Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Artikel » 58 Tahun Jebolnya Bendungan Waduk Sempor: Antara Kelalaian dan Kegagalan Pengelolaan

58 Tahun Jebolnya Bendungan Waduk Sempor: Antara Kelalaian dan Kegagalan Pengelolaan

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
  • visibility 729
  • comment 0 komentar

SENIN petang, 27 November 1967, gerimis yang turun menjelang sore menderas seiring malam datang. Sekelompok pria tengah asyik bermain kartu bridge di rumah Amiruddin yang berada di perumahan karyawan Waduk Sempor, tepatnya di Gang Hanoman, Wero Gombong.

Lebatnya hujan tidak menyurutkan semangat kelompok itu. Mereka berkonsentrasi dalam permainan sebagai persiapan untuk mengikuti Pekan Olahraga Perkerjaan Umum (PORPU) yang akan diadakan di Semarang awal November. Salah satu pemainnya adalah Harjono, karyawan pelaksana Bagian Operasional Waduk Sempor.

Pukul 21.30 WIB para pemain bridge dikagetkan dengan air yang masuk dan menggenangi lantai. Seketika mereka bubar dan menuju ke rumah masing-masing. Semua sibuk dengan rumahnya yang kebanjiran. Saat itu belum ada yang berpikir bahwa sumber banjir berada tujuh kilometer ke Utara, bendungan Sempor yang menjadi tanggungjawab mereka jebol. Permukaan air yang meninggi sementara pintu air tidak dibuka maksimal akhirnya mendorong bendungan pengalih hingga hancur.

Pintu Air Ditutup agar Bagus Difoto

Hingga bulan November 1967, pembangunan waduk Sempor masih berjalan meski prosesnya sangat lambat. Dukungan anggaran yang tidak memadai menjadi penyebab utama, selain terbatasnya fasilitas dan sumber daya manusia yang kompeten.

Proyek yang dicanangkan oleh Presiden Sukarno pada tahun 1958 dimulai dengan pembebasan lahan dan dilanjut dengan pekerjaan konstruksi pada tahun 1960. Semestinya bendungan pengalin (cofferdam) dapat diselesaikan dalam satu musim untuk kemudian dilanjutkan dengan pembangunan bendungan utama. Namun kenyataannya hingga akhir 1967, bendungan pengalih pun belum selesai.

Menjelang pelaksanaan PORPU pada 3 November 1967, seluruh staff Waduk Sempor pun bersiap mengikuti acara itu. Pimpinan proyek Sempor, Ir. Sudibjo memerintahkan agar pintu air ditutup sehingga air akan penuh sehingga tampak bagus untuk difoto. Rencananya foto itu akan dipamerkan di arena PORPU.

Perintah pimpinan inilah yang konon dipakai sebagai alasan oleh Harjono untuk menutup pintu-pintu air yang mestinya dibuka pada posisi 2,8 meter ditutup hingga posisi 0,5 meter. Langkah ini sebenarnya menyalahi prosedur yang sudah ditetapkan, dimana pintu air hanya boleh ditutup setelah bulan Februari ketika curah hujan sudah menurun.

Korban Jiwa, Rumah hingga Rel Kereta

Sekalipun saat bencana terjadi kapasitas waduk belum optimal, namun dampak yang ditimbulkan jebolnya bendungan Waduk Sempor sungguh dahsyat. Tercatat 131 orang meninggal dunia. Kebanyakan adalah warga Desa Tunjungseto yang berada tepat di bawah bendungan. Bencana yang terjadi di malam hari membuat kewaspadaan penduduk rendah apalagi banyak penduduk yang berusia lanjut atau anak-anak.

Selain korban jiwa, bencana ini juga merusak berbagai sarana publik juga lahan pertanian. Mengutip laporan Gubernur Jateng kepada Menteri Dalam Negeri 12 Januari 1968, sebanyak 262 rumah roboh atau hanyut dan 1.445 lainnya rusak. Terdapat pula jaringan saluran irigasi dan 111 hektar sawah yang hancur.

Jaringan rel kereta api yang berjarak tujuh kilometer pun terkena dampaknya. Rel sepanjang satu kilometer rusak. Untunglah Kereta Api BIMA yang semestinya melintas dapat dihentikan oleh karyawan PJKA (KAI) sehingga tidak timbul korban lebih banyak.

Pertanggungjawaban Hukum

Bencana Sempor ini akhirnya menyeret Harjono, BA ke kursi pengadilan. Dia dipandang sebagai penanggungjawab yang lalai menjalankan tugas. Sebagai penanggungjawab operasional waduk, Harjono semestinya tidak memerintahkan penutupan pintu air atau setidaknya memposisikan pintu air terbuka maksimal mengingat tingginya curah hujan.

