Produksi Satai Ambal Kemasan, Alisha Food Raih Anugerah Usaha Inovatif

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz foto bersama dengan penerima anugerah usaha inovatif dan inspiratif. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)

KEBUMEN (KebumenUpdate) – Pemkab Kebumen melalui Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kembali memberikan Anugerah Usaha Terbaik 2019 kepada para pelaku usaha di Kebumen.

Anugerah itu diserahkan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz pada malam penganugerahan usaha terbaik Kebumen Business Forum (KBF) 2019 di Hotel Mexolie Kebumen, Senin, 28 Oktober 2019.

CV Alisha Food yang memproduksi Sate Ambal kemasan mendapatkan anugerah sebagai usaha inovatif. Sedangkan Bir Ali Desa Bandung Kebumen yang memproduksi kopiah mendapatkan anugerah usaha inspiratif.

Selain dua kategori itu, pada ketegori usaha besar Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong menjadi terbaik I. Kemudian terbaik II PT Giga Intrax Karanganyar (SPBE) dan terbaik III PT Medari Karya Mulia Kutowinangun, bengkel perbaikan tabung elpiji 3 kg.

Baca Juga: Hebat, Satai Ambal Kemasan Tampil di Pameran I3E 2019

Kategori Usaha Menengah, terbaik I diraih Argosari Sempor (kacang asin), terbaik II Resto dan Rest Area Sate Ayam Ambal Pak H Tino Ambal, dan tebaik III Toko Baru Petanahan (perdagangan).

Untuk kategori usaha mikro terbaik I diraih Rumah Kopi Gombong (usaha kopi), terbaik II Putri Semanding Gombong (jamu) dan terbaik III CV Mulia Abadi Surotrunan Alian (sabun pembersih cair).

Untuk kategori Usaha Kecil terbaik I diraih CV Agro Berdikari Sempor (gula semut), terbaik II CV Sunjaya Food Karanganyar (cabai bubuk) dan terbaik III Batik Pawitah Gemeksekti (kain batik).

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kebumen, Slamet Mustolkhah menjelaskan bahwa penganugerahan usaha terbaik ini sebagai apresiasi Pemkab Kebumen terhadap para pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan besar.

Baca Juga: Ascendia Goes to Office: Membuka Border antara Disabilitas dan Non Disabilitas

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz mengatakan bahwa KBF 2019 diselenggarakan dalam rangka meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara pemerintah dengan dunia usaha. KBF 2019 juga bertujuan untuk memotivasi kegiatan usaha baik secara mikro, kecil, menengah dan besar.

“Melalui kegiatan ini kami juga akan memetakan potensi usaha yang berkembang dan prospektif di Kabupaten Kebumen,” ujar Yazid.

Yazid menambahkan, investasi di Kebumen semakin meningkat. Hingga akhir September 2019, jumlahnya mencapai Rp 777,5 miliar lebih. Jumlah tersebut sudah jauh melebihi target investasi tahun 2019 yakni Rp 361,097 miliar.

Realisasi itu menunjukkan bahwa berinvestasi di Kebumen prosesnya mudah dan cepat, pelayanannya prima dan paripurna. Hal itu menunjukkan Kebumen memiliki prospek cerah untuk pengembangan usaha. (git)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

0 0 votes
Rating Berita
Subscribe
Notify of
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Update Lainnya
0
Komentari berita inix
()
x