PCNU Kebumen Akan Kembangkan Kegiatan Rukyatul Hilal dengan Memperkuat Aspek Edukatif dan Ilmiah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 18 Feb 2026
- visibility 571
- comment 0 komentar

Dr Imam Satibi mencoba melihat hilal menggunakan telekskop. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – PCNU Kebumen berencana mendesain ulang kegiatan rukyatul hilal agar tidak hanya berfokus pada penentuan awal bulan Hijriah, tetapi juga memiliki dimensi edukatif, ilmiah, dan spiritual yang lebih luas. Gagasan tersebut dilontarkan Ketua PCNU Kebumen, KH Dr Imam Satibi, usai pelaksanaan rukyatul hilal perdana di Menara Mercusuar Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Selasa 18 Februari 2026.
Imam Satibi menjelaskan, secara syar’i rukyatul hilal merupakan pelaksanaan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam menentukan awal bulan Hijriah melalui metode rukyat. Namun, menurutnya, makna rukyat tidak seharusnya berhenti pada aspek penetapan kalender semata.
“Sesekali kita perlu menengadah, melihat langit yang luas. Karena jarang-jarang kita benar-benar menatap langit dengan kesadaran ilmiah dan spiritual sekaligus,” ujarnya.
Rektor UMNU Kebumen tersebut menegaskan, dari proses tersebut lahir apa yang disebutnya sebagai “kebahagiaan ilmiah”, yakni rasa takjub yang memadukan iman dan pengetahuan.
Tidak Sekadar Penetapan Kalender
Menurut Imam Satibi, rukyat tidak semestinya menjadi ajang perdebatan metodologis di ruang publik atau dipersempit sebagai milik kelompok tertentu. Ia menilai rukyat merupakan bagian dari khazanah peradaban Islam yang sarat nilai ilmiah dan spiritual.
“Jika mindset rukyat hanya dipahami sebagai penentuan awal bulan, orang cukup melihat kalender atau menonton televisi. Tetapi ketika rukyat kita hadirkan sebagai peristiwa ilmiah dan spiritual, maka ia menjadi pengalaman yang dinanti-nanti,” katanya.
Ia menambahkan, setiap momen rukyatul hilal selalu menghadirkan hal baru untuk dipelajari, baik dari sisi astronomi, falakiyah, maupun refleksi keagamaan.









Saat ini belum ada komentar