Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Belajar dari Gua Petruk: Sebuah Perjalanan yang Terhalang Kebijakan Sekolah

Belajar dari Gua Petruk: Sebuah Perjalanan yang Terhalang Kebijakan Sekolah

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
  • visibility 4.240
  • comment 0 komentar

“Sebuah bangsa tidak akan kekurangan sosok pemimpin selama pemudanya sering berpetualang di hutan, gunung, dan lautan.” (Henry Dunant)

BARU tiga minggu yang lalu, tepatnya Minggu 24 Agustus 2025, saya bersama 12 pengurus ekstrakurikuler pecinta alam Gaspala melakukan survei ke Gua Petruk. Satu dari sekian banyak objek wisata yang masuk ke dalam kawasan Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp).

(Semestinya) ini akan menjadi kegiatan pertama mereka sebagai pengurus. Namun sungguh tak disangka, kegiatan yang sudah rutin tiap tahun dilaksanakan, namun kali ini ditolak oleh sekolah. Alasannya: kegiatan ini berbahaya.

“Jadi survei? Kalau jadi, jangan lupa bawa helm posko, senter, pakaian ganti, dan bersepatu. Insyaallah ketemu di sana ya!” pesan saya pada salah satu pengurus.

Minggu pagi itu saya masih harus menyelesaikan pekerjaan di Desa Sidayu Kecamatan Gombong dan Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor.

Lalu kami sepakat bertemu di area parkir objek wisata Gua Petruk di Dusun Mandayana Desa Candirenggo Kecamatan Ayah sekitar jam 10 pagi.

Tidak banyak perbedaan dari sejak pertama kali ke Gua Petruk di tahun 2004 silam. Halaman parkirnya masih sama. Sangat luas dengan aspalnya yang mulai mengelupas dan sebuah pohon ficus di tengahnya.

Saya lupa sudah berapa kali mengunjungi Gua Petruk dan masuk ke dalamnya. Mungkin ada sekitar 15 kali.

Tiket Masuk Gua Petruk 

Harga tiketnya saat ini Rp20.500/orang khusus Sabtu-Minggu, dan Rp15.000/orang untuk Senin-Jumat. Adapun untuk parkir sepeda motor dikenakan biaya Rp5.000/kendaraan.

Lalu membayar tiket dengan sedikit negosiasi agar diberi potongan harga saat kegiatan kami nanti berlangsung. Walau akhirnya batal dilaksanakan.

Menyusuri jalan setapak dengan permukaannya yang sedikit berlumut, pengunjung akan disuguhi kolam renang mini di sisi kiri. Sumber airnya berasal dari curug di sekitar lokasi.

Mungkin ada sekitar 15 menit waktu yang ditempuh untuk menuntaskan anak tangga menuju mulut Gua Petruk. Bisa lebih jika sering berhenti untuk istirahat.

Sampai di mulut gua, terlihat beberapa pelajar sedang melakukan kegiatan turun tebing (rapeling) dari lantai atas gua. Belakangan saya ketahui mereka berasal dari salah satu sekolah di Rowokele.

Sontak anak-anak Gaspala terkagum dengan aktivitas mereka. Berhenti sejenak dan melihat ke langit-langit gua.

Setelah berdoa, kami bertiga belas berjalan beriringan masuk ke dalamnya. Aliran sungai bawah tanah menyambut kami dengan suara gemericiknya. Ditambah rasanya yang dingin ketika air tersebut menembus sepatu kami dan menyentuh kulit kaki.

Masuk lebih dalam, aroma kotoran kelelawar (guano) mulai menusuk hidung. Mau tidak mau, langkah kaki dipercepat agar segera meninggalkan area tersebut.

Dari pengamatan, sepanjang perjalanan di lorong gua mulai terpasang rambu-rambu petunjuk arah dengan warna dasar putih dan merah menyala. Ini cukup membantu bagi pengunjung yang baru pertama kali masuk ke Gua Petruk.

Tidak hanya rambu-rambu, usai melewati spot batu lonceng kondisi permukaan tanah juga tampak dikeruk lebih dalam. Jika biasanya di area ini pengunjung akan berjongkok hingga merayap untuk dapat melewati lorongnya, namun dengan dikeruk lapisan tanahnya maka cukup dengan sedikit merunduk.

Hingga sampai pada lokasi yang mulai terlihat semburat cahaya dari ujung gua, kami sepakat berhenti. Diskusi sebentar, lalu diputuskan kembali ke titik awal.

Kegiatan penelusuran gua (caving) masuk ke dalam wisata minat khusus, yang mana biasanya peminatnya adalah mereka yang hobi berkegiatan di alam terbuka.

Tentu sebelum masuk gua ada sejumlah prasyarat yang harus diketahui dan dipatuhi. Mulai dari kode etik penelusuran gua, hingga memakai perlengkapan standar. Bahkan jauh sebelum itu, ada materi kelas tentang speleologi.

Ada sisi positif dari kegiatan ini. Mulai dari aspek fisik, mental, sosial, hingga aspek pengetahuan yang mana bagian dari pendidikan karakter.

Dengan keindahan ornamen batuannya dan sensasi petualangan yang memukau, tidak heran jika Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani rela datang ke sini bulan Mei lalu. Tidak lain untuk mempromosikan objek wisata Gua Petruk sekaligus Kebumen UNESCO Global Geopark.

