci dalam pemulihan ekonomi sepenuhnya adalah ketika kita bisa menekan wabah ini, jika memang menghilangkan itu sulit. Minimal kita tekan laju infeksinya.

Saya setuju kita harus berdiri seimbang dalam menyelamatkan ekonomi. Oleh karena itu buatlah regulasi jelas dan kuat yang akan membuat masyarakat kita aman jika mereka harus bekerja bukan imbauan. Contoh kecil wajib memakai masker, wajib jaga jarak (harus diatur apalagi di tempat umum; pasar, swalayan, rumah makan dll), pemudik/kontak erat/ODP wajib isolasi mandiri dan sebagainya.

Baca Juga: Waspadai Transmisi Lokal Virus Corona di Pusat Perbelanjaan

Kita tidak bisa menggunakan cara cara dahulu, inilah kenapa New Normal akan terjadi. Butuh keberanian, ketegasan yang tentu saja berdasarkan ilmu pengetahuan dalam melawan wabah ini. Kita tidak pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, sehingga kita tidak bisa mengatasi wabah ini dengan cara cara lama sebelumnya. Itulah yang akan membuat The New Normal akan terjadi.

Konspirasi itu masih merupakan asumsi yang butuh dibuktikan kebenarannya. Tapi nyawa yang berjatuhan karena Corona itu bukan asumsi tetapi nyata adanya. Petugas medis yang berjuang di garda depan juga tidak akan berjuang mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk sebuah asumsi.

Sebagai tenaga kesehatan kita disumpah untuk memelihara sebuah kehidupan sekecil apapun bentuknya. Merekalah garda terdepan kita, dan kita harus melindungi mereka. Cara terkecil yang bisa kita lakukan adalah jangan mengobral nyawa kita sendiri dengan menyepelekan virus ini yang akan menambah beban mereka nantinya.

Tidak perlu takut berlebihan namun waspada itu harus !

(dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Founder Ascendia Disabilitas Centre, CEO Tradha Group) 

Berita Terkait