Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kesepian di Keramaian: Fenomena Anak Muda yang Terlihat Bahagia Tapi Hampa

Kesepian di Keramaian: Fenomena Anak Muda yang Terlihat Bahagia Tapi Hampa

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
  • visibility 333
  • comment 0 komentar

Di media sosial, mereka tertawa, nongkrong, pamer pencapaian. Tapi di balik layar, banyak anak muda yang menyimpan perasaan sepi, bahkan saat dikelilingi orang. Fenomena ini disebut loneliness in the crowd—merasa sendirian di tengah keramaian.

Kesepian bukan berarti tak punya teman. Justru banyak yang merasa hampa walau punya banyak interaksi sosial. Ini bukan hal sepele. Riset dari Harvard University menyebutkan bahwa rasa kesepian yang kronis bisa berdampak langsung pada kesehatan mental, termasuk meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan bahkan penurunan fungsi kognitif.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Dara pafidara.org  merujuk Journal of Social and Clinical Psychology (2018) menyebutkan, anak muda yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di media sosial lebih rentan mengalami perasaan kesepian.

Pasalnya, mereka lebih sering membandingkan hidup dengan orang lain, merasa tidak cukup, dan kehilangan kedekatan nyata dalam relasi sehari-hari.

Beberapa tanda kamu mungkin sedang mengalaminya:

  • Merasa tidak dipahami, bahkan oleh orang terdekat.
  • Tidak punya tempat aman untuk bercerita secara jujur.
  • Merasa “kosong” meskipun punya jadwal padat.
  • Hubungan terasa dangkal, hanya sebatas basa-basi.

Kenapa Bisa Merasa Sendiri di Tengah Ramai?

  • Kurangnya Koneksi yang Bermakna: Kita bisa aja dikelilingi banyak orang, tapi kalau interaksinya cuma basa-basi atau nggak ada obrolan yang mendalam, ya tetep aja berasa sendiri. Kayak cuma numpang lewat aja gitu.
  • Perasaan Tidak Dipahami: Kadang, meski ada teman atau kenalan, kita ngerasa nggak ada yang bener-bener ngertiin apa yang kita rasain atau pikirin. Ini bisa bikin jarak emosional meskipun lagi bareng-bareng.
  • Fokus ke Diri Sendiri: Di tengah keramaian, apalagi kalau lagi nggak kenal banyak orang, kita jadi lebih fokus ke diri sendiri. Pikiran-pikiran pribadi, kekhawatiran, atau bahkan insecurity bisa bikin kita ‘menutup diri’ dari interaksi.
  • Perbandingan Sosial: Liat orang lain ketawa-ketiwi bareng temen-temennya kadang malah bikin kita makin ngerasa sendiri, apalagi kalau kita lagi nggak punya support system yang kuat saat itu.
  • Pengaruh Media Sosial: Ironisnya, sering mantengin sosmed di tengah keramaian juga bisa bikin lonely. Kita jadi lebih fokus sama highlight orang lain daripada interaksi langsung di sekitar kita.

Solusinya? Kembali ke koneksi yang bermakna. Bangun hubungan yang jujur, bukan hanya “rame-rame” demi konten. Cari komunitas yang punya nilai sama, dan jangan ragu membuka percakapan lebih dalam. Kadang satu teman yang benar-benar mendengar lebih berarti dari seratus likes.

Intinya sih, loneliness in the crowd itu kayak paradoks. Kita ada di tengah banyak orang, tapi hati tetep berasa sepi. Tapi, dengan sedikit usaha buat lebih aktif berinteraksi dan fokus ke koneksi yang bermakna, pelan-pelan rasa sepi itu bisa kok berkurang.

Kalau perasaan kesepian terus berlangsung dan mulai mengganggu aktivitas, konsultasi ke profesional sangat disarankan. Bukan lemah, justru itu bentuk kekuatan: berani jujur dan mencari bantuan.

