Gubernur Ahmad Luthfi di Sekolah Antikorupsi: Tugas Kades Ngurusi Tukang Ngarit, Randa hingga Saluran Air
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 29 Apr 2025
- visibility 1.657
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan arahan kepada para kades. (Foto: Humas Jateng)
Dalam pembangunan, Ahmad Luthfi menekankan agar desa menginduk di masing-masing kecamatan. Lantaran Pemprov Jateng telah meluncurkan program Kecamatan Berdaya. Program yang berada di dalamnya sudah linier dengan program-program dari pusat, Pemprov dan Kabupaten.
“Contoh, Jateng merupakan lumbung pangan nasional. Lahan pertanian itu tersebar di desa. Maka desa harus mampu menganalisa dampaknya seperti infrastrukturnya, saluran airnya,” kata Luthfi yang memberikan paparan dengan berjalan di sekeliling 7.810 kades.
“Saluran air sing mbangun sinten?” tanya mantan Kapolda Jateng tersebut pada salah satu kades.
“Sing mbangun pemerintah desa, dana njaluk pemerintah,” jawab si Kades yang langsung disambut tawa peserta di sekelilingnya.
Finalisasi Kondisi Saluran Air Sekunder di Jateng
Ahmad Luthfi langsung memerintahkan Kepala Dinas PU Bina Marga, Hanung Triyono untuk melakukan finalisasi kondisi saluran air sekunder di Jateng guna mendukung program swasembada pangan pada 2026.
Untuk mendukung kinerja kades saat membangun wilayah, Ahmad Luthfi telah menginstruksikan mengefektifkan kembali tiga pilar pemerintahan desa. Meliputi kades/lurah, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).
“Kades harus didampingi dalam rangka ciptaan stabilitas desa. Pulang dari ini (Sekolah Antikorupsi), Tiga Pilar efektifkan kembali. Tidak boleh kades sedikit-sedikit pidana,” kata Ahmad Luthfi.







Saat ini belum ada komentar