Soloraya Great Sale 2025 Catat Transaksi Rp10,7 Triliun, Siap Direplikasi di Seluruh Jawa Tengah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 4 Agu 2025
- visibility 1.245
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi saat penutupan Soloraya Great Sale. (Foto: Humas Jateng)
Lebih jauh, ia menyebut bahwa aglomerasi ekonomi ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Jateng sebagai sentral ekonomi baru Indonesia. Jawa Tengah yang berada di posisi geografis strategis dinilai tepat menjadi titik paku ekonomi nasional.
“Saat ini, investasi di Jateng sampai triwulan II 2025 sudah mencapai Rp45,2 triliun. Itu bagian dari penguatan ekonomi domestik dan swasembada pangan, karena Jateng salah satu kontributor pangan terbesar nasional,” imbuhnya.
Dari Soloraya untuk Indonesia: Arah Baru Ekonomi Regional
Ketua Pelaksana SGS 2025, Ferry S Indiarto, menjelaskan total frekuensi transaksi selama event mencapai 5,4 juta kali. Menurutnya, capaian ini mencerminkan antusiasme masyarakat sekaligus efektivitas strategi promosi yang dilakukan.
SGS 2025 tidak hanya menjadi festival belanja biasa, tetapi sebuah gerakan ekonomi terstruktur yang melibatkan berbagai sektor: perdagangan, pasar tradisional, teknologi digital, dan pariwisata.
Dengan semangat kebersamaan yang digelorakan melalui SGS, Jawa Tengah menegaskan posisinya sebagai wilayah dengan daya saing tinggi, bukan hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional dan internasional.
“Model SGS mampu mendorong pertumbuhan yang inklusif. Ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah besar membangun ekonomi daerah secara kolaboratif dan berkelanjutan,” pungkas Ferry. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar