51 Desa di Kebumen Terdampak Banjir, Kebutuhan Pengungsi Harus Disiapkan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 16 Mar 2022
- visibility 1.082
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto meninjau lokasi pengungsian di Balai Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 51 desa yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Kebumen terdampak banjir, Selasa 15 Maret 2022. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen 18 kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Ayah, Rowokele, Buayan, Kuwarasan, Gombong, Adimulyo, Karanganyar, Puring, Klirong, Alian, Pejagoan, Kebumen, Sruweng, Petanahan, Prembun, Kutowinangun, Ambal dan Mirit.
Kecamatan Ayah menjadi wilayah yang paling parah di Kebumen, kemudian Rowokele, Adimulyo, dan Prembun. Di Desa Kedungweru Kecamatan Ayah setidaknya terdapat 1.292 pengungsi. Mereka diungsingkan karena rumahnya terendam air setinggi satu meter.
Baca Juga: Respon Banjir di Kebumen, PMI Dirikan Dapur Umum
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH bersama jajaran Forkompinda, Ketua Tim Penggerak PKK Iin Windarti Sugiyarto serta pimpinan OPD langsung mengunjungi lokasi pengungsian banjir di Balai Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah. Kunjungan itu untuk mengecek langsung kondisi penanganan banjir di lokasi pengungsian.
“Kami ingin memastikan penanganan kebencanaan banjir ini tertangani dengan cepat. Alhamdulillah, semua warga yang terdampak sudah dievakuasi di tempat pengungsian. Ada beberapa kecamatan yang terdampak parah seperti Ayah, Rowokele dan Prembun,” kata Arif Sugiyanto.
Kebutuhan Pengungsi
Adapun kebutuhan untuk para pengungsi sudah disiapkan mulai dari obat-obatan, makanan dan juga peralatan kebersihan. Semua unsur pemerintah juga dilibatkan dalam penanganan ini, baik itu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, PMI, TNI dan Polri, serta para sukarelawan kemanusian yang juga terlibat.
Bupati bersyukur tidak ada korban jiwa dalam banjir ini. Hanya kerugian material. Banyak barang-barang milik warga yang tidak bisa dipakai karena banjir. Kemudian hewan ternak, dan hasil pertanian seperti padi dan tanaman sayuran lainnya.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah Kebumen
Untuk padi yang sudah panen dan masih ada di sawah bupati meminta untuk diselamatkan di RMU atau tempat pengilingan dan pengeringan padi modern di Kutowinangun. Pihaknya juga sudah meminta RMU untuk memfasilitasi semua petani padi yang terkena dampak banjir agar hasil panennya bisa diselamatkan dengan dikeringkan.
“Nanti Disperindag akan mendata para petani yang padinya basah karena banjir baik yang sudah panen atau yang masih di sawah agar bisa diselamatkan di RMU untuk dikeringkan. Pihak RMU juga sudah kami hubungi mereka siap memfasilitasi bahkan bisa dijual di situ,” terangnya.







Saat ini belum ada komentar