Kafein, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 21 Mei 2024
- visibility 10.289
- comment 0 komentar

Kafein via Canva.com
Selain manfaat yang sudah disebutkan di atas, peneliti telah menemukan bahwa dengan mengonsumsi kafein seumur hidup mungkin kemungkinan terkena penyakit parkinson akan berkurang. Kafein juga dapat menjaga dari diabetes melitus tipe 2 (DM II), batu ginjal, penyakit kardiovaskular, stroke, bahkan kanker.
Dampak Negatif Kafein Bagi Kesehatan
Meskipun kafein memiliki banyak manfaat untuk tubuh, ternyata konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif untuk tubuh juga, loh.
- Dispepsia
Kafein yang berlebihan dapat meningkatkan jumlah asam lambung yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut. Hal ini dapat menyebabkan iritasi saluran cerna dan diare yang dapat meningkatkan risiko GERD (gastroesophageal reflux disease)
- Gangguan kecemasan
Jika 200 sampai 250 mg kafein per hari dapat meningkatkan suasana hati, konsumsi kafein yang lebih banyak (600 mg) dapat menyebabkan peningkatan ketegangan atau kecemasan (Roache dan Griffiths, 1987). Kafein dapat menghalangi efek adenosin, zat kimia pada otak yang menyebabkan kelelahan pada tubuh. Kafein yang terlalu banyak, dapat menyebabkan kegelisahan.
- Kualitas tidur memburuk
Mengonsumsi kafein tiga bahkan enam jam sebelum tidur dapat mengganggu jam tidur secara signifikan. Dengan mengonsumsi kafein 6 jam sebelum tidur dapat menurangi waktu tidur selama lebih dari 1 jam.
- Gangguan pada kehamilan
Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi kafein leih dari 300mg per hari atau setara dengan tiga cangkir kopi dapat menyebabkan hilangnya kehamilan, pertumbuhan janin tertunda, dan irama jantung janin yang tidak normal. National Institute of Health (NIH) juga menyebutkan bahawa konsumsi kafein pada minggu-minggu sebelum kehamilan juga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya keguguran.
- Gangguan kesuburan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat membuat aktivitas otot di saluran tuba fallopi, yang membawa sel telur dari ovarium ke rahim, berkurang. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan peluang seorang wanita untuk hamil berkurang sekitar 27 persen.







Saat ini belum ada komentar