Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
  • visibility 8.208
  • comment 0 komentar

Oleh: dr Faiz Alauddien Reza Mardhika

UNTUK melawan pandemi Covid-19, kita harus mempunyai pemahaman yang utuh terhadap wabah ini. Bukan setengah-setengah, apalagi dicampur-adukan dengan pendapat pribadi, asumsi teori konspirasi dan dibenturkan dengan agama.

Melawan wabah ini berkejaran dengan waktu. Siapa yang berlari lebih cepat dia yang akan menang. Sehingga kita tidak bisa melakukan strategi wait and see, bertindak dahulu setelah kejedoran.

Kita harus bisa melihat 2-3 langkah ke depan, bertindak sebelum wabah ini mendahului kita. Itulah yang dinamakan pencegahan. Itu yang dilakukan oleh negara-negara yang berhasil memukul mundur virus ini.

Responsif, sistem komando yang jelas, instruksinya harus jelas sampai eksekusi di lapangan. Tentu kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Baca Juga: Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika, Berjuang Berdayakan Disabilitas

Menurut saya masyarakat kita tidak akan mempan dengan yang namanya imbauan. Sehingga segala yang bersifat imbauan hampir pasti tidak akan ada artinya.

Kita sudah melihat buktinya, imbauan jangan mudik, imbauan beribadah di rumah, imbauan memakai masker, imbauan jaga jarak, imbauan isolasi mandiri dan sebagainya. Sehingga aturannya harus jelas, kalau melanggar apa konsekuensinya. Bayangkan jika membuat pelanggaran konsekuensinya hanyalah teguran, berapa banyak orang yang berani melanggar?

Banyak yang berpendapat memberi sanksi memberatkan masyarakat apalagi di kondisi seperti ini. Lho apakah memberi sanksi tujuannya memeras uang rakyat? Memberi sanksi tujuannya adalah memberikan kekuatan pada aturan dan justru tujuannya adalah menertibkan aturan yang akan melindungi masyarakat itu sendiri.

Contoh kasus, jika tidak ada sanksi pengendara motor harus menggunakan helm, tidak boleh menerobos lampu merah, berapa banyak yang melanggar dan korban berjatuhan?

Butuh Ketegasan

Mengapa kita butuh ketegasan? Karena mengubah perilaku dan budaya masyarakat itu sangat tidak mudah. Apalagi jika kita memiliki hampir 300 juta penduduk. Jika tidak diatur paksa dan ditertibkan merupakan hal yang mustahil. Dengan aturan jelas dan sanksi yang jelas akan membuat masyarakat mau tidak mau akan mengikuti aturan tersebut.

Perekonomian digerakan oleh masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang sakit. Sehingga kunci dalam pemulihan ekonomi sepenuhnya adalah ketika kita bisa menekan wabah ini, jika memang menghilangkan itu sulit. Minimal kita tekan laju infeksinya.

Saya setuju kita harus berdiri seimbang dalam menyelamatkan ekonomi. Oleh karena itu buatlah regulasi jelas dan kuat yang akan membuat masyarakat kita aman jika mereka harus bekerja bukan imbauan. Contoh kecil wajib memakai masker, wajib jaga jarak (harus diatur apalagi di tempat umum; pasar, swalayan, rumah makan dll), pemudik/kontak erat/ODP wajib isolasi mandiri dan sebagainya.

Baca Juga: Waspadai Transmisi Lokal Virus Corona di Pusat Perbelanjaan

Kita tidak bisa menggunakan cara cara dahulu, inilah kenapa New Normal akan terjadi. Butuh keberanian, ketegasan yang tentu saja berdasarkan ilmu pengetahuan dalam melawan wabah ini. Kita tidak pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, sehingga kita tidak bisa mengatasi wabah ini dengan cara cara lama sebelumnya. Itulah yang akan membuat The New Normal akan terjadi.

Konspirasi itu masih merupakan asumsi yang butuh dibuktikan kebenarannya. Tapi nyawa yang berjatuhan karena Corona itu bukan asumsi tetapi nyata adanya. Petugas medis yang berjuang di garda depan juga tidak akan berjuang mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk sebuah asumsi.

