Aksi Tolak Pemagaran Berakhir Ricuh, 16 Petani Terluka
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 11 Sep 2019
- visibility 16.062
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menemui para petani Urut Sewu. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Advokat Sesalkan Kejadian
Setelah mendapatkan penjelasan dari Bupati, ratusan warga akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Usai dari kantor bupati warga masih berkumpul di Pendopo Kantor Kecamatan Buluspesantren dan korban divisum di Puskesmas Buluspesantren. Jumlah korban kekerasan tersebut mencapai 16 orang.
Advokat Dr Teguh Purnomo yang mendampingi ratusan warga Urut Sewu menyayangkan kejadian kekerasan tersebut. Menurut dia, akar masalahnya adalah konflik tanah yg diabaikan penyelesaiannya oleh pemerintah. “Seharusnya TNI tidak main hakim sendiri memagar tanah rakyat dan melakukan kekerasan seperti itu,” ujar Teguh Purnomo.
Baca Juga: Ratusan Petani Setrojenar Gelar Doa Bersama, Ada Apa?
Teguh berharap kejadian tahun 2011 tidak terulang lagi di mana rakyat dikriminalkan oleh TNI sehingga ada beberapa yang masuk penjara. “Kejadian hari ini jelas, bahwa ada oknum TNI yang main hakim sendiri dengan memukuli 16 warga masyarakat, sehingga mereka harus diproses secara pidana,” ujarnya.
Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang dalam konfirmasinya kepada wartawan mempertanyakan video yang beredar karena hanya sepotong. Seharusnya, dari awal sampai akhir kejadiannya sehingga kelihatan rangkaiannya yang menjadi sebab sehingga ada akibat.
“Semua saya pikir pasti ada sebab sehingga ada akibat. Tidak ada yang menginginkan terjadi hal yang merugikan masyarakat maupun negara,” ujarnya. (ndo)








Saat ini belum ada komentar