Miliki Vokal Emas, Ini Kisah Izza: Mahasiswi yang jadi Trainer Public Speaking di Usia Muda
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 23 Sep 2025
- visibility 2.856
- comment 0 komentar

Izza saat menjadi MC dalam acara HMI Kebumen di Teman Hati Coffe. (Foto: istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di era serba digital ini, tak banyak mahasiswa yang berani keluar dari zona nyaman untuk mengasah kemampuan di bidang lain.
Namun, bagi Ngizzatul Afriyani, atau akrab disapa Izza, menjadi mahasiswa tak hanya tentang nilai di kampus, tetapi juga tentang keberanian membangun mimpi.
Mahasiswi Semester 5 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, IAINU Kebumen ini, telah membuktikan bahwa bakat dan kerja keras bisa membawanya menjadi seorang Master of Ceremony (MC), bahkan menjadi instruktur public speaking di usia 19 tahun.
Izza mengaku ketertarikannya pada dunia public speaking sudah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Berawal dari hobi mencoba hal baru, ia tak pernah menolak tawaran untuk tampil di depan umum.
“Sejak TK sudah terbiasa menyanyi, menari, dan ikut berbagai lomba,” kenang Izza, Selasa 23 September 2025.
Keberanian itu terus terasah saat ia mengenyam pendidikan di MTs Negeri 1 Kebumen dan SMK Ma’arif 1 Kebumen, di mana ia sering didapuk menjadi MC untuk berbagai acara sekolah.
Aktif berorganisasi, termasuk menjadi ketua PK IPPNU, semakin membentuk karakternya sebagai komunikator yang andal.
“Dari situlah saya mulai menikmati dan tertarik untuk berproses lebih dalam di dunia public speaking terutama MC,” ujar Izza.
Kini, Izza bukan lagi sekadar MC acara sekolah. Ia telah berhasil memandu berbagai acara eksternal, termasuk DITAMPART Road Trip #6 di Kebumen dan yang terbaru yakni seremoni HUT PMI dengan dihadiri Bupati Kebumen.
Modal Utama: Keberanian dan Ciri Khas Vokal
Salah satu hal yang membuat Izza semakin yakin pada jalannya adalah masukan dari orang-orang sekitarnya.
“Hampir semua orang bilang vokal suara saya enak didengar dengan warna suara yang khas,” ungkapnya.
Izza percaya anugerah ini harus diasah agar bisa bermanfaat bagi banyak orang. Visi hidupnya pun selaras, yaitu menjadi pribadi yang selalu bisa menebar kebermanfaatan.
Ia sangat menyukai bagian ketika bisa membuat sebuah acara menjadi lebih hidup dan sukses. Tak hanya itu, ia juga senang bisa berbagi ilmu sebagai narasumber dan instruktur public speaking bagi audiens dari berbagai kalangan, termasuk yang usianya jauh di atasnya.
Mengatasi Tantangan dengan Ketenangan
Tantangan terbesar yang pernah ia hadapi adalah saat diminta menjadi MC secara mendadak, hanya dua jam sebelum acara dimulai. Namun, dengan sigap ia langsung meminta salinan rundown, menanyakan detail penting, dan membuat cue card kecil sebagai panduan.
“Kuncinya adalah tetap tenang, senyum, dan percaya diri agar audiens tidak menangkap kepanikan kita,” pesannya.
Sebagai seorang mahasiswi, Izza punya cara jitu membagi waktu. Ia menempatkan kewajiban akademik sebagai prioritas utama, sementara passion sebagai MC menjadi ruang pengembangan diri di sela-sela waktu luang. Kombinasi antara teori di kampus dan praktik langsung di lapangan membuat kemampuannya berkembang pesat.
Izza berpesan kepada teman-teman yang tertarik dengan dunia public speaking untuk terus berani melangkah. Menurutnya, public speaking adalah proses belajar sambil melakukan (learning by doing).
Itu artinya, jangan hanya terpaku pada teori, karena semakin sering dilatih, kemampuan akan semakin terasah. Ia menyarankan untuk memulai dari kesempatan kecil, menikmati setiap prosesnya, dan terus mengasah kepercayaan diri. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar