Breaking News
light_mode
Beranda » News » Edukasi » Pesantren Al Huda Jatis 143 Tahun Pertahankan Tradisi Salaf, Bermula Dari Anak Petani

Pesantren Al Huda Jatis 143 Tahun Pertahankan Tradisi Salaf, Bermula Dari Anak Petani

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 1 Apr 2023
  • visibility 7.725
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah perkembangan zaman keberadaan pondok pesantren masih eksis sebagai lembaga pendidikan masyarakat. Sejak ratusan tahun silam, lembaga pendidikan tertua di Indonesia itu tetap bertahan. Salah satunya yang masih eksis di Kebumen adalah Pondok Pesantren Al Huda di Dusun Jetis Desa Kutosari, Kebumen.

Dalam pendidikannya pesantren yang berdiri sekitar tahun 1.880 itu menganut sistem salaf. Yakni, setiap pembelajarannya selalu memakai dasar kitab karangan ulama salaf atau kitab salaf yang sering disebut kitab gundul atau kitab kuning. Hingga 143 tahun berdiri, pesantren yang dirintis oleh KH Abdurrahman itu masih mempertahankan tradisi salaf.

Agar santri mampu membaca kitab tersebut mereka wajib menguasai lmu-ilmu alat seperti nahwu, shorof, balaghoh, mantiq dan sebagainya. Seperti halnya pesantren tradisional lainnya, kitab yang diajarkan seperti kitab Al-Jurumiyah, Qowa’idul ‘Irob sebagai ilmu dasar, kitab ‘Imrithi, dan Alfiyah Ibnu Malik.

Selain mempelajari ilmu alat, santri juga mempelajari tentang cara-cara membaca Alqur’an. Setiap santri diwajibkan mengetahui cara mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan fasih, hukum-hukum bacaan Al Qur’an (ilmu tajwid), menghafal sebagian dari Al Qur’an.

Baca Juga: Bupati Kebumen Dorong Kemajuan Pesantren

Adapun pelajaran-pelajarannya diantaranya kitap ‘Ianatut Tholibin, Hasyiyatus Shoban, Fathul Qorib, Syarhul Hikam, Musthalah Hadist, Faraidul Bahiyah, Risalatul Mahidl, Tijan Durori, Ta’lim Mutta’alim, dan Khulashoh Nurul Yaqin. Setiap pelajaran tersebut terbagi menjadi beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan kelasnya.

Para santri yang menengah ke atas mengikuti pengajian Tafsir Jalalain, Ihya ‘Ulumudin dan Hikam yang langsung dibacakan olah KH Wahib Mahfudz. Pengajian ini diikuti oleh santri-santri khos yang khusus mondok. Selain ilmu alat, kurikulum pesantren yang diasuh oleh KH Wahib Machfudz dan KH Yazid Machfudz itu juga menekankan pada pendidikan agama seperti ilmu fiqih, bahasa arab, tauhid dan akhlak.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga mengikuti rapid test massal di Pasar Giwangretno Sruweng. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Pasien Positif Covid-19 di Kebumen Tersisa Satu Orang

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.779
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kebumen terus berkurang. Hingga Minggu 8 Juni 2020, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tinggal satu orang. Total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 31 orang. Terakhir adalah perempuan berinisial UK (44) yang merupakan rujukan lab dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Petanahan. Total Kasus Positif Covid […]

  • 8 Kunci Sukses Bisnis

    8 Kunci Sukses Berbisnis Ala Owner Muncul Group Sugeng Budiawan

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 9.302
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pengusaha sukses di bidang otomotif dan  perhotelan Sugeng Budiawan membeberkan kunci sukses dalam berbisnis. Owner Muncul Group tersebut menyampaikan ilmu berharga itu di hadapan 25 mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAINU Kebumen pada perkuliahan Pendidikan Kewirausahaan di Hotel Grand Kolopaking, Rabu 6 April 2022. Sugeng Budiawan menjadi narasumber pada perkuliahan yang […]

  • Duel SMK Tamtama Vs SMAN 1 Wadaslintang di STIE Putra Bangsa, Siapa Juaranya?

    Duel SMK Tamtama Vs SMAN 1 Wadaslintang di STIE Putra Bangsa, Siapa Juaranya?

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.844
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Sebanyak delapan tim ambil bagian dalam Turnamen Bola  Voli  Putri se-Kedu yang digelar di STIE Putra Bangsa Kebumen, Sabtu (6/4/2019). Turnamen bola voli putri tingkat SMA/SMK ini dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-18 kampus tersebut. Delapan tim yang turut serta dalam turnamen berasal dari Kebumen dan Wonosbo.  SMAN Mirit, SMAN 1 Prembun, SMAN Wadaslintang, […]

  • Stunting

    Angka Stunting 15,34 %, Ini Kata Bupati Kebumen

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.383
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Angka stunting di Kabupaten Kebumen masih cukup tinggi yakni mencapai 15, 34 persen. Terkait hal itu Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyampaikan bahwa dibutuhkan kerja keras dan sinergitas untuk menurunkan angka stunting di Kebumen. “Percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting dilakukan dengan rencana membentuk tim khusus penanganan stunting. Rencana tersebut untuk memudahkan […]

  • Hadapi Kenaikan Harga, Jateng Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan Strategis

    Hadapi Kenaikan Harga, Jateng Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan Strategis

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Provinsi Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar dalam produksi pangan strategis. Hal ini menjadi kunci utama bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk mengendalikan harga dan menjamin ketersediaan pangan, seperti yang ditegaskan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Potensi ini terlihat dari sentra produksi berbagai komoditas vital. Sebut saja beras dari Klaten, bawang […]

  • Prembun

    Prembun Gawe Gumun: Saatnya Menatap ke Timur

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 13.805
    • 0Komentar

    Oleh: Sigit Tri Prabowo* DIAKUI atau tidak, saat ini ayunan bola pembangunan kabupaten cenderung bergerak ke wilayah tengah dan barat. Berbagai kebijakan pembangunan terasa ‘njomplang’ mengarah ke kedua wilayah tersebut. De facto pertumbuhan ekonomi memang lebih terasa di wilayah tengah Kebumen sebagai pusat pemerintahan dan wilayah barat yang secara historis diwakili kawasan Gombong sebagai simpul […]

expand_less