Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
  • visibility 8.120
  • comment 0 komentar

Oleh: dr Faiz Alauddien Reza Mardhika

UNTUK melawan pandemi Covid-19, kita harus mempunyai pemahaman yang utuh terhadap wabah ini. Bukan setengah-setengah, apalagi dicampur-adukan dengan pendapat pribadi, asumsi teori konspirasi dan dibenturkan dengan agama.

Melawan wabah ini berkejaran dengan waktu. Siapa yang berlari lebih cepat dia yang akan menang. Sehingga kita tidak bisa melakukan strategi wait and see, bertindak dahulu setelah kejedoran.

Kita harus bisa melihat 2-3 langkah ke depan, bertindak sebelum wabah ini mendahului kita. Itulah yang dinamakan pencegahan. Itu yang dilakukan oleh negara-negara yang berhasil memukul mundur virus ini.

Responsif, sistem komando yang jelas, instruksinya harus jelas sampai eksekusi di lapangan. Tentu kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Baca Juga: Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika, Berjuang Berdayakan Disabilitas

Menurut saya masyarakat kita tidak akan mempan dengan yang namanya imbauan. Sehingga segala yang bersifat imbauan hampir pasti tidak akan ada artinya.

Kita sudah melihat buktinya, imbauan jangan mudik, imbauan beribadah di rumah, imbauan memakai masker, imbauan jaga jarak, imbauan isolasi mandiri dan sebagainya. Sehingga aturannya harus jelas, kalau melanggar apa konsekuensinya. Bayangkan jika membuat pelanggaran konsekuensinya hanyalah teguran, berapa banyak orang yang berani melanggar?

Banyak yang berpendapat memberi sanksi memberatkan masyarakat apalagi di kondisi seperti ini. Lho apakah memberi sanksi tujuannya memeras uang rakyat? Memberi sanksi tujuannya adalah memberikan kekuatan pada aturan dan justru tujuannya adalah menertibkan aturan yang akan melindungi masyarakat itu sendiri.

Contoh kasus, jika tidak ada sanksi pengendara motor harus menggunakan helm, tidak boleh menerobos lampu merah, berapa banyak yang melanggar dan korban berjatuhan?

Butuh Ketegasan

Mengapa kita butuh ketegasan? Karena mengubah perilaku dan budaya masyarakat itu sangat tidak mudah. Apalagi jika kita memiliki hampir 300 juta penduduk. Jika tidak diatur paksa dan ditertibkan merupakan hal yang mustahil. Dengan aturan jelas dan sanksi yang jelas akan membuat masyarakat mau tidak mau akan mengikuti aturan tersebut.

Perekonomian digerakan oleh masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang sakit. Sehingga kunci dalam pemulihan ekonomi sepenuhnya adalah ketika kita bisa menekan wabah ini, jika memang menghilangkan itu sulit. Minimal kita tekan laju infeksinya.

Saya setuju kita harus berdiri seimbang dalam menyelamatkan ekonomi. Oleh karena itu buatlah regulasi jelas dan kuat yang akan membuat masyarakat kita aman jika mereka harus bekerja bukan imbauan. Contoh kecil wajib memakai masker, wajib jaga jarak (harus diatur apalagi di tempat umum; pasar, swalayan, rumah makan dll), pemudik/kontak erat/ODP wajib isolasi mandiri dan sebagainya.

Baca Juga: Waspadai Transmisi Lokal Virus Corona di Pusat Perbelanjaan

Kita tidak bisa menggunakan cara cara dahulu, inilah kenapa New Normal akan terjadi. Butuh keberanian, ketegasan yang tentu saja berdasarkan ilmu pengetahuan dalam melawan wabah ini. Kita tidak pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, sehingga kita tidak bisa mengatasi wabah ini dengan cara cara lama sebelumnya. Itulah yang akan membuat The New Normal akan terjadi.