Sidang yang dimulai pada 25 Mei 1968 ini dilaksanakan di gedung DPR-GR Kebumen dan dihadiri sejumlah pejabat termasuk Gubernur Jateng, Mayjend Munadi. Harjono menjadi terdakwa tunggal sementara para koleganya menjadi saksi.

Yang menarik, jaksa penuntut sempat memasukkan unsur subversi pada tuntutannya. Kelalaian Harjono dipandang sebagai serangan terhadap program pembangunan pemerintah. Apalagi diketahui Harjono sempat mengikuti pendidikan teknik pengairan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang berhaluan komunis. Belakangan tuduhan itu dipandang tidak beralasan oleh hakim. Makin tahu Indonesia

Sekalipun dalam persidangan terungkap berbagai kelemahan proyek Sempor dari berbagai aspek, Majelis Hakim tetap memutuskan Harjono yang harus bertanggungjawab atas jebolnya bendungan Waduk Sempor. Dia divonis penjara sembilan tahun dengan alasan “dengan sengaja menimbulkan bandjir jang karenanja timbul bahaja bagi barang dan mengakibatkan matinja orang”.

Akhirnya bencana Sempor memang merupakan perpaduan tata kelola yang buruk, penganggaran yang tak memadai dan kelalaian para pengelolanya. Sebuah pelajaran mahal yang semoga tak terulang lagi. (Sigit Tri Prabowo, dihimpun dari berbagai sumber)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baznas Kebumen

    Baznas Kebumen Distribusikan Dana ZIS Rp 646 Juta, Berikut Rinciannya

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.307
    • 0Komentar

    SRUWENG (KebumenUpdate.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kebumen kembali mendistribusikan dana Zakat Infak dan Shodaqoh (ZIS) Tahap II Tahun 2022. Seremonial pendistribusi berlangsung di Pendopo Kecamatan Sruweng, Kamis 14 Juli 2022. Pada pendistribusian kali ini, jumlah dana ZIS yang disalurkan sebesar Rp 646.031.600. Penyaluran untuk para mustahiq di wilayah rayon II untuk 119 […]

  • Harpi Melati

    HARPI Melati Kebumen Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Rab, 5 Mei 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.397
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kendati turut terdampak pandemi Covid-19, para perias pengantin yang tergabung dalam Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kebumen tetap mengadakan bakti sosial pada bulan suci Ramadan ini. Sebanyak 105 paket sembako dan uang santunan diberikan kepada anak yatim dan dhuafa. Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih […]

  • Lambang Pemkab

    Lambang Pemkab Kebumen Banyak yang Salah, Ini yang Benar Sesuai Perda

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 17.852
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sepintas bagi orang awam atau masyarakat biasa, logo atau lambang Pemkab Kebumen tidak ada yang salah. Namun faktanya, lambang Pemkab Kebumen yang selama ini banyak tersebar di internet banyak yang salah. Bupati Kebumen Arif Sugiyanto turut menyayangkan adanya pembiaran itu. Lambang Kabupaten Kebumen yang beredar di internet memiliki banyak versi. Padahal hanya […]

  • Rp200 Juta dari BNPB Mengalir ke Kebumen, Prioritaskan Korban Banjir dan Longsor

    Rp200 Juta dari BNPB Mengalir ke Kebumen, Prioritaskan Korban Banjir dan Longsor

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 627
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menerima bantuan dana sebesar Rp200 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan ini diperuntukkan untuk mendukung operasional penanganan darurat bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, kepada Bupati Kebumen, Lilis […]

  • Wisuda 350 Lulusan, STIE Putra Bangsa Siap Berdaya Saing Nasional

    Wisuda 350 Lulusan, STIE Putra Bangsa Siap Berdaya Saing Nasional

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.759
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Bangsa Kebumen berkomitmen menjadi perguruan tinggi terkemuka dan berdaya saing di tingkat nasional tahun 2021. Komitmen tersebut dibuktikan dengan memperkuat tradisi akademik dan publikasi hasil riset civitas STIE Putra Bangsa di berbagai jurnal nasional-internasional bereputasi. “Hal ini merupakan aspek penting dalam mengokohkan rekognisi nasional atas STIE […]

  • Anggaran Kebumen 2026 ‘Terpangkas’ Rp98,7 Miliar: Dana Desa Jadi Korban

    Anggaran Kebumen 2026 ‘Terpangkas’ Rp98,7 Miliar: Dana Desa Jadi Korban

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) —Pemerintah Kabupaten Kebumen harus putar otak untuk menyusun anggaran tahun 2026. Sebab, dana bantuan dari pemerintah pusat, atau yang biasa disebut Transfer Pusat, diperkirakan akan turun drastis, mencapai Rp98,79 miliar. Total dana yang didapatkan Kebumen dari pusat pada 2025 (APBD Perubahan) adalah sekitar Rp2,287 triliun, namun di tahun 2026, angkanya diprediksi hanya Rp2,188 […]

expand_less