Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
  • visibility 8.310
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: dr Faiz Alauddien Reza Mardhika

UNTUK melawan pandemi Covid-19, kita harus mempunyai pemahaman yang utuh terhadap wabah ini. Bukan setengah-setengah, apalagi dicampur-adukan dengan pendapat pribadi, asumsi teori konspirasi dan dibenturkan dengan agama.

Melawan wabah ini berkejaran dengan waktu. Siapa yang berlari lebih cepat dia yang akan menang. Sehingga kita tidak bisa melakukan strategi wait and see, bertindak dahulu setelah kejedoran.

Kita harus bisa melihat 2-3 langkah ke depan, bertindak sebelum wabah ini mendahului kita. Itulah yang dinamakan pencegahan. Itu yang dilakukan oleh negara-negara yang berhasil memukul mundur virus ini.

Responsif, sistem komando yang jelas, instruksinya harus jelas sampai eksekusi di lapangan. Tentu kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Baca Juga: Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika, Berjuang Berdayakan Disabilitas

Menurut saya masyarakat kita tidak akan mempan dengan yang namanya imbauan. Sehingga segala yang bersifat imbauan hampir pasti tidak akan ada artinya.

Kita sudah melihat buktinya, imbauan jangan mudik, imbauan beribadah di rumah, imbauan memakai masker, imbauan jaga jarak, imbauan isolasi mandiri dan sebagainya. Sehingga aturannya harus jelas, kalau melanggar apa konsekuensinya. Bayangkan jika membuat pelanggaran konsekuensinya hanyalah teguran, berapa banyak orang yang berani melanggar?

Banyak yang berpendapat memberi sanksi memberatkan masyarakat apalagi di kondisi seperti ini. Lho apakah memberi sanksi tujuannya memeras uang rakyat? Memberi sanksi tujuannya adalah memberikan kekuatan pada aturan dan justru tujuannya adalah menertibkan aturan yang akan melindungi masyarakat itu sendiri.

Contoh kasus, jika tidak ada sanksi pengendara motor harus menggunakan helm, tidak boleh menerobos lampu merah, berapa banyak yang melanggar dan korban berjatuhan?

Butuh Ketegasan

Mengapa kita butuh ketegasan? Karena mengubah perilaku dan budaya masyarakat itu sangat tidak mudah. Apalagi jika kita memiliki hampir 300 juta penduduk. Jika tidak diatur paksa dan ditertibkan merupakan hal yang mustahil. Dengan aturan jelas dan sanksi yang jelas akan membuat masyarakat mau tidak mau akan mengikuti aturan tersebut.

Perekonomian digerakan oleh masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang sakit. Sehingga kunci dalam pemulihan ekonomi sepenuhnya adalah ketika kita bisa menekan wabah ini, jika memang menghilangkan itu sulit. Minimal kita tekan laju infeksinya.

Saya setuju kita harus berdiri seimbang dalam menyelamatkan ekonomi. Oleh karena itu buatlah regulasi jelas dan kuat yang akan membuat masyarakat kita aman jika mereka harus bekerja bukan imbauan. Contoh kecil wajib memakai masker, wajib jaga jarak (harus diatur apalagi di tempat umum; pasar, swalayan, rumah makan dll), pemudik/kontak erat/ODP wajib isolasi mandiri dan sebagainya.

Baca Juga: Waspadai Transmisi Lokal Virus Corona di Pusat Perbelanjaan

Kita tidak bisa menggunakan cara cara dahulu, inilah kenapa New Normal akan terjadi. Butuh keberanian, ketegasan yang tentu saja berdasarkan ilmu pengetahuan dalam melawan wabah ini. Kita tidak pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, sehingga kita tidak bisa mengatasi wabah ini dengan cara cara lama sebelumnya. Itulah yang akan membuat The New Normal akan terjadi.

Konspirasi itu masih merupakan asumsi yang butuh dibuktikan kebenarannya. Tapi nyawa yang berjatuhan karena Corona itu bukan asumsi tetapi nyata adanya. Petugas medis yang berjuang di garda depan juga tidak akan berjuang mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk sebuah asumsi.

