Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Kebumen Butuh Maestro

Kebumen Butuh Maestro

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
  • visibility 1.946
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Interaksi para pelatih tari lokal dengan Denny Malik, sejak proses perencanaan, latihan hingga pengelolaan pagelaran pastilah akan memberikan banyak ilmu dan pengalaman. Selepas KIE nanti dapat dipastikan dunia tari Kebumen akan semakin diperkaya oleh pengalaman-pengalaman baru.

Tentu proses ini menyaratkan adanya kerendahan hati dan kemauan belajar para pelaku lokal. Dunia tari dan seni pertunjukan di Kebumen yang mungkin selama ini dipandang baik-baik saja dengan kualitas yang tidak mengecewakan, tiba-tiba dipaksa melihat keluar dan mesti mengakui masih begitu banyak hal yang bisa ditingkatkan, masih ada banyak lapisan langit yang mesti diraih.

Artist-in-Residence

Dalam dunia pemajuan seni budaya, ada program yang disebut dengan artist in residence. Ini adalah sebuah program mendatangkan seorang pelaku seni budaya (artist = seniman) berkualitas ke suatu daerah dan tinggal untuk waktu tertentu. Di sana sang seniman diwajibkan untuk berkarya dan berinteraksi dengan seniman lokal. Hasil akhir dari program ini adalah terwujudnya karya bersama sang maestro bersama seniman lokal, yang dalam prosesnya tentu terjadi pertukaran ilmu dan wawasan.

Program ini biasanya didanai oleh yayasan, lembaga donor atau pemerintah pengundang. Jika kita menelusuri dunia maya, akan mudah dijumpai berbagai tawaran residensi artist, bahkan juga bagi seniman Indonesia yang berminat untuk belajar dan berkarya di pusat-pusat kebudayaan dunia.

Sebagai sebuah kabupaten yang tengah gencar mengolah potensi-potensi tak bendanya, utamanya energi kreatif warga, sudah selayaknya Pemkab Kebumen dan komunitas kreatif berpikir untuk melaksanakan program ini. Dalam konteks kolaborasi antar-institusi, Pemerintah Kabupaten (i.e Dinas Kebudayaan) harus mulai menempatkan pembentukan jejaring sebagai prioritasnya. Ritme kerja yang larut dalam ‘hiruk pikuk’ mesti bisa diubah menjadi lebih tertata, kolaboratif dan memiliki dampak berkelanjutan.

Bagaimana Maestro Lokal

Ada satu pepatah lama “seorang nabi tak pernah dihormati di kampung halamannya”. Begitu juga mungkin nasib para maestro di lingkungan lokalnya. Karena itulah jadi kewajiban kita bersama untuk menciptakan ruang-ruang karya bagi maestro lokal kita sembari mendorong untuk terus meningkatkan kualitas karyanya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Kebumen

    GP Ansor Kebumen Adakan Lomba Baca Kitab Kuning, Ini Juaranya

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.297
    • 0Komentar

    Kang Adi, sapaan akrabnya menyebutkan bahwa kitab kuning merupakan salah satu landasan penting cara berpikir para ulama NU dalam memahami Islam secara konprehensif. Kalangan pesantren harus mempertahankan nilai-nilai lama yang baik menciptakan hal-hal yang lebih baik lagi. Keduanya harus dilakukan dengan masih berpegangan dengan nilai-nilai luhur yang ada pada masa lalu. “Kitab kuning adalah kitab […]

  • Kecalakaan Maut

    Kecelakaan Maut di Jalur Pansela, Tiga Warga Desa Tegalretno Meninggal

    • calendar_month Sel, 13 Feb 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.748
    • 0Komentar

    Video pascakecelakaan itu beradar di linimasa. Tampak sejumlah warga berupaya mengevakuasi seorang korban ke atas bak mobil terbuka. Sedangkan satu korban tampak tergeletak dengam tubuh tertutup daun pisang. Selain itu, satu korban lain terjepit pada bagian kabin mobil pickup. Kronologi Kejadian Masih Belum Jelas  Bagaimana kronologi kejadian masih belum jelas. Sebab, saat kejadian kondisi di […]

  • Virtual Tour Gombong, Strategi Milangkori Hadapi Pandemi

    Virtual Tour Gombong, Strategi Milangkori Hadapi Pandemi

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.539
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Pandemi Covid-19 membuat hampir semua sektor terpuruk. Industri pariwisata adalah salah satu bidang yg mengalami dampak paling parah. Para pelaku usaha mesti pintar-pintar bersiasat agar kas usaha tak kering. Salah satu terobosan dilakukan oleh Milangkori Cultural Tour, biro wisata spesialis edukasi, budaya dan sejarah yang berbasis di Gombong. Bekerjasama dengan marketplace nasional […]

  • Bekali Calon Lulusan, Ini yang Dilakukan Stikes Gombong

    Bekali Calon Lulusan, Ini yang Dilakukan Stikes Gombong

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.515
    • 0Komentar

    Wajib Bagi Calon Alumni Materi pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah dalam menjalankan profesi disampaikan oleh dokter Agus Taufiqurrohman MKes SpS.  KH Mudhofir menyampaikan materi keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah. Materi tuntunan ibadah sesuai tarjih oleh Dr Ibnu Hasan SAg MSi, terkait ibadah mahdlah dan nawafil disampaikan oleh Prof Dr Suparman Syukur MAg.  Pada bagian lain […]

  • Angka Lakalantas

    Tiga Siap Ini Tekan Angka Lakalantas, Point Berikutnya Justru Paling Penting

    • calendar_month Sel, 9 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.567
    • 0Komentar

    “Siap diri yang artimya memastikan badan dalam keadaan fit, tidak mengantuk, serta dalam kondisi sehat. Sedangkan siap kendaraan, kendaraan yang digunakan dalam keadaan layak jalan, tidak berlebihan dalam memodifikasi dan tidak mengganggu kendaraan lain,” ujar AKP Tejo Suwono menjelaskan. Soroti Pelajar Kendarai Sepeda Motor Adapun untuk siap tertib, seluruh pengendara wajib patuh terhadap aturan lalu-lintas, […]

  • Berbekal 310 Anak Kunci, Pria Ini Satroni Kamar Kos Mahasiswi

    Berbekal 310 Anak Kunci, Pria Ini Satroni Kamar Kos Mahasiswi

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 11.626
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate.com) – Ada-ada saja modus operandi pelaku pencurian dalam melakukan aksinya. Seperti yang dilakukan oleh seorang residivis kambuhan bernama Bayu Kurniawan (31). Dalam melakukan aksinya  dia membekali dirinya dengan 310 anak kunci sebagai alat untuk mencuri. Pria asal Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu beraksi di sebuah kamar kos di Dukuh Kruwet, […]

expand_less