Bupati Ganti Nama Sembilan Ruas Jalan di Kebumen, Ini Daftarnya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 18 Des 2021
- visibility 4.098
- comment 0 komentar

Jalan Pahlawan dari Tugu Lawet sampai Kantor Pos menjadi Jalan Soekarno-Hatta. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah jalan protokol di kota Kebumen resmi ganti nama. Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH secara resmi mengumumkan perubahan penetapan nama jalan bersamaan dengan peresmian nama Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen “Pendopo Kabumian,” Jumat 17 Desember 2021.
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menegaskan bahwa perubahan nama jalan ini tidak dilakukan secara tiba-tiba. Sudah dilakukan kajian yang mendalam melalui fokus grup diskusi (FGD) dengan menghadirkan sekaligus mendengar masukan dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, para pelaku usaha dan stakeholder lain. Dari situ disepakati perlu ada perubahan nama jalan di beberapa ruas kota Kebumen.
Baca Juga: DPUPR Kebumen Anggarkan Rp 12 Miliar untuk Lanjutkan Penataan Koridor Jalan Pasuma
Ada sejumlah alasan filosofis dan yuridis mengapa perubahan nama jalan itu perlu dilakukan. Pertama, untuk alasan filosofis, pemerintah perlu mengganti nama jalan di Kebumen untuk menghargai dan mengenang jasa para pahlawan nasional dan mengenang jasa dari para tokoh daerah Kebumen.
“Misalnya seperti Jalan Pahlawan itu diganti dengan Jalan Sukarno-Hatta. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap proklamator bangsa. Kemudian kita juga memberi penghargaan kepada tokoh NU sekaligus pendirinya KH Hasyim Asy’ari dan tokoh Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Keduanya adalah pahlawan nasional,” terangnya.
Sembilan Jalan Yang Ganti Nama meliputi;
- Jalan Soekarno Hatta. Ruas alan Pahlawan dari Tugu Lawet sampai depan Kantor Pos Kebumen menjadi Jalan Soekarno-Hatta.
- Jalan Merdeka. Ruas jalan yang mengelilingi Alun-alun Kebumen yang sebelumnya Jalan Pahlawan di sisi selatan dan barat, Jalan Veteran di sisi timur dan Jalan Mayjen Sutoyo di sisi utara diganti dengan nama Jalan Merdeka. Ini sebagai simbol kota perjuangan.
- Jalan R Bodronolo. Ruas Jalan Raya Soka dari lampu merah simpang empat Mertokondo sampai lampu merah simpang tiga Jalan Ronggowarsito, Pejagoan diganti nama menjadi Jalan R Bodronolo.
- Jalan KH Ahmad Dahlan. Kemudian, Jalan Raya Soka dari simpang tiga Jalan Ronggowarsito sampai Simpang Lima Giwangretno diganti nama menjadi Jalan KH Ahmad Dahlan.
- Jalan dr R Moehiman Kromoatmodjo. Adapun jalan baru dari simpang empat Jalan Sarbini sampai ke arah Stadion sampai simpang tiga Jalan Arungbinang dinamakan Jalan dr R Moehiman Kromoatmodjo.
- Jalan KH Hasyim Asy’ari. Ruas Jalan Kutoarjo-Kebumen diganti dengan Jalan KH Hasyim Asy’ari mulai dari SPBU Kota sampai pertigaan Kedungbener.
- Jalan Pondok Tamansari. Ruas Jalan Kasaran diganti dengan Jalan Pondok Tamansari letaknya dari Simpang Tiga Adikarso melewati Pondok Pesantren Tathmainul Qulub Tamansari Kelurahan Tamanwinangun sampai dengan Jalan Kejayan.
- Jalan Kebumen Raya. Adapun Jalan Lingkar Selatan diberi nama Jalan Kebumen Raya, mulai dari Simpang Lima Giwangretno, Sruweng sampai simpang tiga Kedungbener.
- Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Adapun Jalan Mangga yang naik kelas dari Jalan Kelurahan menjadi jalan Kabupaten berganti nama menjadi Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Jalan ini mulai dari simpang empat SMPN 5 Jalan Soekarno-Hatta ke arah selatan sampai Jalan Kolonel Sugiyono.
Aturan Perubahan Nama Jalan
Dalam Surat Keputusan Bupati sebelumnya, yakni SK Bupati Nomor 050/889 tahun 2017 juga telah disebutkan tentang aturan perubahan nama jalan nasional yang ada di Kebumen menjadi jalan kabupaten. Artinya Pemkab Kebumen memiliki hak untuk mengganti nama jalan nasional di wilayahnya masing-masing sesuai kearifan lokalnya.
“Seperti halnya jalan nasional Kutoarjo-Kebumen itu sampai masuk wilayah kota karena memang itu dulu masuk jalan nasional yang dilalui bus antarkota. Sekarang dengan peraturan itu kita bisa menggantinya dengan jalan KH Hasyim Asy’ari. Demikian juga jalan dari Simpang Tiga Pejagoan sampai Simpang Lima kita ganti Jalan KH Ahmad Dahlan,” terangnya.
Kemudian ada juga pemberian nama jalan baru. Sebelumnya jalan tersebut belum ada namanya. Termasuk pemberian nama jalan untuk mengenang R Bodronolo tokoh pendukung perjuangan Sultan Agung melawan VOC. Ki Brodonolo ini merupakan Bupati pertama Kebumen, dulu masih bernama Adipati Panjer.







Saat ini belum ada komentar