Sebagai tenaga kesehatan kita disumpah untuk memelihara sebuah kehidupan sekecil apapun bentuknya. Merekalah garda terdepan kita, dan kita harus melindungi mereka. Cara terkecil yang bisa kita lakukan adalah jangan mengobral nyawa kita sendiri dengan menyepelekan virus ini yang akan menambah beban mereka nantinya.

Tidak perlu takut berlebihan namun waspada itu harus !

(dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Founder Ascendia Disabilitas Centre, CEO Tradha Group) 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (2)

    Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (2)

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 7.421
    • 0Komentar

    DARI lokasi pertemuan dengan Pak Siswoyo, hanya berjarak 200-300 meter untuk sampai parkiran. Nampak terlihat ada dua sepeda motor terparkir. Sepertinya pengunjung. Melirik jam di hp, pukul 16.00 WIB. Hanya 45 menit dari Kota Kebumen untuk sampai di lokasi. Di area parkir, ada sebuah bangunan yang kemungkinan dulunya difungsikan sebagai toilet. Juga terlihat kabel dan […]

  • PDIP Kebumen

    Kesenian Rakyat Meriahkan Pendaftaran Bacaleg PDI-P Kebumen

    • calendar_month Jum, 12 Mei 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.390
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pertunjukan kesenian rakyat memeriahkan pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) PDI Perjuangan Kebumen, Kamis 11 Mei 2023. Tarian tradisional cepetan, kuda kepang hingga atraksi barongsai meramaikan pendaftaran Bacaleg partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Meski di tengah gerimis pawai dari kantor DPC PDI-P Kebumen di Jalan Sarbini 38 Kebumen menuju kantor KPU […]

  • DLHKP Terjunkan Petugas Kebersihan 24 Jam Selama Gelaran KIE

    DLHKP Terjunkan Petugas Kebersihan 24 Jam Selama Gelaran KIE

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.207
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sampah masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Perlu kesadaran dan pemahaman dari masing-masing individu dalam menyikapi persoalan sampah. Apalagi dengan adanya hajatan besar seperti gelaran Kebumen International Expo (KIE) di Alun-alun Kebumen sejak tanggal 25 Juni sampai 2 Juli 2022. Event Kebumen International Expo (KIE) 2022 ramai dikunjungi oleh masyarakat yang […]

  • TOT KKN MAs

    42 PTMA Se-Indonesia Ikuti TOT KKN MAs di Universitas Muhammadiyah Gombong

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.799
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 69 peserta yang berasal 42 Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia mengikuti Training of Trainer (TOT) Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah  (KKN MAs) di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO). Peserta TOT merupakan Kepala Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat dan Kepala Divisi PKM masing-masing perguruan tinggi. Kegiatan dalam rangka mempersiapkan KKN MAs […]

  • Kurangi Sampah Plastik, Pesantren Al Hasani Gunakan Besek untuk Salurkan Daging Kurban

    Kurangi Sampah Plastik, Pesantren Al Hasani Gunakan Besek untuk Salurkan Daging Kurban

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.389
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Sejumlah pihak mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah penyaluran daging kurban. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Al Hasani Jatimalang Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen. Pesantren ini menggunakan wadah besek sebagai pengganti plastik untuk membagikan daging kurban, Minggu (11/8/2019). Sedikitnya 600 besek dibeli dari para perajin untuk membagikan daging kurban […]

  • Suasana penyerahan hadiah televisi kepada pelanggan setia Muncul Group. (Foto: Istimewa)

    Manjakan Pelanggan Setia, Muncul Group Bagikan 200 Televisi Saat Pandemi Corona

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.147
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Di tengah pandemi Covid-19, Muncul Group (Automotif Division), Muncul Bursa Motor Gombong, Muncul Motor Kebumen dan Kawasaki Sentral Kebumen tetap memanjakan pelanggan setianya. Bagaimana tidak, menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H ini, Muncul Group membagikan 200 unit televisi LED 32 inchi kepada para pelanggan setia, Rabu 20 Mei 2020. Dalam acara […]

expand_less