Maka ketika kegiatan caving ini dilarang oleh pihak sekolah dengan alasan berbahaya, menjadi sebuah tanda tanya besar.

Mulai dari alasan cuaca hingga membandingkan dengan ambruknya bangunan di Bogor saat acara pengajian. Sungguh korelasi yang kurang pas.

Pun ketika saya tawarkan opsi lainnya ke Gua Silodong di Karangsambung yang juga sering disinggahi Gaspala rentang tahun 2007-2012, tetap saja ditolak dengan alasan yang sama: berbahaya.

Ketika rasa pesimis sudah menghampiri namun tidak ingin kehilangan anggaran yang sebagian diambil dari dana BOS tersebut, maka muncul opsi jika anggaran dialihkan untuk kegiatan reboisasi bakau (adiwiyata).

Yang mana jawabannya pun masih mengambang karena khawatir dengan lokasinya yang dekat pantai. Meski sudah dibantu dijelaskan olah kesiswaan bahwa Gaspala sudah cukup sering mengadakan reboisasi bakau.

Toh kegiatan reboisasi bakau secara tidak langsung ikut membawa nama baik sekolah, berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan, dan turut berkontribusi dalam penilaian sekolah adiwiyata.

Sebagai penutup, rasanya kita sepakat bahwa ‘bahaya’ dan ‘risiko’ ada untuk dihadapi dan dikelola dengan baik. 

Ketika ada upaya untuk menghilangkan proses belajar tentang risiko, maka tidak heran jika yang muncul adalah para safety player, yang jumlahnya semakin banyak di negeri ini. Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Kebumen Sudah Berlaku Larangan Penjualan Gas Melon Lewat Pengecer

    Di Kebumen Sudah Berlaku Larangan Penjualan Gas Melon Lewat Pengecer

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.659
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Adanya larangan penjualan gas melon (LPG 3 kilogram) melalui pengecer mulai 1 Februari 2025, Kepala Disperindag KUKM Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sudah berlaku di Kebumen sesuai dengan keputusan pemerintah pusat. “Prinsipnya kita mengikuti kebijakan dari pusat. Jadi begitu sudah ada aturannya, maka penjualan gas LPG 3 kilogram sekarang […]

  • Pengiriman Ketiga, KPU Kebumen Terima 6.700 Kotak Suara dari Total Kebutuhan 24.207

    Pengiriman Ketiga, KPU Kebumen Terima 6.700 Kotak Suara dari Total Kebutuhan 24.207

    • calendar_month Ming, 3 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – KPU Kabupaten Kebumen kembali menerima kotak suara sejumlah 2.200 buah, Minggu 3 Desember 2023. Adapun pihak penyedia kotak suara adalah PT Surya Prima Semesta dari Sidoarjo. Ditemui di gudang logistik, Kasubbag Keuangan Umum dan Logistik KPU Kebumen Rizkia Farikha mengatakan bahwa kedatangan kotak suara kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Baca juga: Terima […]

  • New Rehap

    New Rehap 2.0 BPJS Kesehatan, Kemudahan Bagi Peserta Mandiri yang Menunggak

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan memberikan angin segar bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang memiliki tunggakan iuran. Program New Rehap 2.0 hadir sebagai solusi, menawarkan kemudahan dan keringanan pembayaran. Berbeda dengan program sebelumnya yang hanya fokus pada cicilan tunggakan, Rehap 2.0 mengintegrasikan pembayaran tunggakan dengan tagihan iuran berjalan. Artinya, setelah seluruh […]

  • KPU Kebumen

    KPU Kebumen Tetapkan 1,08 Juta Pemilih dalam Rekapitulasi PDPB Triwulan II 2025

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 348
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2025 di Aula Kantor KPU Kebumen, Rabu, 2 Juli 2025. Rapat dipimpin oleh Ketua KPU Kebumen Dzakiatul Banat, didampingi empat komisioner lainnya, yaitu Heri Purnama, Muhammad Sobir, Joko Paripurno, dan Endra Prasetia. Sekretaris […]

  • Sat Resnarkoba Polres Kebumen Jalankan Test Urine untuk Pengunjung dan Karyawan Cafe Karaoke

    Sat Resnarkoba Polres Kebumen Jalankan Test Urine untuk Pengunjung dan Karyawan Cafe Karaoke

    • calendar_month Kam, 28 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Test urine dijalankan oleh Sat Resnarkoba Polres Kebumen kepada para karyawan dan pengunjung di dua cafe karaoke yang ada di wilayah Kebumen, Rabu 27 Desember 2023. Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasat Resnarkoba AKP Khusen Martono menjelaskan bahwa total ada 23 sample yang dilakukan test urine. Dari 23 sampel, semua hasilnya negatif […]

  • Tim dari PMI dan BPBD Kebumen saat akan mengevakuasi jasad korban. (Foto: Dok. PMI Kebumen)

    Warga Peniron Meninggal di Sungai Lukulo, Ini Sebabnya

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 17.932
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di pinggir Sungai Luk Ulo masuk wilayah Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Kamis 7 Mei 2020 sekira pukul 08.30 WIB. Belakangan korban diketahui bernama Jimun (48) warga Dukuh Watucagak, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kebumen. Posisi Korban Terlentang di Pinggir Sungai Jasad korban pertama kali ditemukan […]

expand_less