Wisatawan Kebumen Tembus 3,88 Juta, Pengembangan Geopark Dapat Apresiasi DetikJateng-Jogja Awards 2026
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 44 menit yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima penghargaan Detikjateng-Jogja Awards 2026. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
BATANG (KebumenUpdate.com) – Pengembangan Geopark Kebumen yang saat ini berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp) memperoleh apresiasi dalam DetikJateng-Jogja Awards 2026. Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menerima Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Pengembangan Wisata Geopark dan Kearifan Lokal di KEK Industropolis Batang, Jumat, 23 Oktober 2026.
Penghargaan ini mengapresiasi tokoh-tokoh yang berkontribusi terhadap pembangunan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, mulai dari kepala daerah, pemangku kepentingan, hingga pelaku usaha. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”.
Selain memberikan penghargaan, kegiatan ini menghadirkan Forum Investasi Jawa Tengah untuk mempertemukan pemerintah, investor, dan pelaku industri sekaligus membuka informasi mengenai peluang penanaman modal di wilayah tersebut.
Pemimpin Redaksi detikcom, Ardhi Suryadhi, mengatakan, investasi dan industri memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Forum investasi diharapkan dapat mendorong realisasi penanaman modal di sektor riil sehingga manfaatnya turut dirasakan masyarakat.
“Jawa Tengah memiliki modal yang sangat besar, apalagi Gubernur Ahmad Luthfi juga terbilang aktif untuk mendorong investasi, mulai dari energi terbarukan, pariwisata, dan yang lainnya. Sampai triwulan III 2026, investasi sudah mencapai Rp 72,54 triliun,” kata Ardhi.
Geopark Sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Kebumen, sekaligus motivasi untuk mengembangkan Geopark Kebumen sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis kekayaan alam, sejarah, dan kearifan local.
Kunjungan wisatawan ke Kebumen mencapai 3,88 juta orang sepanjang 2025. Jumlah itu meningkat 30,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini membuka peluang agar pengembangan Geopark Kebumen tidak berhenti pada promosi wisata, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Peningkatan kunjungan wisata membuka pasar bagi pengelola destinasi, penginapan, kuliner, pemandu wisata, hingga perajin produk lokal. Peluang tersebut berpotensi semakin besar dengan sejumlah kegiatan berskala internasional yang akan digelar di Kebumen, termasuk konferensi geosains yang dijadwalkan melibatkan peserta dari 60 negara pada Januari 2027.
Hingga Agustus 2026, sektor pariwisata Kebumen mencatat pendapatan realisasi retribusi pariwisata mencapai Rp1,99 miliar dari target tahunan Rp9,02 miliar. Menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi sektor wisata yang masih berpotensi dikembangkan.
“Tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan kunjungan wisatawan, sehingga menghasilkan pendapatan dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar, tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan,” tandasnya. ***
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar