KKP Tindaklanjuti Rencana Pembangunan “Shrimp Estate” di Pesisir Selatan Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 19 Mei 2021
- visibility 2.033
- comment 0 komentar

Dirjen Kelautan KKP Slamet Subyakto didampingi Bupati Kebumen meninjau Kali Buntu. (Foto: Istimewa)
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendukung pembangunan shrimp estate dalam rangka memperbaiki infrastruktur, memperbaharui teknologi, dan meningkatkan produksi udang vaname di Kebumen.
“Skema shrimp estate ini sekaligus untuk menjamin keberlanjutan usaha dan ekosistem perikanan sebab sudah menggunakan analisis dan perencanaan bisnis yang matang,” kata Trenggono.
3. Tambah Udang Vaname di Kebumen Masih Semi Intensif

Dirjen Kelautan KKP Slamet Subyakto didampingi Bupati Kebumen meninjau Kali Buntu. (Foto: Istimewa)
Dia mengemukakan kebanyakan tambak udang vaname di Kebumen menggunakan teknologi semi intensif. Hasilnya per hektare hanya mampu memproduksi sekitar 10 ton udang vaname di setiap tahun. Sementara tambak intensif bisa menghasilkan sekitar 30 hingga 40 ton per hektare per tahun.
Padahal, lanjutnya, Kebumen didukung oleh posisi geografis yang sangat cocok untuk pengembangan budidaya vaname, yakni di garis pantai selatan yang air lautnya tidak tercemar dan lahan yang tersedia masih luas.
“Ditingkatkan teknologi (tambaknya) supaya ini bisa jadi model,” ujar Menteri Trenggono .
4. 300 Hektare Tanah Pemkab Bisa Dijadikan Kawasan Industri Perikanan Terpadu
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menambahkan, ada 300 hektare tanah milik Pemkab yang bisa dijadikan kawasan industri perikanan terpadu meliputi Kecamatan Puring, Petanahan dan Klirong.
“Dengan adanya kawasan industri perikanan ini tentunya akan menambah PAD kita, dan bisa menyerap tenaga kerja baru, serta bisa menumbuhkan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Bupati.
Sesuai arahan Menteri KP, Kebumen kata Arif, potensial untuk pengembangan tambak budidaya udang vaname melalui skema shrimp estate.
“Lahannya ada milik pemda dan shrimp estate ini bisa kita jadikan pilot project dengan melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Arif menyebut produktivitas tambak udang berkontribusi hingga Rp 400 juta per tahunnya terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Dengan shrimp estate ini diharapkan Kebumen bisa menjadi pelopor budi daya udang modern di Indonesia dengan hasil produksi yang melimpah dan berkualitas tinggi. (smn)








Saat ini belum ada komentar