Disclaimer: Artikel ini hanya sebagai informasi umum. Jika kamu merasa mengalami gangguan mental karena kesepian, sebaiknya segera hubungi tenaga kesehatan profesional untuk bantuan lebih lanjut.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanyut di Sungai

    Hanyut di Sungai, Remaja di Petanahan Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Kam, 31 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.282
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Seorang remaja dilaporkan hanyut di Sungai Rama Desa Kewangunan, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Rabu 30 Maret 2022. Korban diketahui berinisial Amri Saiful Bahri (18) warga Desa Karangduwur, Kecamatan Petanahan, Kebumen ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sebelum hanyut, remaja laki-laki tersebut diketahui berada mandi di sungai sekitar pukul 14.30 wib. Korban diduga tidak bisa […]

  • Tabrak Lari

    Satlantas Kebumen Amankan Supir Truk Tabrak Lari, Dua Korban Pelajar SMK

    • calendar_month Jum, 7 Jan 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.922
    • 0Komentar

    KEBUMEN (Kebumenpdate.com) – Satlantas Polres Kebumen akhirnya berhasil mengamankan sopir truk yang kabur usai menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Kebumen (Raya Lingkar Selatan Kebumen) persisnya di timur SPBE Desa Kewayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen. Sopir truk tersebut berinisial St (50) warga Desa Semali, Kecamatan Sempor, Kebumen diamankan di tempatnya bekerja gudang semen di Desa Wero, […]

  • Mitos Tempat Sakral Terbantahkan: Panembahan di Desa Sampang Mulai Bergerak, Warga Diminta Waspada

    Mitos Tempat Sakral Terbantahkan: Panembahan di Desa Sampang Mulai Bergerak, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 558
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pergerakan tanah di Desa Sampang Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen setelah pergerakan yang kian mengkhawatirkan sejak kemunculan awalnya pada 11 November 2025. Guna penanganan lebih lanjut, Bupati menerima hasil kajian geologi dari Badan Geologi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) di Gedung A, Jumat 5 […]

  • Lolos Seleksi, Bupati Serahkan SK Pengangkatan PPPK untuk 107 Nakes

    Lolos Seleksi, Bupati Serahkan SK Pengangkatan PPPK untuk 107 Nakes

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.481
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Usai mengikuti uji kompetensi, sejumlah 107 tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan Pemkab Kebumen diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari 107 nakes tersebut, 11 di antaranya merupakan dokter. Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK diberikan langsung oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di ruang kerjanya, kompleks Pendopo Kabumian, Selasa 17 Mei […]

  • Wisata Khusus

    Wisata Minat Khusus, Peluang Baru di Masa Pandemi

    • calendar_month Sel, 12 Jan 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.695
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Tahun ini ditengarai masih menjadi masa berat bagi industri pariwisata. Terpuruknya dunia pariwisata sebagai dampak pandemi Covid-19 bukan berarti kegiatan pariwisata harus mati. Hanya saja dibutuhkan kejelian membaca pergeseran pasar serta menangkap munculnya peluang-peluang baru. Seperti dilakukan oleh Biro Wisata Milangkori yang menolak mati akibat pandemi. Siapkan Strategi Agar Eksis di Tengah […]

  • Bakar Sampah di Pekarangan, Seorang Lansia Ikut Terbakar, Berikut Kronologinya

    Bakar Sampah di Pekarangan, Seorang Lansia Ikut Terbakar, Berikut Kronologinya

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    ROWOKELE (KebumenUpdate.com) – Peristiwa tragis yang terjadi di Desa/Kecamatan Rowokele perlu menjadi bahan pembelajaran bagi kita. Pasalnya, seorang lansia bernama Supardi (84), ditemukan meninggal dunia saat membakar daun dan ranting bambu di pekarangan rumahnya, Rabu 30 Oktober 2024, sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian bermula ketika Nurul Mufid (40), keponakan korban, melihat api menyala di belakang […]

expand_less