Wik Wik di Hotel Bareng Bocah, Pemuda Ini Dipolisikan

  • Whatsapp
Pemuda yang disangka melakukan persetubuhan dengan bocah di bawah umur dimintai keterangan. (Foto: Polres Kebumen)
Pemuda yang disangka melakukan persetubuhan dengan bocah di bawah umur dimintai keterangan. (Foto: Polres Kebumen)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pemuda dipolisikan setelah menginap di sebuah hotel di Kabupaten Kebumen bersama seorang bocah yang masih di bawah umur. Di hotel itu, pemuda berinisial FA (20) warga Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kebumen diduga wik wik alias melakukan persetubuhan  dengan Kencur (14) bukan nama sebenarnya, warga Kabupaten Purworejo.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 5 September 2020. FA dan Kencur adalah teman baru yang kenal dari seorang temannya. Setelah perkenalan itu, antara korban dan tersangka terjadi komunikasi dan berakhir menginap di sebuah hotel. Di kamar hotel itu mereka berdua pun melakukan hubungan intim layaknya suami istri.

Berita Lainnya

Pamit ke Rumah Teman, Ternyata ke Hotel

Adapun kejadian itu terbongkar setelah orang tua korban mencari informasi keberadaan anaknya. Anaknya yang sebelumnya berpamitan bermain ke rumah temannya di daerah Prembun, saat orang tua mengecek tidak ada di tempat.

Dari kecurigaan itu, orangtua akhirnya menyidangkan anaknya. Dia mengaku habis dari hotel bersama teman prianya. Dalam pengakuan korban, bocah itu sempat wik wik dengan tersangka FA. Adanya kejadian itu, selanjutnya orangtua melaporkan ke Polres Kebumen yang berujung ditangkapnya tersangka FA.

“Tersangka ditangkap di Terminal Prembun, Minggu, 6 September 2020 sekira pukul 18.00 Wib,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Selasa 15 September 2020.

Bersetubuh dengan Bocah di Bawah Umur

Atas perbuatannya, pemuda itu dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres menerangkan bahwa meski atas dasar suka sama suka, hubungan badan dengan perempuan masih di bawah umur merupakan pelanggaran hukum. Seseorang yang melakukan persetubuhan atau percabulan terhadap anak akan dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (win)

Berita Terkait