Kebumen Butuh Maestro
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 22 Mei 2023
- visibility 1.837
- comment 0 komentar

Pentas tarian tradisional Jawa. (Foto: Canva.com)
Interaksi para pelatih tari lokal dengan Denny Malik, sejak proses perencanaan, latihan hingga pengelolaan pagelaran pastilah akan memberikan banyak ilmu dan pengalaman. Selepas KIE nanti dapat dipastikan dunia tari Kebumen akan semakin diperkaya oleh pengalaman-pengalaman baru.
Tentu proses ini menyaratkan adanya kerendahan hati dan kemauan belajar para pelaku lokal. Dunia tari dan seni pertunjukan di Kebumen yang mungkin selama ini dipandang baik-baik saja dengan kualitas yang tidak mengecewakan, tiba-tiba dipaksa melihat keluar dan mesti mengakui masih begitu banyak hal yang bisa ditingkatkan, masih ada banyak lapisan langit yang mesti diraih.
Artist-in-Residence
Dalam dunia pemajuan seni budaya, ada program yang disebut dengan artist in residence. Ini adalah sebuah program mendatangkan seorang pelaku seni budaya (artist = seniman) berkualitas ke suatu daerah dan tinggal untuk waktu tertentu. Di sana sang seniman diwajibkan untuk berkarya dan berinteraksi dengan seniman lokal. Hasil akhir dari program ini adalah terwujudnya karya bersama sang maestro bersama seniman lokal, yang dalam prosesnya tentu terjadi pertukaran ilmu dan wawasan.
Program ini biasanya didanai oleh yayasan, lembaga donor atau pemerintah pengundang. Jika kita menelusuri dunia maya, akan mudah dijumpai berbagai tawaran residensi artist, bahkan juga bagi seniman Indonesia yang berminat untuk belajar dan berkarya di pusat-pusat kebudayaan dunia.
Sebagai sebuah kabupaten yang tengah gencar mengolah potensi-potensi tak bendanya, utamanya energi kreatif warga, sudah selayaknya Pemkab Kebumen dan komunitas kreatif berpikir untuk melaksanakan program ini. Dalam konteks kolaborasi antar-institusi, Pemerintah Kabupaten (i.e Dinas Kebudayaan) harus mulai menempatkan pembentukan jejaring sebagai prioritasnya. Ritme kerja yang larut dalam ‘hiruk pikuk’ mesti bisa diubah menjadi lebih tertata, kolaboratif dan memiliki dampak berkelanjutan.
Bagaimana Maestro Lokal
Ada satu pepatah lama “seorang nabi tak pernah dihormati di kampung halamannya”. Begitu juga mungkin nasib para maestro di lingkungan lokalnya. Karena itulah jadi kewajiban kita bersama untuk menciptakan ruang-ruang karya bagi maestro lokal kita sembari mendorong untuk terus meningkatkan kualitas karyanya.








Saat ini belum ada komentar