Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Lima Abad Jadi Pusat Pendidikan Islam
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 2 Apr 2023
- visibility 4.243
- comment 0 komentar

Asrama panggung masih dipertahankan di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu. (Foto: Istimewa)
Sebagian besar bangunan masjid masih seperti apa adanya termasuk pada mimbar dan tiang utama. Bangunan induk berupa saka guru dan mustaka masih asli, sebagaimana awal-awal berdiri. Belum lama ini, masjid tersebut dipugar oleh BP3 Jateng dengan tanpa mengubah bentuk, bahan, serta nilai sejarahnya.
Baca Juga: HIPMI Kebumen Sowan Tokoh dan Ulama, Matangkan Program Pesantrenpreneur
Tidak hanya masjid, bangunan asrama pondok tempat belajar santri, sebagian masih menyisakan bangunan lama. Sebuah rumah panggung yang di bawahnya sekaligus ada kolam-kolam tempat wudlu juga masih dipertahankan. Di pintu rumah panggung tersebut tertulis nama komplek yakni “Pasukan Bangkong Reang”.
Dalam cerita rakyat, Ki Bangkong Reang terkenal dengan kesaktiannya yang selalu membantu memberikan ilmu-ilmu baik ilmu agama maupun ilmu kanuragan. Ki Bangkong Reang merupakan tokoh yang sakti yaitu bisa berubah wujud menjadi katak, kodok dalam menyerang musuh.
Masih Memertahankan Metodologi Pembelajaran Klasik

Santri belajar dengan sistem klasikal di madrasah diniyah. (Foto: Istimewa)
Seiring dengan perkembangan jaman, Pesantren Al Kahfi Somalangi dipimpin oleh generasi penerusnya. Saat ini, pesantren tersebut dipimpin oleh KH Afifuddin Chanif Al Hasani atau Gus Afif yang merupakan generasi penerus keturunan ke-16 dan pengasuh pesantren tersebut.
Ada ribuan santri putra dan putri dari berbagai daerah menimba ilmu di pondok pesantren ini. Sudah lima abad berdiri, pesantren ini mempertahankan metodologi pembelajaran klasik seperti sorogan dan bandongan. Kitab-kitab yang diajarkan antara ilmu nahwu, shorof fiqih, tafsir Alquran dan hadist. Beberapa kitab fiqih yang diajarkan seperti Safinatun Najah, Fatkul Qorib, Fatkhul Mu’in, dan Fatkhul Wahab.
Selain metode klasik, dalam pembelajaran agama pesantren Al Kahfi juga menerapkan sistem klasikal melalui madrasah diniyah (madin). Santri terbagi sesuai tingkatan yakni Ibtida (awal), Wustho dan Uliya. Sebagian proses pembelajaran agama itu dilaksanakan pada sore dan malam hari hingga setelah subuh. Maklum, sebagian besar santri juga belajar ilmu umum baik di SMP Al Kahfi, SMA Al Kahfi, dan SMK Al Kahfi. Sekolah umum yang berada di bawah yayasan pesantren dan lokasi gedungnya juga berada di dalam komplek pesantren.







Saat ini belum ada komentar