Lansia 82 Tahun Asal Banjarnegara Mengambang di Laut Dekat Pantai Karangbolong, Begini Kronologinya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 20 Jul 2022
- visibility 2.395
- comment 0 komentar

Tim Inafis Polres Kebumen melakukan identifikasi jasad korban. (Foto: Dok. Polres Kebumen)
KARANGBOLONG (KebumenUpdate.com) – Seorang pria lanjut usia bernama Kasta Diwirya (82) warga Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara ditemukan meninggal dunia mengambang di laut dekat Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kebumen, Selasa 19 Juli 2022.
Sehari sebelumnya, Senin 18 Juli 2022, lansia itu dilaporkan hilang saat berekreasi bersama keluarga di pantai tersebut.
Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memancing di tebing batu karang sekitar pukul 07.30 wib.
“Saat ditemukan korban sudah mengambang di atas permukaan laut,” jelas Aiptu Catur.
Baca Juga: Pemancing Tanpa Identitas Hilang Tergulung Ombak Pantai Karangbolong
Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Buayan dan Tim SAR Gabungan. Tak lama kemudian korban dievakuasi ke daratan menggunakan kapal.
Kapolsek Buayan Iptu Sucipto saat dimintai konfirmasi mengatakan bahwa kejadian hilangnya korban bermula ketika korban bersama dengan keluarganya mengunjungi Pantai Karangbolong.
Korban Sempat Menginap Semalam
Korban sempat menginap di Pantai Karangbolong, Minggu 18 Juli 2022. Keesokan harinya sekitar pukul 07.00 wib yang bersangkutan meminta mandi di laut dan ditemani oleh keluarganya.
Saat korban mandi di sekitar batu karang tepatnya di samping patung perahu, oleh Tarman cucu korban ditinggal sebentar untuk mencuci tangan.
Baca Juga: Sampah Kotori Pantai Karangbolong, Polri dan TNI Ajak Warga Bersihkan
Saat kembali dari mencuci tangan, kakeknya sudah hilang tidak berada di tempat semula. Menurut Kapolsek, korban dimungkinkan tersapu gelombang meski berada di atas tebing tempat di mana korban hilang.
“Sangat mungkin sekali, korban tersapu gelombang lalu jatuh ke laut. Tempat hilangnya korban, terkadang ombak bisa sampai ke situ,” jelas Iptu Cipto.









Saat ini belum ada komentar