Tiga Hari Ayah Meninggal, Anak Perempuannya Hanya Terdiam di Dalam Rumah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 2 Mar 2026
- visibility 619
- comment 0 komentar

Polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. (Foto: Dok. Polres Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bau menyengat yang tercium dari sebuah rumah di Desa Menganti, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, akhirnya membuka sebuah kisah sunyi yang memilukan. Warga yang datang memeriksa rumah itu pada Senin 2 Maret 2026 menemukan Wasiyun (70) telah meninggal dunia di dapur rumahnya.
Di dalam rumah yang sama, anak perempuan korban hanya terdiam, diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB setelah warga mencurigai bau tidak sedap dari rumah korban. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada perangkat desa yang bersama warga mendatangi lokasi.
Saat pintu rumah dibuka dan bagian dalam diperiksa, warga mendapati Wasiyun sudah tergeletak di lantai dapur dalam kondisi jenazah mulai membusuk. Di dalam rumah itu pula, anak perempuan korban ditemukan masih berada di tempat tersebut.
Namun perempuan tersebut hanya duduk diam dan tidak memberikan respons kepada warga yang datang. Warga menduga ia mengalami gangguan kejiwaan sehingga tidak mampu memahami kondisi yang terjadi pada ayahnya ataupun meminta pertolongan kepada tetangga.
Tinggal Bersama Anak Perempuan dengan Gangguan Jiwa
Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas dan selama ini tinggal bersama anak perempuannya. Sejumlah kerabat juga masih rutin datang menjenguk setiap beberapa hari sekali.
Menurut keterangan warga, Wasiyun terakhir terlihat pada Sabtu 28 Februari 2026 saat membeli es teh di sekitar rumahnya. Saat itu ia disebut sedang dalam kondisi kurang sehat.
Di dekat tubuh korban, petugas menemukan obat jenis Amosterra serta alat pembuat rokok lintingan. Amosterra adalah obat yang mengandung zat aktif tamsulosin hydrochloride, yang biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan buang air kecil akibat pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) pada pria.
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Sruweng, tim Inafis Polres Kebumen, serta relawan PMI Kebumen mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kebumen untuk pemeriksaan medis luar. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Polisi Tidak Menemukan Tanda-tanda Kekerasan
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
“Dari hasil olah TKP Polres Kebumen bersama Polsek Sruweng, tim Inafis, serta pemeriksaan medis sementara, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut,” jelas Kapolres.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik rumah-rumah yang tampak biasa, kadang tersimpan kisah kesepian dan kerentanan yang tidak selalu terlihat. Kepedulian lingkungan sekitar menjadi salah satu faktor penting agar kondisi serupa dapat segera diketahui dan ditangani.







Saat ini belum ada komentar