Pesantren Al Huda Jatis 143 Tahun Pertahankan Tradisi Salaf, Bermula Dari Anak Petani
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 1 Apr 2023
- visibility 7.287
- comment 0 komentar

Peringatan hari santri nasional di Pondok Pesantren Al Huda Jetis. (Foto: alhudajetis.com)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah perkembangan zaman keberadaan pondok pesantren masih eksis sebagai lembaga pendidikan masyarakat. Sejak ratusan tahun silam, lembaga pendidikan tertua di Indonesia itu tetap bertahan. Salah satunya yang masih eksis di Kebumen adalah Pondok Pesantren Al Huda di Dusun Jetis Desa Kutosari, Kebumen.
Dalam pendidikannya pesantren yang berdiri sekitar tahun 1.880 itu menganut sistem salaf. Yakni, setiap pembelajarannya selalu memakai dasar kitab karangan ulama salaf atau kitab salaf yang sering disebut kitab gundul atau kitab kuning. Hingga 143 tahun berdiri, pesantren yang dirintis oleh KH Abdurrahman itu masih mempertahankan tradisi salaf.
Agar santri mampu membaca kitab tersebut mereka wajib menguasai lmu-ilmu alat seperti nahwu, shorof, balaghoh, mantiq dan sebagainya. Seperti halnya pesantren tradisional lainnya, kitab yang diajarkan seperti kitab Al-Jurumiyah, Qowa’idul ‘Irob sebagai ilmu dasar, kitab ‘Imrithi, dan Alfiyah Ibnu Malik.
Selain mempelajari ilmu alat, santri juga mempelajari tentang cara-cara membaca Alqur’an. Setiap santri diwajibkan mengetahui cara mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan fasih, hukum-hukum bacaan Al Qur’an (ilmu tajwid), menghafal sebagian dari Al Qur’an.
Baca Juga: Bupati Kebumen Dorong Kemajuan Pesantren
Adapun pelajaran-pelajarannya diantaranya kitap ‘Ianatut Tholibin, Hasyiyatus Shoban, Fathul Qorib, Syarhul Hikam, Musthalah Hadist, Faraidul Bahiyah, Risalatul Mahidl, Tijan Durori, Ta’lim Mutta’alim, dan Khulashoh Nurul Yaqin. Setiap pelajaran tersebut terbagi menjadi beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan kelasnya.
Para santri yang menengah ke atas mengikuti pengajian Tafsir Jalalain, Ihya ‘Ulumudin dan Hikam yang langsung dibacakan olah KH Wahib Mahfudz. Pengajian ini diikuti oleh santri-santri khos yang khusus mondok. Selain ilmu alat, kurikulum pesantren yang diasuh oleh KH Wahib Machfudz dan KH Yazid Machfudz itu juga menekankan pada pendidikan agama seperti ilmu fiqih, bahasa arab, tauhid dan akhlak.








Saat ini belum ada komentar