SMP Negeri 3 Gelar Purna Widya Online, Diminta Pertahankan Tradisi Prestasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 8 Jun 2020
- visibility 3.897
- comment 0 komentar

Wali murid mengalungkan samir kepada lulusan SMP Negeri 3 Kebumen. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Purna Widya Siswa/Siswi Siswa SMPN 3 Kebumen, Sabtu 6 Juni 2020 tahun pelajaran 2019/2020 dilaksanakan secara online. Para murid dan wali siswa mengikuti acara yang berlangsung di Aula SMPN 3 Kebumen dari kediaman masing-masing itu.
Para lulusan sebanyak 254 siswa tergabung dalam acara melalui aplikasi Microsoft Teams. Setiap murid mendapatkan giliran diwisuda. Secara simbolis pengalungan samir dilakukan oleh orang tua/wali murid masing-masing.
Tokoh Nasional dan Daerah Alumni Spenaga
Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Moh Amirudin berharap siswa SMP Negeri 3 Kebumen mampu mempertahankan dan meneruskan tradisi prestasi yang telah diukir para seniornya. Amirudin menyebutkan beberapa tokoh nasional dan daerah yang pernah menimba ilmu di Spenaga Kebumen.
Sebut saja Anggota DPR RI KRT Darori Wonodipuro, Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto, Rektor UGM Yogyakarta Prof Panut Mulyono adalah para alumni SMP Negeri 3 Kebumen.
“Karenanya, kami berharap agar kalian yang baru menyelesaikan pendidikan di Sekolah ini, meneruskan jejak yang telah dirintis dan prestasi yang telah ditorehkan para senior,” tegas Amir.
Proses Pembelajaran Berlangsung Secara Online
Kepala SMPN 3 Kebumen, Muhsinul Mubarok menamahkan bahwa pihaknya telah memberikan yang terbaik kepada seluruh siswanya. Terkait pandemi Covid-19 yang melanda di tengah pembelajaran, dia memastikan bahwa proses pembelajaran tetap berlangsung, sekalipun dengan sarana online.
“Hal itu sesuai dengan instruksi pemerintah agar proses pembelajaran tidak terhenti,” katanya.
Lulusan Masuk Anggota Yayasan Alumni SMPN 3
Ketua Komite Sekolah Imam Wahyudi menyampaikan terimakasih kepada kepala sekolah dan segenap jajarannya yang telah memberikan yang terbaik kepada seluruh siswa SMPN 3 Kebumen. Terkait pembelajaran online yang diterapkan di penghujung pembelajaran, pihaknya dapat memahaminya sebagai suatu safety first yang memang penting dilakukan.
“Ya memang negara wajib memberikan perlindungan terlebih dahulu, untuk kemudian mensejahterakan dan mencerdaskan serta berpartisipasi dalam upaya perdamaian dunia sebagaimana amanat UUD 1945,” ujar Imam.
Para siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya tersebut masuk dalam keanggotaan Yayasan Alumni SMPN 3 (Yaspega). Kartu Anggota Yaspega diserahkan secara simbolis oleh Ketua Yaspega Purwo Hardjono kepada siswa yang baru lulus melalui kepala sekolah. (ims)







Saat ini belum ada komentar