Perempatan Pasar Damen Puring Rawan Lakalantas, Butuh Rambu
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 31 Jan 2022
- visibility 1.767
- comment 0 komentar

Perempatan Pasar Damen dari arah utara. (Foto: Istimewa)
PURING (KebumenUpdate.com) – Perempatan Pasar Damen masuk wilayah Desa Banjarejo Kecamatan Puring rawan kecelakaan lalu lintas. Minimnya rambu-rambu lalu lintas membuat pengendara tidak mengetahui jika di lokasi tersebut terdapat perempatan yang cukup ramai.
Lokasi perempatan Pasar Damen merupakan persimpangan antara jalan menuju Pantai Bopong dari arah utara ke selatan dengan Jalan Daendels dari arah timur ke barat. Perempatan pertama setelah kecamatan Puring itu cukup ramai karena menjadi jalur wisata warga yang hendak pergi ke Pantai Bopong di Desa Surorejan, Puring.
“Selasa kemarin baru ada kecelakaan mobil, Kamis sore kemarin lagi. Belum seminggu sudah dua kali kecelakaan,” ujar Lilis Isnaeni salah satu warga yang kerap melintasi perempatan tersebut seraya menyebutkan bahwa sudah sering sebelumnya terjadi kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: 123 Orang Tewas Lakalantas di Kebumen Selama 2021
Menurut Lilis, dia juga baru menyadaru jika perempatan tersebut tidak seperti ada perempatan. Saat itu dia pulang dari pantai atau arah selatan bersama teman. Kebetulan yang menjadi sopir adalah temannya warga Wonogiri.
“Aku bilang kalau depan ada perempatan. Terus dijawab mana? Setelah mau sampai baru sadar kalau lokasi tersebut tidak terlihat perempatan jalan besar,” ujarnya.
Butuh Rambu Lalu Lintas

Perempatan Pasar Damen dari arah selatan. (Foto: Istimewa)
Dia juga pernah mendapati ada mobil dari arah selatan yang ngebut melintasi perempatan itu. Beruntung saat itu tidak ada kendaraan dari timur atau barat.
“Dalam hati saya bilang ‘ih ngawure nang prapatan kok ngebut banget’” katanya.
“Jebul emang kalau orang gak pernah lewat situ gak bakal paham kalau itu perempatan,” imbuhnya.
Baca Juga: Jalur Pansela Kebumen Rawan Kecelakaan, Ketahui Faktor Penyebabnya
Sebenarnya dari arah timur dan barat ada lampu Apill (alat pemberi isyarat lalu lintas, red) kuning dan tanda perempatan. Tetapi dari arah utara dan selatan tidak dipasang rambu-rambu lalu lintas.
“Padahal sekarang yang lewat situ dari utara dan selatan warga dari luar kota cukup banyak, ” tandasnya.
Warga berharap Dinas Perhubungan atau pihak terkait memasang tanda lampu apill dan perempatan atau garis kejut. Sehingga pengguna jalan lebih berhati-hati dan waspada.
“Jangan sampai korban jiwa maupun luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut bertambah banyak,” tandasnya.







Saat ini belum ada komentar