Geoproduk Geopark Kebumen Dipamerkan di Trade Expo Indonesia
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 19 Okt 2023
- visibility 4.580
- comment 0 komentar

Stan pameran geoproduk Geopark Kebumen dan Disperindag KUKM di Trade Expo Indonesia. (Foto: Dok. Geopark Kebumen)
Bahkan Mutiara Rudraksha yang memamerkan kerajinan jenitri bakal menjalin kerja sama dengan buyer dari Kanada untuk pembelian skala besar. Kemudian PT Agrominafiber dengan produk home decor-nya juga bakal menjalin kerja sama dengan reseller dari Jakarta.
Sukma Bambu dengan produk kerajinan bambu berkesempatan menjalin kerja sama dengan reseller dari Bekasi. Sugeng Riyadi sang maestro lukis dari bahan pelepah pisang juga berkesempatan bekerja sama dengan salah satu rumah sakit di Jawa Timur untuk mengisi beberapa ruangan di rumah sakit dengan karya lukisannya.
“Walaupun belum terjadi kesepakatan secara tertulis, hasil ini cukup memberikan angin segar kepada pelaku UMKM. Setidaknya, untuk beberapa hari ke depan mereka akan lebih semangat untuk aktif menawarkan produk kepada pengunjung yang hadir,” ujar Sigit Tri Prabowo seraya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung UMKM untuk berpartisipasi di TIE 2023.
Jokowi: TEI 2023 Jadi Ajang Memperluas Pasar

Seniman S. Riyadi menjelaskan karyanya kepada pengunjung. (Foto: Dok. Geopark Kebumen)
Presiden Jokowi dalam sambutannya berharap agar TEI 2023 jadi ajang yang dapat memperluas dan meningkatkan pasar, sehingga pengusaha Indonesia, UMKM Indonesia dan Industri produk lokal Indonesia bisa semakin maju dan menjadi bagian penting dari rantai pasok global.
“Era globalisasi dan kompetisi yang semakin ketat kita tidak boleh lengah, kita tidak boleh hanya menjadi pasar, kita harus menjadi pelaku, harus menjadi produsen yang berdaya saing dan menguasai pasar,” kata Jokowi.
Baca Juga: Konsep Geopark Kebumen Diubah Lebih Luas Lagi, Mengapa?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Trade Expo Indonesia tahun lalu diikuti 1.097 peserta dan dikunjungi hampir 30.000 pengunjung, dengan total transaksi US$ 15 miliar dan targetnya 50% lebih tinggi daripada target US$ 10 miliar.
“Artinya target tahun ini harus diperbaiki. Di tahun ini pesertanya lebih besar dari tahun lalu yaitu 1.193 peserta. Diharapkan target ekspor tentu bukan tadi yang disampaikan US$ 11 miliar, tetapi target harus lebih tinggi dari tahun lalu yang US$ 15,8 miliar,” tandas Airlangga.







Saat ini belum ada komentar