Fakta Tentang Pratu Firdaus, Prajurit TNI AD Asal Gombong yang Gugur di Papua
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 8 Nov 2020
- visibility 40.467
- comment 0 komentar

Keluarga mengantar jenazah Pratu Firdaus ke pemakaman. (Foto: Wawan-KebumenUpdate)
Meskipun sama-sama bertugas di Papua, sang kakak mengaku jarang bertukar kabar melalui media seluler dikarenakan sinyal di tempat adik dan dirinya bertugas cukup sulit. Adiknya bertugas di Intan Jaya Papua sedangkan dirinya di Armada III Sorong Papua Barat.
“Jarang sekali telfon, karena sinyalnya susah di sana saya di Sorong sedangkan adik di Intan Jaya,” ujarnya.
Seminggu Terakhir Telepon Keluarga Setiap Hari

Isak tangis ibu dan saudara menyambut kedatangan jenazah Pratu Firdaus. (Foto: Wawan-KebumenUpdate)
Sang Ibu Rusmini merasa janggal lantaran anaknya selama seminggu terakhir selalu telepon keluarga. Padahal sebelumnya jarang menghubungi keluarga. Bahkan pernah dalam sehar bisa sampai tiga kali.
“Setiap telepon cuma bilang kalau di sana sudah enak, ayem, aman, ini lagi ngopi gitu,” ucap Rusmini.
Sampai kabar duka itu datang. Sang ayah pertama mendengar kabar duka itu dari Batalyon 401 bahwa anaknya telah meinggal dunia karna baku tembak.
“Saya tahu anak saya meninggal pertama kali ditelpon sama Batalyon 401 dan saya sangat terkejut jika anak saya telah meninggal dunia,’’ungkapnya.







Saat ini belum ada komentar