Pengusaha Tionghoa Kebumen Dukung Sistem Satu Arah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 26 Mei 2021
- visibility 3.270
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memberikan penjelasan sistem satu arah. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Para pengusaha Tionghoa Kebumen menyatakan tidak keberatan dan mendukung penerapan sistem satu arah koridor perkotaan di Kabupaten Kebumen. Hal itu disampaikan para pengusaha Tionghoa saat audensi dengan Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa 25 Mei 2021.
Tampak sejumlah tokoh pengusaha seperti owner Muncul Group Sugeng Budiawan, Ketua Paguyuban Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bobyn Soebiyanto, Toko Jempol Hengky Halim, dan sejumlah pengusaha yang bidang bisnisnya berada di jalan yang masuk dalam sistem satu arah.
1. Ketua PSMTI Dukung Penuh Jalur Satu Arah
Ketua PSMTI Kebumen Bobyn Soebiyanto menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan penerapan jalan satu arah ini. Dia juga berharap, bupati turut memperhatikan jalan-jalan lain.
“Terutama jalan-jalan menuju daerah pariwisata, kita berharap itu bisa diperlebar dan diperbaiki. Karena kita semua ingin pariwisata di Kebumen maju, dan dikenal secara nasional. Jalan atau infrastruktur menjadi syarat utama,” jelas Bobyn Soebiyanto.
2. Sebagai Masyarakat Masih Butuh Penyesuaian
Ketua Bidang Pemudaan PSMTI Kebumen Santoso Budiawan menambahkan, pihaknya juga menerima dan mendukung kebijakan bupati. Namun sebagai masyarakat, dia mengakui kebijakan tersebut memang butuh penyesuaian.
“Untuk menuju kota yang modern memang harus berani begitu, bupatinya tegas dan berani. Meskipun di awal kita sangat terasa perubahannya, apalagi kami sebagai pelaku usaha. Tapi saya yakin semua masyarakat akan menerima itu, hanya butuh penyesuaian. Saya yakin semua akan baik-baik saja,” tandasnya.
3. Jadikan Kebumen Kota Bersih dan Modern
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyampaikan bahwa kebijakan penerapan jalan satu arah di kota Kebumen yang melingkupi Jalan Pahlawan, Jalan Soetoyo, Jalan Kusuma (Pasuma) dan sekitarnya di awal mungkin belum menjadi hal biasa bagi masyarakat Kebumen.
Dari penjelasan yang sudah disampaikan Bupati, para komunitas Tionghoa ini semuanya mendukung.
“Alhamdulillah, setelah kami tadi berdiskusi memberikan penjelasan yang gamblang tentang perubahan sistem ini. Mereka menerima dan memberikan dukungan kepada kami. Mereka juga ingin Kebumen bisa menjadi kota yang bersih, tertata rapi dan modern,” ujarnya.
4. Bupati Minta Kritikan Dibarengi Solusi
Arif menambahkan, setiap kebijakan yang dibuat pastinya akan menerima masukan dan kritikan dari semua pihak. Namun, jika ada yang tidak setuju, Arif meminta kritikan atau masukan itu dibarengi dengan solusi yang ditawarkan.
“Pada prinsipnya kami sangat terbuka. Kita tidak alergi kritik. Silakan bagi yang tidak puas, sampaikan kritik, tapi saya minta kritik itu dibarengi dengan solusi,” jelasnya. (smn)








Saat ini belum ada komentar