Mensos Tekankan Akurasi Data PBI BPJS dan Apresiasi Sekolah Rakyat di Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 14 Feb 2026
- visibility 496
- comment 0 komentar

Mensos RI Syaifullah Yusuf didampingi Bupati Lilis Nuryani menjelaskan kepada wartawan. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memberikan penjelasan terkait skema bantuan sosial nasional saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kebumen, Sabtu 14 Februari 2026.
Terkait permasalahan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, Gus Ipul menjelaskan bahwa alokasi nasional tahun ini telah menjangkau 96,8 juta jiwa.
Mensos menekankan bahwa sejak 2025, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola BPS sebagai acuan tunggal agar bantuan lebih presisi.
Fokus bantuan saat ini diarahkan pada masyarakat yang berada di kategori Desil 1 hingga Desil 5. Mengingat sifat data yang dinamis karena adanya kelahiran, kematian, maupun perubahan status ekonomi, Kemensos membuka ruang usulan baru dari kepala daerah setiap bulan.
“Bagi keluarga yang seharusnya berhak namun belum terdata atau mengalami error sistem, tersedia mekanisme reaktivasi agar hak kesehatan mereka tetap terjamin,” ujar Gus Ipul.
Apresiasi untuk Program Sekolah Rakyat
Selain bahasan BPJS, Gus Ipul secara khusus mengapresiasi keberhasilan program Sekolah Rakyat di Kebumen. Didampingi Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, ia menilai proses pembelajaran di sekolah tersebut telah berjalan sangat baik dan tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kebumen, Dinas Pendidikan, serta Kepala Sekolah Rakyat atas kinerjanya. Saat ini bahkan telah disiapkan lahan permanen di Kecamatan Buayan,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat (SRT 44) di Kebumen saat ini membina 100 siswa (50 siswa SD dan 50 siswa SMP) dengan dukungan penuh dari guru, wali asuh, dan wali asrama. Di sini, anak-anak tidak hanya belajar akademik, tetapi tinggal di asrama untuk pembentukan karakter dan keterampilan.
Menjangkau “The Invisible People”
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul sempat berdialog dengan Erni (14), seorang siswi yang sempat putus sekolah karena ditinggal kedua orang tuanya. Kisah Erni menjadi pengingat bagi para pendamping PKH yang hadir.
“Ini adalah the invisible people yang teman-teman harus dengar, lihat, dan catat. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, salah satunya lewat Sekolah Rakyat ini,” tegas Gus Ipul.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menambahkan bahwa dampak program ini sangat nyata. Anak-anak yang dulunya kurang beruntung kini tampil lebih percaya diri, bahkan mulai meraih prestasi di tingkat nasional.
“Hal ini membuat kami semakin yakin bahwa jika kita berikan kesempatan yang tepat, masa depan mereka pasti akan terbuka lebar,” kata Bupati Lilis.
Gus Ipul berharap model sekolah seperti ini dapat terus diperluas untuk memenuhi target Presiden dalam merangkul keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar