BMKG Kembali Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 24 Sep 2025
- visibility 610
- comment 0 komentar

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara menunjukkan peta bahaya tsunami di Kecamatan Petanahan. (Foto: istimewa)
PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – BMKG melalui Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara kembali menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) di Kabupaten Kebumen, Rabu 24 September 2025.
Acara yang mengusung tema “10 Tahun SLG: Membangun Budaya Sadar, Siaga dan Selamat dalam Menghadapi Gempa Bumi dan Tsunami” ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan dan dihadiri Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Hartanto, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara Hery Susanto Wibowo, serta Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah diadakan oleh Stasiun Geofisika Banjarnegara dua tahun lalu di Desa Tambakmulyo, Puring.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono menyambut baik kegiatan yang diinisiasi dan didanai oleh BMKG ini.
“Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat khususnya di pesisir selatan Kabupaten Kebumen mengenai potensi ancaman tsunami,” jelas Udy.
Sementara itu Kepala Balai Besar MKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan alasan dipilihnya Desa Karanggadung Petanahan sebagai lokasi.
“Pesisir selatan Kebumen, terutama wilayah ini, termasuk zona rawan tsunami,” ujar Hartanto.
Ia juga menyinggung potensi skenario terburuk, yaitu gempa berkekuatan 8,8 magnitudo dengan waktu evakuasi mandiri (golden time) kurang dari 30 menit.
“Waktu yang sangat pendek ini harus dimanfaatkan. Kami berharap peserta SLG tidak hanya bisa menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan orang di sekitarnya,” tambahnya.
Menurutnya, masyarakat harus menyadari bahwa jika beraktivitas di daerah rawan, mereka harus mampu mencapai titik aman dalam waktu maksimal 30 menit.
Adapun jarak aman evakuasi sementara dari pantai di Petanahan adalah sekitar 2 kilometer ke arah utara.
Dengan garis pantainya yang panjang, setidaknya ada 8 kecamatan dan 33 desa di Kebumen yang berpotensi mengalami tsunami. Oleh karena itu, penguatan mitigasi sangat diperlukan agar seluruh elemen masyarakat siap menghadapi bencana.
Materi Pelatihan dan Simulasi
Materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi potensi gempa bumi, kesiapsiagaan dan informasi, sharing session, termasuk simulasi.
Lebih dari itu, simulasi di atas meja (TTX) untuk melatih respons peserta dalam menghadapi skenario bencana juga dilaksanakan pada kegiatan ini.
Adapun peserta SLG terdiri dari berbagai unsur, di antaranya forkopimcam Petanahan, Destana Karanggadung, Puskesmas Petanahan, PMI Kebumen, Kepala SDN 1 dan SDN 2 Karanggadung, Kepala SMPN 1 Petanahan, Ketua RAPI Kebumen, dan Ketua Pengelola Wisata Pantai Pandan Kuning. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar