H Yulianto SE Berdayakan Masyarakat Melalui Program 1 Juta Ayam, Begini Realisasinya
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 3 Apr 2023
- visibility 3.248
- comment 0 komentar

H Yulianto SE foto bersama kelompok usai menyerahkan indukan ayam. (Foto: Padmo)
“Faktanya kita sudah berkembang. Dalam waktu tiga minggu aja sudah 1.320 ekor. Sebulan yang akan datang kita sudah memiliki mesin DOC sendiri,” ujarnya.
Terus akan kami dampingi sampai mereka dinyatakan sudah pantas untuk mandiri. Jika tidak dilakukan pedampingan, program ini akan hanya sekadar program. Para peternak yang bergabung belum ada yang memiliki pengalaman memelihara ayam.
Kelebihan Ayam Kampung Unggul Balitbang

H Yulianto SE foto bersama kelompok usai menyerahkan indukan ayam. (Foto: Padmo)
Belum lagi, Ambal sejak zaman belanda sudah terkenal dengan sate ayamnya bukan sate sapi. Ambal hebat karena sate ayam kampung. Tetapi sekarang tidak murni kampung.
“Mudah-mudahan dengan suplai ayam yang cukup akan mengembalikan sate ayam dengan ciri khas ayam kampung,” tandasnya.
Agus Riyanto (42), salah satu peternak menyebutkan bahwa ayam yang dibudidayakan melalui program 1 juta ayam tersebut merupakan Ayam Kampung Unggul Balitbang (Ayam KUB). Melihat warna bulu yang beragam, ayam KUB mirip seperti ayam kampung biasa.
Baca Juga: Peternakan Ayam Model Close House Makin Berkembang
Adapun ayam KUB merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik. Asal usul ayam KUB dimulai dari program penelitian yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian RI.
Ayam KUB memiliki kelebihan antara lain tidak mengeram, produksi telur lebih tinggi, dan daya tahan tubuh lebih bagus dan pertumbuhan lebih cepat daripada ayam kampung biasa. Rasa daging ayam KUB gurih, sebagaimana ayam kampung pada umumnya.
“Harga panen untuk pedaging perkilogram. Saat ini harga di kisaran Rp 35.000/kg,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar