Soloraya Great Sale 2025 Catat Transaksi Rp10,7 Triliun, Siap Direplikasi di Seluruh Jawa Tengah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 4 Agu 2025
- visibility 1.234
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi saat penutupan Soloraya Great Sale. (Foto: Humas Jateng)
KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Penutupan Soloraya Great Sale (SGS) 2025 di De Tjolomadoe, Minggu 3 Agustus 2025, menandai pencapaian luar biasa dengan total transaksi hampir Rp10,7 triliun. Event ini melibatkan tujuh kabupaten/kota di wilayah Soloraya dan menjadi bukti keberhasilan konsep aglomerasi ekonomi berbasis kolaborasi antar daerah.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut SGS 2025 sebagai model yang patut ditiru di tingkat nasional. Ia menilai konsep trade, tourism, and investment (TTI) yang dijalankan SGS sangat kuat dan berdampak luas terhadap geliat ekonomi masyarakat.
“SGS ini bukan hanya soal angka, tapi bukti nyata bahwa sinergi lintas daerah mampu menggerakkan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi secara signifikan. Kami akan bawa bahasan ini dalam retret Kadin pekan depan,” ujarnya.
Tak hanya dari sisi jumlah transaksi, SGS juga berhasil memberdayakan sektor akar rumput seperti UMKM dan koperasi. Tercatat 232 ribu transaksi UMKM dengan nilai total Rp222 miliar dan 281 ribu transaksi di pasar tradisional senilai Rp350 miliar. Penggunaan sistem pembayaran digital QRIS juga cukup dominan dengan nilai transaksi Rp3,7 triliun.
Jadi Contoh Nasional, Siap Diperluas ke Wilayah Lain
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, SGS 2025 telah menjadi bukti keberhasilan collaborative government dan langkah konkret aglomerasi ekonomi. Ke depan, model SGS akan direplikasi ke lima eks karesidenan lainnya di Jateng, yakni Pati Raya, Pekalongan Raya, Semarang Raya, Banyumas Raya, dan Kedu Raya.
“Soloraya jadi role model. Nantinya akan kita geser terus menerus agar pemerataan ekonomi lebih terasa di seluruh Jawa Tengah,” kata Gubernur Luthfi.







Saat ini belum ada komentar