Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
  • visibility 8.164
  • comment 0 komentar

Oleh: dr Faiz Alauddien Reza Mardhika

UNTUK melawan pandemi Covid-19, kita harus mempunyai pemahaman yang utuh terhadap wabah ini. Bukan setengah-setengah, apalagi dicampur-adukan dengan pendapat pribadi, asumsi teori konspirasi dan dibenturkan dengan agama.

Melawan wabah ini berkejaran dengan waktu. Siapa yang berlari lebih cepat dia yang akan menang. Sehingga kita tidak bisa melakukan strategi wait and see, bertindak dahulu setelah kejedoran.

Kita harus bisa melihat 2-3 langkah ke depan, bertindak sebelum wabah ini mendahului kita. Itulah yang dinamakan pencegahan. Itu yang dilakukan oleh negara-negara yang berhasil memukul mundur virus ini.

Responsif, sistem komando yang jelas, instruksinya harus jelas sampai eksekusi di lapangan. Tentu kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Baca Juga: Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika, Berjuang Berdayakan Disabilitas

Menurut saya masyarakat kita tidak akan mempan dengan yang namanya imbauan. Sehingga segala yang bersifat imbauan hampir pasti tidak akan ada artinya.

Kita sudah melihat buktinya, imbauan jangan mudik, imbauan beribadah di rumah, imbauan memakai masker, imbauan jaga jarak, imbauan isolasi mandiri dan sebagainya. Sehingga aturannya harus jelas, kalau melanggar apa konsekuensinya. Bayangkan jika membuat pelanggaran konsekuensinya hanyalah teguran, berapa banyak orang yang berani melanggar?

Banyak yang berpendapat memberi sanksi memberatkan masyarakat apalagi di kondisi seperti ini. Lho apakah memberi sanksi tujuannya memeras uang rakyat? Memberi sanksi tujuannya adalah memberikan kekuatan pada aturan dan justru tujuannya adalah menertibkan aturan yang akan melindungi masyarakat itu sendiri.

Contoh kasus, jika tidak ada sanksi pengendara motor harus menggunakan helm, tidak boleh menerobos lampu merah, berapa banyak yang melanggar dan korban berjatuhan?

Butuh Ketegasan

Mengapa kita butuh ketegasan? Karena mengubah perilaku dan budaya masyarakat itu sangat tidak mudah. Apalagi jika kita memiliki hampir 300 juta penduduk. Jika tidak diatur paksa dan ditertibkan merupakan hal yang mustahil. Dengan aturan jelas dan sanksi yang jelas akan membuat masyarakat mau tidak mau akan mengikuti aturan tersebut.

Perekonomian digerakan oleh masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang sakit. Sehingga kunci dalam pemulihan ekonomi sepenuhnya adalah ketika kita bisa menekan wabah ini, jika memang menghilangkan itu sulit. Minimal kita tekan laju infeksinya.

Saya setuju kita harus berdiri seimbang dalam menyelamatkan ekonomi. Oleh karena itu buatlah regulasi jelas dan kuat yang akan membuat masyarakat kita aman jika mereka harus bekerja bukan imbauan. Contoh kecil wajib memakai masker, wajib jaga jarak (harus diatur apalagi di tempat umum; pasar, swalayan, rumah makan dll), pemudik/kontak erat/ODP wajib isolasi mandiri dan sebagainya.

Baca Juga: Waspadai Transmisi Lokal Virus Corona di Pusat Perbelanjaan

Kita tidak bisa menggunakan cara cara dahulu, inilah kenapa New Normal akan terjadi. Butuh keberanian, ketegasan yang tentu saja berdasarkan ilmu pengetahuan dalam melawan wabah ini. Kita tidak pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, sehingga kita tidak bisa mengatasi wabah ini dengan cara cara lama sebelumnya. Itulah yang akan membuat The New Normal akan terjadi.

Konspirasi itu masih merupakan asumsi yang butuh dibuktikan kebenarannya. Tapi nyawa yang berjatuhan karena Corona itu bukan asumsi tetapi nyata adanya. Petugas medis yang berjuang di garda depan juga tidak akan berjuang mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk sebuah asumsi.