Sebagai tenaga kesehatan kita disumpah untuk memelihara sebuah kehidupan sekecil apapun bentuknya. Merekalah garda terdepan kita, dan kita harus melindungi mereka. Cara terkecil yang bisa kita lakukan adalah jangan mengobral nyawa kita sendiri dengan menyepelekan virus ini yang akan menambah beban mereka nantinya.

Tidak perlu takut berlebihan namun waspada itu harus !

(dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Founder Ascendia Disabilitas Centre, CEO Tradha Group) 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Getting to the Other Side of a Life-Changing Experience

    Getting to the Other Side of a Life-Changing Experience

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.790
    • 0Komentar

    Aliqua id fugiat nostrud irure ex duis ea quis id quis ad et. Sunt qui esse pariatur duis deserunt mollit dolore cillum minim tempor enim. Elit aute irure tempor cupidatat incididunt sint deserunt ut voluptate aute id deserunt nisi. Aliqua id fugiat nostrud irure ex duis ea quis id quis ad et. Sunt qui esse […]

  • Gereja Katolik Prembun

    Gegar Budaya di Gereja Prembun

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.897
    • 0Komentar

    SEKALIPUN luput dari perhatian media dan publik, di komplek Gereja Katolik Prembun tengah terjadi kecelakaan budaya yang menyedihkan. Sebuah bangunan bersejarah dirobohkan demi lahan parkir yang lebih luas. Sempat ada peninjauan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X yang diikuti dengan terbitnya surat yang menyatakan bahwa gedung tersebut layak dinyatakan sebagai cagar budaya, baik dari faktor […]

  • Senam Kebumen Berdaya dan Parade Kisah Pahlawan Meriahkan Hari Sumpah Pemuda

    Senam Kebumen Berdaya dan Parade Kisah Pahlawan Meriahkan Hari Sumpah Pemuda

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 650
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Kebumen, Selasa 28 Oktober 2025, diisi dengan penampilan Senam Kebumen Berdaya, sebuah karya yang tidak hanya mengolah raga, tetapi juga menumbuhkan jati diri melalui perwujudan idiom dan kebudayaan lokal. Lebih kurang 400 pelajar SMP dan SMA di Kebumen terlibat dalam penyajian Senam Kebumen Berdaya yang menjadi […]

  • Lahan 1,4 Hektare di Karanggayam Kebumen Terbakar

    Lahan 1,4 Hektare di Karanggayam Kebumen Terbakar

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 416
    • 0Komentar

    KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) — Kebakaran melanda lahan milik warga di Desa/Kecamatan Karanggayam, Minggu 20 September 2026. Peristiwa yang menghanguskan lahan seluas sekitar 1,4 hektare ini terjadi di area perbatasan Dukuh Situ dan Dukuh Kaliterus. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Api juga berhasil […]

  • Teruskan Harapan sang Ayah (Alm Henry Christanto) untuk Selalu Berbagi Lewat Soen Foundation di Bulan Ramadan

    Teruskan Harapan sang Ayah (Alm Henry Christanto) untuk Selalu Berbagi Lewat Soen Foundation di Bulan Ramadan

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.415
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di saat banyak orang bergegas pulang untuk berbuka bersama keluarga, ratusan tukang becak di Kota Kebumen justru diundang oleh keluarga mendiang Henry Christanto untuk berbuka bersama di Nillo Hotel dan Caffe, Kamis 13 Maret 2025. Adalah Ardine Nakety, putri dari mendiang Henry Christanto (Liem Tjieng Soen) yang menginisiasi kegiatan sosial ini melalui […]

  • Panen Jagung

    Polres Kebumen Panen Raya Jagung di Tanggulangin

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 729
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen menggelar panen raya jagung serentak kuartal IV tahun 2025 di lahan binaan Polri milik warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Kamis 8 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Polri di sektor ketahanan pangan. Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri mengatakan, panen jagung di wilayah Klirong merupakan […]

expand_less