Hari Jadi Ke-391 Kebumen, Lima Tokoh Terima “Legislative Award”
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 22 Agu 2020
- visibility 4.980
- comment 0 komentar

Para penerima Legislative Award foto bersama dengan Forkopimda. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Dalam sambutannya, dokter Reza menyampaikan bahwa kemiskinan merupakan pekerjaan rumah terbesar Kabupaten Kebumen. Kebumen memiliki lebih dari 13.000 disabilitas, peringkat ke-3 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jawa Tengah.
Lingkungan yang Bisa Merangkul Semua Orang

Dokter Reza menyampaikan sambutan usai menerima penghargaan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kebumen memiliki banyak kelompok masyarakat miskin yang rentan sehingga sering terabaikan, tidak dianggap, bahkan mereka harus berjuang dalam pemenuhan hak hak dasar mereka. Keberpihakan terhadap mereka masih jauh dari kata ideal.
“Saya mendirikan Ascendia tiga tahun yang lalu dengan tujuan untuk bisa membangun lingkungan yang bisa merangkul semua orang. Lingkungan di mana semua orang bisa merasa aman, nyaman, merasa dihargai, setara dan juga semartabat. Semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menjadi versi terbaik dari diri mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Dokter Reza Mardhika, Alumni Berprestasi FK UGM
Sebelumnya, Reza bersyukur kepada Allah yang memberikan kesempatan untuk dapat berdiri tegak sampai hari ini. Hampir 25 tahun hidup, dia tidak pernah mengenal kampung halaman secara mendalam. Hingga sang Ayah yang menjabat sebagai Bupati Kebumen memberikan kesempatan untuk melihat lebih dekat tentang Kabupaten Kebumen.
“Semangat dan dedikasi beliau menginspirasi dan menguatkan saya untuk terus bergerak memberikan kontribusi untuk membangun kampung halaman saya menjadi tempat yang lebih baik,” ujar dokter Reza yang mendedikasikan penghargaan itu kepada seluruh pejuang inklusi dan kemanusiaan di Kebumen.
Hari Jadi Kebumen Momentum Angkat Ikon Daerah
Ketua Tim Seleksi Legislative Award, Dr Imam Satibi menyampaikan bahwa Hari Jadi Kebumen merupakan momentum daerah yang sangat strategis untuk mengangkat ikon-ikon daerah yang potensial, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.
“Kebanggaan sebagai warga Kebumen harus dibangun melalui ukiran-ukiran prestasi, kinerja baik dari masyarakat, maupun kinerja lembaga perwakilan rakyat daerah atau DPRD,” kata Rektor IAINU Kebumen tersebut. (ndo)









Saat ini belum ada komentar