Sebagai tenaga kesehatan kita disumpah untuk memelihara sebuah kehidupan sekecil apapun bentuknya. Merekalah garda terdepan kita, dan kita harus melindungi mereka. Cara terkecil yang bisa kita lakukan adalah jangan mengobral nyawa kita sendiri dengan menyepelekan virus ini yang akan menambah beban mereka nantinya.

Tidak perlu takut berlebihan namun waspada itu harus !

(dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Founder Ascendia Disabilitas Centre, CEO Tradha Group) 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahanan Polisi Buka Puasa Bersama, Ini Menu yang Dihidangkan

    Tahanan Polisi Buka Puasa Bersama, Ini Menu yang Dihidangkan

    • calendar_month Kam, 16 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.950
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) –  Waktu berbuka adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bagi orang bebas, tentu menjadi hal yang membahagiakan bisa berkumpul dan makan bersama keluarga dan  bisa memilih menu makanan yang disuka. Tetapi bagaimana bagi seorang pesakitan? Para tahanan di Polres Kebumen tak sekadar berbuka dengan menu alakadarnya, tetapi […]

  • Aktivitas Pasar Pagi Tumenggungan, Kebumen tampak ramai di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Menuju New Normal, Pemkab Kebumen Terapkan Sistem Zonasi

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 9.025
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen menerapkan sistem zonasi untuk penanganan Covid-19. Sistem zonasi diterapkan guna mengidentifikasi wilayah yang terpapar Covid-19 maupun yang belum sama sekali, agar mendapat perlakuan yang berbeda. Secara umum sistem zonasi terbagi menjadi empat zona, yaitu zona hijau, zona kuning, zona orange dan zona merah. Namun di Kebumen hanya menerapkan tiga zona […]

  • Calon Bupati

    Arif-Rista dan Lilis-Zaeni Resmi Peserta Pilbup Kebumen 2024, Hari Ini Pengundian Nomor Urut

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.439
    • 0Komentar

    KEBUMEN (Kebumen,Update.com) – H Arif Sugiyanto SH MH dan Hj Ristawati Purwaningsih SST MM serta Hj Lilis Nuryani dan H Zaeni Miftah resmi menjadi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kebumen peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Pilbup Kebumen Tahun 2024. Penetapan kedua pasangan calon tersebut tertuang dalam Keputusan KPU Kebumen Nomor 156 Tahun […]

  • Jalan Rusak di Kebumen

    Perbaikan Jalan Rusak di Kebumen Butuh Rp 535 Miliar, Ternyata Ini Anggaran Infrastruktur 2023

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 14.737
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terus melakukan pembangunan. Termasuk perbaikan jalan rusak secara bertahap sesuai kewenangannya dengan anggaran yang tersedia. Perbaikan jalan rusak di Kebumen membutuhkan anggaran yang sangat besar. Idealnya untuk menjadikan jalan di Kebumen kembali mulus membutuhkan anggaran sebesar Rp 535 miliar lebih. Ternyata tahun 2023, anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum […]

  • Prof. Sofyan Anif Resmi Pimpin UNIMUGO: Target Utama Fakultas Kedokteran dan Budaya Mutu Total Quality Management

    Prof. Sofyan Anif Resmi Pimpin UNIMUGO: Target Utama Fakultas Kedokteran dan Budaya Mutu Total Quality Management

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 821
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) dan RS PKU Muhammadiyah Gombong, dua institusi utama milik Muhammadiyah di Kabupaten Kebumen, kini resmi memiliki pemimpin baru. Pelantikan Rektor UNIMUGO dan pengukuhan Direksi RS PKU Muhammadiyah Gombong untuk masa jabatan 2025–2029 dilaksanakan pada Senin 8 Desember 2025 di Gedung Rektorat UNIMUGO Lantai 3. Dalam seremoni tersebut, Prof. […]

  • Bayar PBB

    Lima Warga Peroleh Hadiah Motor Karena Bayar PBB Tepat Waktu

    • calendar_month Sel, 26 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.578
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen berupaya meningkatkan kesadaran dan motivasi warga untuk membayar pajak daerah tepat pada waktunya dan sesuai dengan ketentuan. Salah satu upayanya dengan memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah bagi para wajib pajak yang taat dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sebanyak 33 wajib pajak yang membayar PBB tepat waktu sampai 31 […]

expand_less