Petani Biarkan Tanaman Tomat Mengering, Alasannya Bikin Sedih
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 17 Okt 2023
- visibility 2.595
- comment 0 komentar

Tanaman tomat yang dibiarkan mengering. (Foto: Istimewa)
Jika dipaksakan untuk menyirami dan mengurus tanamannya kerugian yang diderita akan semakin besar. Belum lagi, petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi yang semakin langka di tingkat pengecer.
Baca Juga: Langka Pupuk Subsidi, Petani Curhat ke Polisi
Ambar menerangkan bahwa biaya menanam tomat cukup tinggi. Mulai dari pengolahan lahan, pemberian plastik mulsa, pembelian bibit, pemupukan dan penyemprotan dan penyiraman. Belum lagi terdapat biaya tenaga kerja.
“Saat ini apa-apa sudah mahal. Pupuk selain mahal juga langka. Sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan. Ongkos tenaga kerja juga mahal, terlebih di musim kemarau ini harus melakukan penyiraman rutin,” jelasnya.
Berharap Kebijakan dan Perhatian Pemerintah
“Hal ini tidak sebanding dengan harga hasil panen yang hanya Rp 1.000 per kilogram,” imbuhnya seraya menyebutkan pada musim kemarau ini untuk sekali siram saja paling tidak empat liter bensin.
Ambar berharap adanya kebijakan pemerintah terkait pupuk. Sehingga pupuk dapat mudah didapat para petani. Menurut dia, bagi petani harga pupuk tinggi tidak terlalu menjadi persoalan sepanjang harga hasil panen masih menguntungkan petani.
“Mudah-mudahan ini juga menjadi perhatian bagi pemerintah. Sehingga harga hasil panen petani masih dapat menutup biaya yang dikeluarkan. Kami juga sangat berharap persoalan pupuk dapat segera terselesaikan,” ucapnya.







Saat ini belum ada komentar