Ahmad Luthfi Dorong Pengembangan Pelabuhan Terintegrasi di Jateng
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 2 Jul 2025
- visibility 1.131
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi berbincang menemui Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya pengembangan pelabuhan terintegrasi dengan kawasan industri guna memperkuat konektivitas logistik dan menarik minat investasi. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, di Semarang, Selasa, 1 Juli 2025.
Menurut Luthfi, peningkatan investasi di Jateng harus diimbangi dengan infrastruktur logistik yang memadai. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang agar mampu menampung kapal kargo besar dan mempercepat arus keluar masuk barang.
“Kita dorong pelabuhan terintegrasi, yang bisa terhubung langsung dengan kawasan industri agar logistik lebih efisien dan biaya distribusi lebih murah,” ujar Luthfi.
Konsep Dry Port untuk Atasi Beban Wilayah Pesisir
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan konsep dry port atau pelabuhan kering tengah dikembangkan di daratan, khususnya di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK). Dry port ini akan terhubung dengan pelabuhan melalui jalur kereta, sehingga barang logistik dari daratan bisa langsung diangkut ke pelabuhan tanpa menumpuk di wilayah pesisir.
“Dengan dry port, beban pesisir utara yang mengalami penurunan muka tanah bisa dikurangi,” kata Sujarwanto.
Direktur Eksekutif KIK, Juliani Kusumaningrum, menambahkan saat ini sudah ada 30 perusahaan aktif di KIK dengan volume logistik sekitar 400 ribu TEUs per tahun. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring ekspansi industri.
Singapura Dukung Penguatan Konektivitas Jateng
Dubes Singapura Kwok Fook Seng menyambut positif rencana pengembangan pelabuhan terintegrasi dan dry port di Jawa Tengah. Ia menyarankan agar integrasi pelabuhan tidak hanya difokuskan di Kendal dan Batang, namun juga diperluas ke seluruh wilayah Pantura yang kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.
“Kemitraan kami dengan Jawa Tengah sangat kuat. Kami siap bantu kembangkan konektivitas dan akan undang delegasi Jateng ke Singapura untuk bertemu calon investor,” ungkap Kwok Fook Seng.






