BEM Unimugo Hadiri Sekolah Wawasan Kebangsaan BEM PTMAI, Dorong Lahirnya Intelektual Profetik Berkemajuan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025
- visibility 460
- comment 0 komentar

Peserta Sekolah Wawasan Kebangsaan foto bersama. (Foto: Dok. BEM Unimugo)
JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) menggelar Sekolah Wawasan Kebangsaan (SWK) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Gedung BPMP Jakarta, pada 8 – 10 November 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh delegasi BEM PTMA se-Indonesia, termasuk tiga delegasi dari BEM Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo).
Mengusung tema “Membentuk Intelektual Profetik yang Berkemajuan untuk Indonesia Berdaulat”, agenda ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa sekaligus membangun karakter intelektual yang kritis dan berkemajuan sesuai dengan misi gerakan Muhammadiyah.
Mengkritisi Dinamika Kebangsaan Indonesia
SWK PTMAI hadir sebagai ruang pembelajaran mendalam mengenai kondisi aktual bangsa, mulai dari dinamika ekonomi, penegakan hukum, kesejahteraan masyarakat, hingga keprihatinan terhadap semakin buruknya kondisi ekosistem alam Indonesia.
Agenda ini diharapkan menjadi reboisasi semangat kebangsaan mahasiswa agar tetap peduli dan konsisten menyuarakan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.
Selain itu, berkumpulnya BEM PTMA se-Indonesia menjadi momentum strategis untuk bertukar informasi, mengkonsolidasikan isu daerah, dan membawanya ke tingkat nasional.

Pemateri Nasional Hadir Berikan Penguatan
Komitmen BEM PTMAI dalam mencetak intelektual profetik tercermin dari jajaran pemateri yang dihadirkan. Beberapa di antaranya adalah:
- Dr (HC) H Zulkifli Hasan SE MM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia
- Bivitri Susanti SH LLM – Pakar hukum tata negara (Hukum Tata Negara dan Konstitusi: Landasan Demokrasi Berkeadilan)
- Dr Graal Taliawo SSos MSi – Anggota DPD RI (Peran Fungsi Legislasi dan bagaimana cara membuat produk hukum undangundang yang benar sesuai dengan kepentingan masyarakat)
- Ir Agung Jaka Raharja – Praktisi industri dan pengamat ekonomi (Efektifitas Permasalahan Lingkungan, dan Pengelolaan Sumber daya alam dalam ruang lingkup kebangsaan : Ruang menuju solusi terhadap Lingkungan)
Dalam materinya Bivitri menyampaikan negara indonesia berdiri sebagai negara hukum, memiliki dasar hukum yang sudah ideal, namun sayangnya tidak dibarengi dengan penegakan hukum yang berkeadilan.
Dr Graal sebagai anggota muda DPD RI menitipkan pesan agar supaya para teman teman peserta SWK harus cerdas menjadi pemilih dalam sebuah kontestasi politik. Ia juga menegaskan bahwa menjadi anggota dewan tidak boleh dijadikan satu pekerjaan pokok.
Anggota parlemen harus memiliki fondasi ekonomi yang kuat sebelum terjun menjadi anggota dewan. Ia pun menjelaskan bahwa gagasan yang kongkret dan masif akan mengalahkan praktik money politic dalam sebuah kontestasi.
Pemateri dari Muhammadiyah juga turut hadir, di antaranya Kyai Cepu dan Riyan Betra Delza, Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) (Peran kader Muhammadiyah dalam membangun bangsa : Suatu quo vadis dalam memecahkan permasalahan bangsa).
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa SWK tidak hanya fokus pada penguatan intelektual, tetapi juga sifat profetik dan semangat berkemajuan, tiga pilar penting bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat.
Hasil Kajian Diterima DPD RI dan Kemenko PMK
Selama dua hari, para peserta menerima materi teori intensif. Memasuki hari ketiga, tiap zona peserta menyampaikan hasil kajian mereka kepada Ketua DPD RI. Naskah kajian BEM PTMAI diterima dengan baik, dan pihak DPD menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui kajian lanjutan sesuai bidang kewenangan masing-masing.
Tidak berhenti pada forum resmi, pada hari keempat BEM PTMAI juga menggelar penyampaian manifesto dan isu-isu daerah di halaman Kementerian Koordinator PMK serta di kawasan Monas sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara langsung kepada pemerintah dan masyarakat.
Hasil dari sekolah wawasan kebagsaan itu diharapkan bisa dirasakan oleh seluruh mahasiswa Unimugo, tentunya dengan satu program sosialisasi dan literasi berkaitan dengan kondisi aktual bangsa; mulai dari dinamika ekonomi, penegakan hukum, kesejahteraan masyarakat, hingga keprihatinan terhadap semakin buruknya kondisi ekosistem alam Indonesia.
Hal itu mendongkrak semangat BEM Unimugo untuk hadir dalam forum-forum kecil mahasiswa, menyalurkan ilmu dan sebagai pemantik diskusi kecil disetiap kelas. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar