Overthinking: Musuh Dalam Selimut yang Bikin Anak Muda Susah Tidur
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 10 Mei 2025
- visibility 412
- comment 0 komentar

Image by Yanyong from Getty Images Pro
PERNAH rebahan di kasur, tapi otakmu malah sibuk memutar ulang kejadian seharian? Atau kamu memikirkan semua kemungkinan terburuk dari satu keputusan kecil? Kalau ya, kamu mungkin sedang berhadapan dengan overthinking—kebiasaan berpikir berlebihan yang bisa melelahkan mental dan fisik.
Overthinking bukan cuma “kebanyakan mikir.” Ini adalah proses berulang di mana otak terus memutar skenario, menganalisis sesuatu secara berlebihan, bahkan terhadap hal-hal yang belum tentu terjadi. Bagi banyak anak muda saat ini, overthinking muncul karena tekanan sosial, pilihan hidup, pekerjaan, dan ekspektasi yang tak henti-henti.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Genjem pafigenjem.org menjelaskan dalam jurnal Psychological Bulletin (2008), disebutkan bahwa overthinking berkaitan erat dengan kecemasan dan depresi. Mereka yang sering mengalami overthinking cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan kualitas tidur yang buruk.
Gejala overthinking bisa meliputi:
- Sulit tidur karena pikiran terus berjalan.
- Merasa cemas tanpa sebab yang jelas.
- Sering merasa bersalah atas keputusan kecil.
- Mengulang-ulang percakapan atau tindakan masa lalu dalam kepala.
Anak muda zaman sekarang juga lebih rentan karena hidup di era digital yang serba cepat dan penuh perbandingan. Media sosial menciptakan ilusi bahwa semua orang hidupnya mulus, padahal kita sendiri penuh keraguan. Ini memperkuat overthinking yang sudah ada.
Perlu diketahui bahwa overthinking juga memiliki konsekuensi tragis, meskipun mungkin nggak langsung kelihatan “fatal” di awalnya.
1. Kesehatan Mental yang Terus Memburuk: Overthinking kronis itu bisa jadi bibit penyakit mental kayak depresi dan gangguan kecemasan. Kalau udah parah, orang bisa kehilangan harapan, menarik diri dari lingkungan, bahkan sampai punya pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Ini kan fatal banget dampaknya buat kualitas hidup, bahkan bisa mengancam nyawa.
2. “Analysis Paralysis” yang Bikin Gagal Bertindak: Terlalu banyak mikir dan mempertimbangkan segala kemungkinan, ujung-ujungnya malah nggak berani ngambil keputusan atau bertindak. Dalam situasi krusial, kayak masalah kesehatan yang butuh penanganan cepat atau peluang bagus yang harus segera diambil, kelamaan mikir bisa berakibat fatal karena kesempatan hilang atau kondisi makin parah.
3. Stres Kronis yang Merusak Fisik: Pikiran yang terus berkecamuk bikin tubuh terus-terusan tegang. Stres kronis ini lama-lama bisa ngerusak sistem kekebalan tubuh, memicu penyakit jantung, masalah pencernaan, tekanan darah tinggi, dan banyak penyakit fisik lainnya. Kalau udah begini, dampaknya jelas fatal buat kesehatan jangka panjang.
4. Hubungan Sosial yang Hancur: Terlalu banyak mikir omongan orang, curigaan yang nggak berdasar, atau ketakutan berlebihan dalam berinteraksi bisa bikin hubungan sama teman, pacar, atau keluarga jadi renggang bahkan putus. Kehilangan support system yang kuat juga bisa berdampak buruk banget buat kesehatan mental dan rasa bahagia dalam hidup.
5. Kecelakaan Akibat Kurang Fokus: Kalau pikiran lagi penuh sama overthinking, kita jadi susah fokus sama apa yang lagi dikerjain. Misalnya, lagi nyetir sambil mikirin masalah yang nggak selesai-selesai, konsentrasi bisa buyar dan risiko kecelakaan meningkat. Ini jelas bisa berakibat fatal.
Cara menghadapinya? Pertama, sadari bahwa tidak semua hal perlu dianalisis. Belajar melepaskan adalah kunci. Menulis jurnal, meditasi, dan membatasi screen time bisa membantu.
Kalau sudah terlalu sering dan membuatmu kelelahan, jangan ragu mencari bantuan profesional. Kadang, suara yang kamu butuhkan bukan dari dalam kepala, tapi dari seseorang yang bisa mendengar tanpa menghakimi.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif. Jika kamu merasa overthinking mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup, sebaiknya konsultasikan ke psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental.








Saat ini belum ada komentar