Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Kebumen Butuh Maestro

Kebumen Butuh Maestro

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
  • visibility 1.887
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Interaksi para pelatih tari lokal dengan Denny Malik, sejak proses perencanaan, latihan hingga pengelolaan pagelaran pastilah akan memberikan banyak ilmu dan pengalaman. Selepas KIE nanti dapat dipastikan dunia tari Kebumen akan semakin diperkaya oleh pengalaman-pengalaman baru.

Tentu proses ini menyaratkan adanya kerendahan hati dan kemauan belajar para pelaku lokal. Dunia tari dan seni pertunjukan di Kebumen yang mungkin selama ini dipandang baik-baik saja dengan kualitas yang tidak mengecewakan, tiba-tiba dipaksa melihat keluar dan mesti mengakui masih begitu banyak hal yang bisa ditingkatkan, masih ada banyak lapisan langit yang mesti diraih.

Artist-in-Residence

Dalam dunia pemajuan seni budaya, ada program yang disebut dengan artist in residence. Ini adalah sebuah program mendatangkan seorang pelaku seni budaya (artist = seniman) berkualitas ke suatu daerah dan tinggal untuk waktu tertentu. Di sana sang seniman diwajibkan untuk berkarya dan berinteraksi dengan seniman lokal. Hasil akhir dari program ini adalah terwujudnya karya bersama sang maestro bersama seniman lokal, yang dalam prosesnya tentu terjadi pertukaran ilmu dan wawasan.

Program ini biasanya didanai oleh yayasan, lembaga donor atau pemerintah pengundang. Jika kita menelusuri dunia maya, akan mudah dijumpai berbagai tawaran residensi artist, bahkan juga bagi seniman Indonesia yang berminat untuk belajar dan berkarya di pusat-pusat kebudayaan dunia.

Sebagai sebuah kabupaten yang tengah gencar mengolah potensi-potensi tak bendanya, utamanya energi kreatif warga, sudah selayaknya Pemkab Kebumen dan komunitas kreatif berpikir untuk melaksanakan program ini. Dalam konteks kolaborasi antar-institusi, Pemerintah Kabupaten (i.e Dinas Kebudayaan) harus mulai menempatkan pembentukan jejaring sebagai prioritasnya. Ritme kerja yang larut dalam ‘hiruk pikuk’ mesti bisa diubah menjadi lebih tertata, kolaboratif dan memiliki dampak berkelanjutan.

Bagaimana Maestro Lokal

Ada satu pepatah lama “seorang nabi tak pernah dihormati di kampung halamannya”. Begitu juga mungkin nasib para maestro di lingkungan lokalnya. Karena itulah jadi kewajiban kita bersama untuk menciptakan ruang-ruang karya bagi maestro lokal kita sembari mendorong untuk terus meningkatkan kualitas karyanya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyelewengan Pupuk Bersubsidi: Direktur CV LM Jadi Tersangka, Ajukan Praperadilan

    Penyelewengan Pupuk Bersubsidi: Direktur CV LM Jadi Tersangka, Ajukan Praperadilan

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.001
    • 0Komentar

    Tidak hanya itu, Dedi kembali menjelaskan bahwa (AS) terbukti dalam persidangan melakukan penyelewengan terhadap rekening dan ATM kliennya (L) yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. “Dalam persidangan terungkap, dia (AS) menyalurkan pupuk ke KPL (Kios Penyalur Pupuk Lengkap) yang seharusnya tidak disalurkan. Bahkan klien kami adalah orang yang mengetahui penyelewengan. Secara tidak sengaja klien kami melihat […]

  • Bermain Petasan

    Tarawih di Desa Tanggulangin, Bupati Arif Sugiyanto Minta Warga Tak Bermain Petasan

    • calendar_month Jum, 15 Mar 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.055
    • 0Komentar

    “Kalau ada anak main petasan, orangtua harus bisa menegur. Lebih baik diarahkan untuk membeli mainan yang lebih aman dan bermanfaat. Saya kira peran orangtua di sini sangat penting untuk mengawasi dan membimbing anaknya agar jangan sampai hal-hal buruk terjadi,” terang Bupati seraya berharap semua ingin menjalani Ramadan dengan penuh keberkahan dan keselamatan. Ingatkan Warga Selalu […]

  • Kesepian di Keramaian: Fenomena Anak Muda yang Terlihat Bahagia Tapi Hampa

    Kesepian di Keramaian: Fenomena Anak Muda yang Terlihat Bahagia Tapi Hampa

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Di media sosial, mereka tertawa, nongkrong, pamer pencapaian. Tapi di balik layar, banyak anak muda yang menyimpan perasaan sepi, bahkan saat dikelilingi orang. Fenomena ini disebut loneliness in the crowd—merasa sendirian di tengah keramaian. Kesepian bukan berarti tak punya teman. Justru banyak yang merasa hampa walau punya banyak interaksi sosial. Ini bukan hal sepele. Riset […]

  • Cerpen Sebentuk Hati

    Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.719
    • 0Komentar

    Malik terguncang hebat mendengar apa yang dikatakan kekasihnya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa. “Aku cinta banget sama kamu, sayang banget. Tapi aku gak mau kamu jadi anak durhaka. Aku gak mungkin bawa kamu kabur. Itu gak akan mungkin aku lakuin Ri. Ikuti kemauan bapak ibumu, aku ikhlas, Ri..,” jawab Malik dengan tangis tertahan. “Lantas […]

  • Reza Mardhika

    Reza Mardhika Persunting Putri Anggota DPR RI, Resepsi Dihadiri Ketua Umum Parpol Hingga Menteri

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 19.328
    • 0Komentar

    Prosesi akad nikah dihadiri keluarga kedua mempelai. Tampak kedua orang tua Reza Mardhika yakni pengusaha asal Gombong yang juga mantan Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad SE bersama ibunda Hj Lilis Nuryani. Kemudian terlihat pula orang tua Arin, sapaan karib Fajrina Khairiza, Amelia Anggraini dan Lisa Herawati dalam prosesi tersebut. Sejumlah sahabat Amelia Anggraini […]

  • Sejumlah 3.000 Anak Yatim dari 26 Kecamatan di Kabupaten Kebumen Terima Santunan

    Sejumlah 3.000 Anak Yatim dari 26 Kecamatan di Kabupaten Kebumen Terima Santunan

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    Tidak Hanya pada Bulan Muharram  Tak hanya itu, bupati juga berharap bahwa santunan semacam ini tidak hanya dilakukan pada bulan Muharram, tetapi juga bisa dalam keseharian. “Mudah-mudahan jadi kebiasaan. Karena sangat bermanfaat untuk mereka yang sangat membutuhkan, dan Insya Allah akan kembali ke diri kita juga,” ucapnya. Ketua Baznas Kebumen Bambang Sucipto menambahkan bahwa tujuan […]

expand_less