Mengenal Bripka Lanjar Pamuji, Polisi Ahli Patah Tulang Asal Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 3 Mar 2020
- visibility 15.694
- comment 0 komentar

Bripka Lanjar sedang menangani pasien patah tulang. (Foto: Istimewa)
BRIPKA Lanjar Pamuji cukup dikenal oleh masyarakat Kebumen dan sekitarnya. Tidak hanya profesinya sebagai seorang anggota Polri, tetapi juga dikenal karena kemampuannya dalam memijat.
Bripka Lanjar dikenal sebagai ahli dalam hal pengobatan tulang, seperti patah tulang tangan, kaki, dislokasi pinggul, lutut serta pengobatan syaraf terjepit.
Ya, di luar jam dinas Bripka Lanjar Pamuji melayani para pasien di rumahnya Dukuh Watubarut, Desa Gemeksekti RT 02 RW 03 Kecamatan/Kabupaten Kebumen. Selain dari Kebumen, para pasien datang dari sejumlah daerah seperti Wonosobo, Banjarnegara, Brebes, Banyumas, Purworejo, Yogyakarta.
Bripka Lanjar Memiliki Kemampuan Memijat Sejak Delapan Tahun Silam

Bripka Lanjar sedang menangani pasien. (Foto: Istimewa)
Suami dari Riana Faridatun itu menuturkan bahwa dirinya memiliki kemampuan memijat sejak delapan tahun silam.
“Sejak itu saya memijat pasien almarhum bapak saya Sandiharjo di saat beliau masih ada. Jadi saya mendapat hidayah sebagai jembatan kesembuhan dari riwayat keturunan dari Almarhum Mbah Ali Mukasan, turun ke bapak saya Sandiharjo. Hingga sekarang saya yang menjalaninya secara otodidak melihat dalam pengobatan tersebut,” ujarnya.
Adapun metode yang digunakan yaitu memijat atau memposisikan tulang serta syaraf agar pulih dengan baik. Apabila patah tulang digunakan metode gips/daplok yang sudah dipadukan dengan metode medis. Selain itu juga disertai obat-obatan herbal untuk diminum.
Tidak Mengganggu Pekerjaan Utama Sebagai Anggota Polri
Adapun kesembuhan pasien tergantung pada masing-masing pasien, dikarenakan fisik seseorang masing-masing berbeda. Adapun apabila usia 3-17 tahun pastinya lebih cepat bisa 15 hari sampai sebulan. Seumuran 20 hingga 60 tahun lanjut bisa sampai 21 hari hingga 60 hari. Rata-rata pasien ditangani sampai 5-7 kali dengan jarak berobat seminggu sekali.
“Saya menangani pasien janjian lewat ponsel saat sedang tidak dinas. Sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama sebagai anggota kepolisian,” imbuh bapak dua anak Gesit Setia Djati dan Genang Sandiharjo Putra Djati tersebut.
Bertugas di Satlantas, Sering Menemui Kasus Kecelakaan di Jalan Raya
Berprofesi sebagai anggota Polri yang sehari-hari bertugas di Satlantas Polres Kebumen Pos Lantas Karanganyar Bripka Lanjar sering menemui kasus kecelakaan di jalan raya. Dia pun pernah langsung menangani serta melakukan pertolongan pertama supaya seseorang yang sakit patah tulang akibat kecelakaan.
“Namun saya harus bisa secara profesional bekerja, karena dalam bidang kecelakaan lalu lintas harus ditangani secara medis dikarenakan terkait Jasa Raharja atau BPJS yang ada dalam aturan kepolisian,” tandasnya.
Bangga Bisa Membantu Seseorang dan Sebagai Jembatan Kesembuhan
Atas kemampuan yang dimiliki, Bripka Lanjar mengaku bangga bisa membantu seseorang sebagai jembatan kesembuhan karena semua kesembuhan milik Allah SWT. Dia bangga sebagai anggota polisi yang bisa membantu sesama manusia yang sedang sakit karena patah tulang, dislokasi atau syaraf kejepit.
“Saya merasa bombong, senang dan selalu berdoa bersama-sama mendoakan mencapai kesembuhan,” ujarnya.
Bripka Lanjar mengaku ingin terus mengembangkan kemampuan yang diberikan Allah. Melalui kemampuan itu dia menjadi tambah saudara dari pasien-pasien serta orang yang mengenalnya.
“Saya bersyukur kepada Allah Swt atas anugerah yang diberikan kepada saya, semoga bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan,” katanya. (sm)












Saat ini belum ada komentar