Kebumen International Expo: Yang Internasional Apanya?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 5 Jun 2022
- visibility 55.812
- comment 0 komentar

Kebumen International Expo
Sampai saat ini tampaknya bau-bau internasional belum tercium jika menilik pada rilis panitia maupun penjelasan para pejabat di lingkungan Pemkab. Usaha mendatangkan pengunjung asing pun akan mengalami jalan terjal mengingat peta perjalanan global belum sepenuhnya pulih. Orang masih sangat selektif melakukan perjalanan lintas negara sekalipun berbagai pembatasan telah dicabut.
Sebagian pihak mulai menyangsikan label internasional ini. Bahkan ada yang menyatakan bahwa label ini terlalu memaksakan tanpa melihat kondisi riil pemerintah dan masyarakat Kebumen.
Napak Kabumian Nggayuh Kayangan
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Kebumen memberikan penjelasan tentang konsep internasional ini. Menurut Bupati, label internasional dalam perhelatan ini diharapkan tidak dipahami secara sederhana dan teknis, namun lebih mendasar ke dalam semangat dan harapan ke depan. Pelabelan internasional diharapkan menjadi pemacu dan inspirasi bagi pemerintah, pelaku usaha lokal dan masyarakat pada umumnya untuk mampu berkiprah lebih baik sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas bahkan pasar global.
Semangat ini sebenarnya sejak awal sudah dimunculkan lewat tagline kegiatan ini: Napak Kabumian, Nggayuh Kayangan. Terjemahan bebasnya: menapak bumi, meraih kayangan. Di sini ada semangat profetik untuk meraih kejayaan yang tinggi (kayangan) namun dengan tetap bertumpu pada potensi dan kondisi riil di lokal Kebumen. Dalam istilah yang sempat populer beberapa tahun lalu: think globally, act locally.
Sayangnya, seperti pernah terjadi di beberapa kebijakan Bupati sebelumnya, sistem komunikasi ke publik belum cukup memadai untuk memberikan pemahaman yang utuh. Publik hanya mendapatkan informasi sepotong-sepotong yang kerap menjadi semakin bias ketika larut dalam debat kusir ala media sosial. Gagasan besar dan mendasar tenggelam dibenam oleh hal-hal sampiran, mulai dari harga stand hingga hiruk-pikuknya panggung hiburan.
Memetik Manfaat Tepat
Apapun silang pendapat tentang perhelatan ini, layar telah terkembang, balon penanda telah mengudara. Langkah paling bijak adalah memetik manfaat sebesar-besarnya dari perhelatan ini, baik manfaat sesaat maupun manfaat di masa depan.
Bagi jajaran Pemerintah Kabupaten, ini sungguh menjadi momen pembelajaran (atau ujian) untuk sebuah kerja kolaboratif dan kreatif yang berorientasi pada dampak nyata. Bupati Arif Sugiyanto bisa jadi adalah bupati yang (dalam bahasa Prof Reynald Khasali) paling disruptif dalam sejarah Kebumen.







Saat ini belum ada komentar