Lempari Batu ke Polisi, Pelajar Minta Maaf ke Orang Tua

  • Whatsapp
Lepari Polisis
Remaja mengangkat tong sampah untuk dbuang/ (Foto: Padmo-Kebumen Update)

PEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Masih ingat sejumlah remaja yang diamankan karena berbuat anarkhis usai demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kebumen?

Akhir cerita diamankannya para pelajar itu berakhir dramatis. Sebelum dipulangkan, mereka mendapatkan pembinaan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Ungkapkan Penyesalan, Sungkem Kepada Orangtua
Lempari Batu
Remaja sungkem dengan aparat kepolisian. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Mereka pun mengungkapkan penyesalannya melakukan penyerangan kepada personel Polres Kebumen. Para pelajar sungkem kepada orang tua, sembari memohon maaf. Hal ini dilakukan setelah para pelajar mendapatkan hipnoterapi massal oleh Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Alhasil, para pelajar secara sukarela, tanpa paksaan, meminta maaf dan menangis serta berjanji tidak akan mengulangi lagi, melakukan unjuk rasa jalanan dan pelemparan batu serta perusakan terhadap fasilitas umum.

Para Pelajar Mengaku Hanya Ikut-ikutan
Lempari Batu
Para remaja dalam aksi di depan Gedung DPRD Kebumen. (Foto: Padmo-)KebumenUpdate_

Para pelajar mengaku hanya ikut-ikutan, melakukan pelemparan batu kepada petugas anggota Polres Kebumen karena terpancing.
Aksi demo yang dilakukannya bersama dengan teman-temannya pada hari Jumat berawal dari ajakan melalui poster ataupun meme yang beredar viral di group WA atau medsos. Mereka meyakini apa yang dilakukan itu adalah aksi solidaritas.

“Maafkan saya Pak. Saya sudah bikin bapak kecewa. Saya tidak akan mengulanginya lagi,” ucap salah satu pelajar saat sungkem kepada orangtuanya.

Terlihat pula para orang tua berkaca-kaca melihat anaknya mengakui kesalahan.

“Kami mohon maaf pak, atas ulah anak kami. Akan kami awasi lagi supaya tidak terulang,” ucap orang tua.

Berharap Kejadian Itu Tidak Terulang Lagi

Lempati Batu
Mahasiswa memunguti sampah di depan Gedung DPRD. (Foto: Padmo (KebumenUpdat

Suasana Rupatama Mapolres Kebumen berubah dramatis. Mungkin karena semula para orang tua kecewa atas tindakan anaknya, berubah haru saat anaknya mengakui kesalahan dan penyesalannya.

“Kami berharap di kemudian hari, tidak terulang lagi. Semoga Kebumen kondusif,” ucap AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Sebelumnya Polres Kebumen telah mengamankan delapan pelaku anarkis dalam demo di depan Gedung DPR Kebumen pada Jumat lalu. Para perusuh yang diamankan rata-rata adalah pelajar setingkat SMA.

Mereka diamankan karena melakukan pelemparan kepada petugas pengamanan unjuk rasa. Sejumlah fasilitas umum di Alun-alun Kebumen dilaporkan rusak dalam aksi itu. (win)

Berita Terkait