Konspirasi itu masih merupakan asumsi yang butuh dibuktikan kebenarannya. Tapi nyawa yang berjatuhan karena Corona itu bukan asumsi tetapi nyata adanya. Petugas medis yang berjuang di garda depan juga tidak akan berjuang mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk sebuah asumsi.

Sebagai tenaga kesehatan kita disumpah untuk memelihara sebuah kehidupan sekecil apapun bentuknya. Merekalah garda terdepan kita, dan kita harus melindungi mereka. Cara terkecil yang bisa kita lakukan adalah jangan mengobral nyawa kita sendiri dengan menyepelekan virus ini yang akan menambah beban mereka nantinya.

Tidak perlu takut berlebihan namun waspada itu harus !

(dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Founder Ascendia Disabilitas Centre, CEO Tradha Group) 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Kelautan Tinjau Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Kebumen, Sudah Siap Beroperasi?

    Menteri Kelautan Tinjau Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Kebumen, Sudah Siap Beroperasi?

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 344
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melaksanakan kunjungan kerja di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Kamis 5 Maret 2026. Kedatangan Menteri disambut langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah, mantan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad SE, Sekda Edi Rianto, serta […]

  • Kebumen Fashion Runway

    Kebumen Fashion Runway Ramaikan Car Free Day

    • calendar_month Ming, 7 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 18.833
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Demam street fashion show yang melanda setelah viralnya fenomena Citayam Fashion Week juga melanda Kabupaten Kebumen. Salah satunya dengan digagasnya event bertajuk Kebumen Fashion Runway yang memanfaatkan Car Free Day (CFD). Pada session kedua ini, Kebumen Fashion Runway berlangsung di Alun-alun Kebumen persisnya di depan Kantor Cabang Bank Jateng Kebumen, Minggu 7  […]

  • Upacara HUT Ke-78 RI di UNIMUGO

    Pimpin Upacara HUT Ke-78 RI, Rektor: UNIMUGO Unggul Janganlah Sekadar Slogan

    • calendar_month Sab, 19 Agu 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.585
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menggelar upacara dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia, Rabu 17 Agustus 2023. Upacara diikuti oleh seluruh karyawan dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Sains dan Humaniora. Rektor UNIMUGO Dr Herniyatun MKep SpMat selaku Inspektur Upacara dalam amanatnya mengajak civitas akademika UNIMUGO untuk menjadikan […]

  • Sekolah Gratis

    Sekolah Negeri Gratis, Pemkab Kebumen Berikan Beasiswa 3.000 Siswa Kurang Mampu

    • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.487
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto menyebut alokasi anggaran untuk pendidikan dari APBD Kebumen cukup besar yakni sekitar 37 persen atau sebesar Rp 1.083.972.704.000. Dana tersebut digunakan untuk gaji pegawai/guru, belanja jasa guru tidak tetap (GTT) atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) SD, pengolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemberian beasiswa kurang mampu, pengelolaan […]

  • Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (2)

    Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (2)

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 7.043
    • 0Komentar

    DARI lokasi pertemuan dengan Pak Siswoyo, hanya berjarak 200-300 meter untuk sampai parkiran. Nampak terlihat ada dua sepeda motor terparkir. Sepertinya pengunjung. Melirik jam di hp, pukul 16.00 WIB. Hanya 45 menit dari Kota Kebumen untuk sampai di lokasi. Di area parkir, ada sebuah bangunan yang kemungkinan dulunya difungsikan sebagai toilet. Juga terlihat kabel dan […]

  • Kolam Retensi

    Gubernur Ahmad Luthfi Cek Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan, Januari 2026 Tanggul Laut Sudah Difungsikan

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 450
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com)  – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meninjau pembangunan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan di Kota Semarang, Selasa 27 Mei 2025. Kedua kolam yang dipisahkan oleh Kali Babon ini mampu menampung sekitar 7 juta kubik air dan dirancang untuk menanggulangi rob serta banjir. Kolam retensi Terboyo memiliki luas […]

expand_less