Gubernur Luthfi Targetkan 4.000 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi Akhir 2025
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 22 Jul 2025
- visibility 1.051
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi swa foto bersama para undangan. (Foto: Humas Jateng)
Seluruh kepala daerah, termasuk gubernur, bupati/wali kota, hingga kepala desa dan lurah, telah diperintahkan oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk melakukan pengawasan terhadap koperasi. Fokus utamanya adalah legalitas, kesiapan infrastruktur, dan pengembangan produk unggulan lokal.
Setiap KDMP Wajib Miliki 7 Gerai Layanan
Dalam upaya memperluas manfaat koperasi, Pemprov Jateng mendorong setiap KDMP agar segera memiliki minimal tujuh gerai usaha, yaitu:
- Apotek dan Klinik Kesehatan
- Agen Pos Indonesia
- Unit Simpan Pinjam
- Sarana Pertanian dan Peternakan
- Gerai Bahan Pokok (termasuk beras & LPG)
- Pusat UMKM
- Gerai Lain Sesuai Potensi Lokal
Gerai tersebut dapat memanfaatkan bangunan yang sudah ada, seperti bekas sekolah, gudang desa, atau bangunan tak terpakai lainnya. Pemerintah juga memberikan pendampingan berkelanjutan selama 3–4 bulan hingga koperasi benar-benar mandiri.
“Kita dampingi terus, dari infrastruktur sampai operasional. Tidak bisa instan, tapi semua bergerak simultan,” jelas Luthfi.
Target Nasional: 11.000 Koperasi Siap Operasi Agustus 2025
Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran program menegaskan bahwa koperasi adalah fondasi gotong royong yang akan menjadi kekuatan baru ekonomi rakyat. Hingga saat ini, tercatat sudah 108 koperasi beroperasi aktif di seluruh Indonesia dan ditargetkan 11.000 koperasi siap berjalan pada bulan Agustus mendatang.
“Hari ini kita mulai sejarah besar. Koperasi bukan lagi lambang kelemahan, tapi alat untuk membangun kekuatan ekonomi rakyat,” tegas Prabowo. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar