Hari Jadi Ke-391 Kebumen, Lima Tokoh Terima “Legislative Award”
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 22 Agu 2020
- visibility 4.979
- comment 0 komentar

Para penerima Legislative Award foto bersama dengan Forkopimda. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah tokoh yang memiliki kontribusi di sejumlah bidang mendapatkan penghargaan “Legislative Award” dari DPRD Kebumen. Penganugerahan ini diberikan bersamaan momentum peringatan Hari Jadi Ke-391 Kabupaten Kebumen.
Ajang pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh itu digelar usai Rapat Paripurna DPRD Kebumen dengan agenda “Memperingati Hari Jadi Ke-391 Kabupaten Kebumen”, Jumat 21 Agustus 2020.
1. Dokter Reza, Aktor Penggerak Inklusi

Dokter Reza menerima Legislative Award. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Tim independen dari akademisi hingga NGO melakukan seleksi terhadap tokoh dari berbagai kategori. Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika mendapatkan award pada kategori Aktor Penggerak Inklusi. Founder Social Project Ascendia ini sangat fokus bergerak dalam pemberdayaan disabilitas dan komunitas inklusi.
Putra mantan Bupati Kebumen Ir Mohammad Yahya Fuad SE itu menyisihkan nominator lain seperti Eti Sumiati SPd, Kepala MI Ma’arif Kemangguan Alian bekerjasama dengan Unicef dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi. Kemudian Amin Masruri MPd Kepala MI Ma’arif Sidomulyo Ambal yang mengembangkan madrasah inklusi pertama di Kebumen.
Penghargaan kepada dokter Reza panggilan akrabnya, diserahkan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. Dengan memakai pakaian ada Kebumen, dokter Reza menerima penghargaan dengan didampingi oleh sang bunda Hj Lilis Nuryani.
2. Polapike, Aktor Penggerak Ekonomi Kreatif

Polapike menerima Legislative Award. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Sementara itu, Kategori Aktor Penggerak Ekonomi Kreatif diberikan kepada Polapike, kreator dalam usaha ekonomi kreatif memiliki produk unggulan kekhasan Kebumen di bidang digital.
Nominator pada kategori ini adalah Yuri Dulloh, pendiri Yuam Roasted Coffee yang memiliki produk kekhasan Kebumen. Reputasi bisnisnya diakui secara local maupun nasional.
Kemudian Cingire, sebuah komunitas creator dalam usaha ekonomi kreatif, memiliki prodak unggulan kekhasan Kebumen di bidang digital. Komunitas kreator film ngapak Kebumen ini memiliki hampir 1 juta pengikuti di chanel Youtube.
3. Ki Eko Suwaryo, Aktor Penggerak Budaya

Penghargaan untuk Ki Eko Suwaryo diwakili Miftakhul Ulum. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kategori Aktor Penggerak Budaya diberikan kepada dalang Ki Eko Suwaryo, budayawan yang terlibat dalam pelestarian seni dan budaya.
Tokoh lain yang menjadi nominator di kategori ini adalah Liem Kuswintoro. Mbah Liem pengusaha dan tokoh budayawan keturunan Tionghoa yang nasionalis, aktif menggiatkan wisata budaya.
Kemudian Mukhayan penggiat budaya Islam pada generasi milenial melalui tarian sufi dipadukan dengan alunan sholawat.
4. Novi Wahyuningsih, Aktor Perempuan Inspiratif

Novi Wahyuningsih menerima Legislative Award. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kategori Aktor Perempuan Inspiratif diberikan kepada Novi Wahyuningsih. Pengembang start up yang saat ini sedang hamil empat bulan itu telah berkarya dan banyak memberikan inspirasi bagi perempuan dan kaum muda utamanya di bidang teknologi informasi.
Nominator pada kategori ini adalah Ketua DPD Partai Golkar Kebumen Halimah Nurhayati. Halimah saat ini satu-satunya politikus perempuan yang menjadi ketua partai di Kabupaten Kebumen.
Sri Hadi Widiastuti, aktivis Aisyiyah Kebumen merupakan sosok yang sangat gigih dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.
5. Formasi, Penggerak Pemberdayaaan Kemiskinan

Presidium Formasi Yusuf Murtiono menerima Legislative Award. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kemudian Kategori Penggerak Pemberdayaaan Kemiskinan diberikan kepada Forum Masyarakat Sipil (Formasi). Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) ini secara konsisten terlibat dalam kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.
Kemudian K3D, aktif memberikan masukan-masukan dalam kebijakan pengentasan kemiskinan. P3M IAINU aktif dalam kegiatan riset kemiskinan dan pengabdian masyarakat miskin.









Saat ini belum ada komentar