Belajar dari Penanganan Wabah Pada Masa Pemerintahan Hindia – Belanda

  • Whatsapp
Pandemi Covid
Sosialisasi door to door terkait covid-19. (Foto: Istimewa)

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Mahasiwa KKN Mandiri Tim 1 Universitas Diponegoro (Undip) 2020/2021 bimbingan Dr rer nat Thomas Triadi Putranto ST MEng melakukan rangkaian program kegiatan KKN dengan mengusung tema Covid-19 yang disesuaikan dengan Program Studi Sejarah. Maka dibuatlah program kegiatan dengan nama “Jas Merah: Pewabah”.

Program kegiatan ini dilaksanakan mulai 12, 14, 15, dan 18 Januari 2021 dengan sistem door to door ke rumah-rumah warga yang ada di lingkup Desa Kemukus RT 03/RW III, Kecamatan Gombong, Kebumen. Selain itu juga dilakukan secara daring yang ditujukan kepada siswa/i SMP Negeri 3 Gombong melalui platform Google Classroom pada 22-23 Januari 2021.

Berita Lainnya

Penanganan Wabah di Masa Kolonial Belanda

Dalam pelaksanaan program kegiatan “Jas Merah: Pewabah,” dijelaskan mengenai beberapa wabah penyakit yang pernah terjadi di Indonesia, khususnya pada masa Pemerintahan Hindia-Belanda. Kemudian bagaimana upaya pemerintah kolonial menangani wabah tersebut khususnya sebelum vaksin ditemukan.

Karantina Ordonnantie merupakan aturan karantina yang diberlakukan oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada masa itu untuk mencegah penyebaran penyakit yang mudah menular seperti kolera, pes, dan influenza. Kemudian, dilakukan juga propaganda dan sosialisasi hidup sehat kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran wabah penyakit pada masa itu.

Kesadaran Patuhi Prokes Masih Rendah

Program kegiatan ini dibentuk atas dasar pengamatan mahasiswa yang menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker jika keluar rumah atau sedang sakit, rajin mencuci tangan, social distancing, karantina mandiri bagi warga yang baru datang dari luar kota, dan menghindari terjadinya kerumunan.

Di sekitar wilayah RT 03 RW 03 banyak dijumpai masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Adanya relevansi antara cara penanganan wabah pada masa Pemerintahan Hindia-Belanda dengan cara penanganan Covid-19 pada masa kini seperti karantina dan sosialisasi hidup sehat.

Pelaksanaan program kegiatan ini dimulai dengan menyusun materi sosialisasi berdasarkan hasil analisis permasalahan dan sumber-sumber yang sudah dikumpulkan sebelumnya dan dilanjutkan dengan membuat media sosialisasi yang mudah dibawa saat pelaksanaan sosialisasi.

Pembagian Masker dan Stiker 3M

Selain melakukan kegiatan sosialisasi program kegiatan “Jas Merah: Pewabah,” secara langsung dan daring, kegiatan KKN ini juga diselingi dengan pembagian masker dan stiker 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) kepada warga sekitar setelah kegiatan sosialisasi selesai dilaksanankan. Selain itu dilakukan praktik cuci tangan yang baik dan benar bersama dengan anak-anak sekitar.

Tujuan dilaksanakannya program ini yakni sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku pada masa pandemi Covid -19.

Masyarakat cukup antusias dalam menerima informasi dari materi yang disampaikan dan mereka berharap semoga pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

Peran Serta Seluruh Masyarakat

Tentunya untuk mewujudkan harapan itu, perlu peran serta seluruh masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, seperti yang dituliskan Priyanto Wibowo dalam bukunya yang berjudul Yang Telupakan Sejarah Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda (2009).

“Penanganan influenza harus melibatkan semua sektor, tidak hanya kesehatan; bahwa ego individu dan kepentingan kelompok harus dikesampingkan apabila ingin merespon pandemi influenza dengan cepat agar dapat menyelamatkan sebanyak mungkin manusia.”

Ungkapan tersebut kiranya masih sangat relevan untuk dipakai di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Percepatan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan tenaga kesehatan saja. Akan tetapi semua pihak berperan penting dalam upaya tersebut. Salah satunya yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku selama masa pandemi.

(Rochmah Zeta P, Mahasiswa FIB/Sejarah UNDIP Semarang (NIM: 13030117120009)

Berita Terkait