Sedulur Kebumen Kembali Bedah Dua Rumah Tak Layak Huni di Desa Kambangsari
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 4 Okt 2024
- visibility 5.536
- comment 0 komentar

Dandim 0709 Kebumen menyerahkan bantuan bedah rumah Sedulur Kebumen. (Foto: Istimewa)
Sehari-hari, Turmudi memelihara dua kambing hadiah jalan sehat. Sebelumnya, bapak dengan lima anak yang masih hidup, 13 cucu dan dua cicit yang berprofesi sebagai tukang bangunan, namun karena usia yang yang sudah tua tidak banyak yang membutuhkan tenaganya.
“Alhamdulillah, kami senang sekali sehingga bisa memperbaiki rumah,” ujarnya.
Murni Kegiatan Kemanusiaan

Penyerahan bantuan bedah rumah kepada Hadi Sukmono. (Foto: Istimewa)
Kepala Desa Kambangsari Dasih menyebutkan bahwa Turmudi mendapatkan bantuan dana bedah rumah dari Sedulur Kebumen sebesar Rp 15 juta. Selain itu, juga mendapatkan bantuan bedah rumah dari Baznas Kebumen sebesar Rp 15 juta dalam bentuk material.
“InsyaAllah cukup untuk membangun rumah menjadi lebih layak huni,” ujar Dasih.
Sedangkan bantuan untuk Hadi Sukmono sebesar Rp 10 juta dari Sedulur Kebumen dan Rp 10 juta dipotong pajak dari pemerintah Desa Kambangsari. Dana tersebut cukup untuk merenovasi rumah menjadi lebih layak huni.
Selain bantuan uang tunai juga Sedulur Kebumen juga menyerahkan masing-masing 20 dus karamik dari Pabrik Keramik Arwana meja kursi, rice cooker dan kasur busa.
Baca Juga: Bedah Rumah Surtini, Sedulur Kebumen Serahkan Bantuan Rp 20 Juta

serah terima bantuan dari Sedulur Kebumen. (Foto: Istimewa)
Sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan menegaskan bahwa Sedulur Kebumen akan terus melanjutkan program bedah rumah. Sedulur Kebumen bertekad membantu masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.
“Program kami murni misi kemanusiaan, tidak ada unsur politik maupun kepentingan dari kelompok tertentu. Kami murni membantu masyarakat membutuhkan bantuan, tinggal di rumah yang tidak layak huni,” ujar bos Muncul Group tersebut.
Dandim 0709 Letkol Czi Ardianta Purwandhana mendukung kegiatan Sedulur Kebumen baik secara pribadi maupun institusi. Inisiasi yang baik dari seluruh warga masyarakat untuk membantu masyarakat lain yang kekurangan merupakan wujud penerapan gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia.
“Yang jelas, ini murni kegiatan sosial kemamusiaan, di luar politik. Tidak ada tendensi apapun,” jelasnya.









Saat ini belum ada komentar