Breaking News
light_mode
Beranda » News » Lempari Batu ke Polisi, Pelajar Minta Maaf ke Orang Tua

Lempari Batu ke Polisi, Pelajar Minta Maaf ke Orang Tua

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 13 Okt 2020
  • visibility 2.517
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Masih ingat sejumlah remaja yang diamankan karena berbuat anarkhis usai demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kebumen?

Akhir cerita diamankannya para pelajar itu berakhir dramatis. Sebelum dipulangkan, mereka mendapatkan pembinaan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Ungkapkan Penyesalan, Sungkem Kepada Orangtua
Lempari Batu

Remaja sungkem dengan aparat kepolisian. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Mereka pun mengungkapkan penyesalannya melakukan penyerangan kepada personel Polres Kebumen. Para pelajar sungkem kepada orang tua, sembari memohon maaf. Hal ini dilakukan setelah para pelajar mendapatkan hipnoterapi massal oleh Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Alhasil, para pelajar secara sukarela, tanpa paksaan, meminta maaf dan menangis serta berjanji tidak akan mengulangi lagi, melakukan unjuk rasa jalanan dan pelemparan batu serta perusakan terhadap fasilitas umum.

Para Pelajar Mengaku Hanya Ikut-ikutan
Lempari Batu

Para remaja dalam aksi di depan Gedung DPRD Kebumen. (Foto: Padmo-)KebumenUpdate_

Para pelajar mengaku hanya ikut-ikutan, melakukan pelemparan batu kepada petugas anggota Polres Kebumen karena terpancing.
Aksi demo yang dilakukannya bersama dengan teman-temannya pada hari Jumat berawal dari ajakan melalui poster ataupun meme yang beredar viral di group WA atau medsos. Mereka meyakini apa yang dilakukan itu adalah aksi solidaritas.

“Maafkan saya Pak. Saya sudah bikin bapak kecewa. Saya tidak akan mengulanginya lagi,” ucap salah satu pelajar saat sungkem kepada orangtuanya.

Terlihat pula para orang tua berkaca-kaca melihat anaknya mengakui kesalahan.

“Kami mohon maaf pak, atas ulah anak kami. Akan kami awasi lagi supaya tidak terulang,” ucap orang tua.

Berharap Kejadian Itu Tidak Terulang Lagi

Lempati Batu

Mahasiswa memunguti sampah di depan Gedung DPRD. (Foto: Padmo (KebumenUpdat

Suasana Rupatama Mapolres Kebumen berubah dramatis. Mungkin karena semula para orang tua kecewa atas tindakan anaknya, berubah haru saat anaknya mengakui kesalahan dan penyesalannya.

“Kami berharap di kemudian hari, tidak terulang lagi. Semoga Kebumen kondusif,” ucap AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Sebelumnya Polres Kebumen telah mengamankan delapan pelaku anarkis dalam demo di depan Gedung DPR Kebumen pada Jumat lalu. Para perusuh yang diamankan rata-rata adalah pelajar setingkat SMA.

Mereka diamankan karena melakukan pelemparan kepada petugas pengamanan unjuk rasa. Sejumlah fasilitas umum di Alun-alun Kebumen dilaporkan rusak dalam aksi itu. (win)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Kelautan Tinjau Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Kebumen, Sudah Siap Beroperasi?

    Menteri Kelautan Tinjau Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Kebumen, Sudah Siap Beroperasi?

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 680
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melaksanakan kunjungan kerja di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Kamis 5 Maret 2026. Kedatangan Menteri disambut langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah, mantan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad SE, Sekda Edi Rianto, serta […]

  • Diduga Korban Pembunuhan, Jasad Warga Desa Muktisari Ditemukan di Muara Sungai Lukulo

    Diduga Korban Pembunuhan, Jasad Warga Desa Muktisari Ditemukan di Muara Sungai Lukulo

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.187
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Penemuan sesosok jasad berjenis kelamin laki-laki di muara Sungai Lukulo membuat geger warga Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Senin 18 November 2024 sekitar pukul 14.15 WIB. Korban yang diidentifikasi berinisial ST (64), warga Desa Muktisari, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan banyak luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Penemuan ini […]

  • Pria Meninggal

    Pria Meninggal Penuh Luka Bakar Gegerkan Warga Brecong

    • calendar_month Sab, 31 Jul 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.555
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen yang biasanya tenang, Jumat 30 Juli 2021 geger. Warga menemukan seorang pria tanpa identitas meninggal dunia dengan penuh luka bakar tergeletak di sebuah ladang pertanian di pinggir pantai. Ciri-ciri fisik pria itu memiliki tinggi badan sekitar 150 cm, berat badan 50 kilogram, warna kulit sawo matang, dengan […]

  • Tanam Mangrove

    Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Tanam 1,5 Juta Mangrove Lewat Gerakan Mageri Segoro

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.241
    • 0Komentar

    BREBES (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali menggiatkan gerakan Mageri Segoro dengan target penanaman 1,5 juta pohon mangrove di wilayah pesisir Jawa Tengah hingga Desember 2025. Aksi ini dimulai dengan penanaman serentak di Pantai Randusanga, Brebes, Kamis 5 Juni 2025, melibatkan lebih dari 2.000 peserta di 17 kabupaten/kota. Dalam aksi ini, sebanyak 200.000 […]

  • Alasan Siswa SMK di Kutowinangun Aniaya Adik Kelasnya Berawal dari Saling Follow Medsos dengan Pacar

    Alasan Siswa SMK di Kutowinangun Aniaya Adik Kelasnya Berawal dari Saling Follow Medsos dengan Pacar

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.274
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Polres Kebumen menetapkan seorang pelajar kelas 11 berinisial Anak (sebutan untuk pelaku tindak pidana di bawah umur) di sebuah SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun sebagai tersangka dalam kasus dugaan perundungan dan kekerasan anak. Kasus ini sebelumnya viral setelah rekaman video penganiayaan terhadap korban beredar luas di media sosial dan pesan berantai. Wakapolres […]

  • Wabup Arif Sugiyanto saat meninjau Pasar Pon Padureso. (Foto: Humas Kebumen)

    Poncowarno dan Padureso Diminta Pertahankan Zona Hijau Covid-19

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.299
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUpdate.com) – Wakil Bupati H Arif Sugiyanto SH meminta Kecamatan Poncowarno dan Padureso mempertahankan predikat zona hijau penyebaran Covid-19. Pasalnya, hingga saat ini kedua kecamatan tersebut belum ditemukan kasus positif Covid-19. Di Kecamatan Poncowarno, hanya tercatat 68 orang dalam pemantauan (ODP) dan satu pasien dalam pengawasan (PDP). Tetapi semuanya sudah selesai pemantauan dan sembuh. […]

expand_less