8 Kunci Sukses Berbisnis Ala Owner Muncul Group Sugeng Budiawan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 7 Apr 2022
- visibility 8.815
- comment 0 komentar

Owner Muncul Group Sugeng Budiawan memberikan motivasi bisnis. (Foto: Padmo)
3. Ulet dan Pantang Menyerah
Berbisnis bukan sebuah proses yang instan. Seseorang yang memulai bisnis tidak akan langsung sukses. Pasti akan mengalami jatuh dan akan bangun lagi untuk terus mencapai tujuan.
“Seseorang yang menggeluti usaha harus memiliki mental ulet dan pantang menyerah. Tanpa daya juang yang kuat, akan sulit seseorang mencapai sukses,” imbuh pria yang sudah menggeluti usaha sejak usia 15 tahun.
Sebagai ilustrasi, seorang pentinju yang dipukul jatuh akan kembali bangkit. Jika saat jatuh dan tidak berdiri maka kesempatan menjadi juara akan hilang. Begitu juga dalam bisnis, jika terjauh sekali tidak bangkit artinya sudah menyerah.
Sugeng mengisahkan kisah pribadinya saat memulai berwirausaha dari nol. Tiap pagi harus bangun pukul 04.00 untuk belanja berbagai barang ke Yogyakarta. Dia naik kereta api dari Stasiun Karanganyar ke Yogyakarta. Dari pasar ke stasiun dia menyewa 3-4 becak yang membawa dagangan untuk dibawa ke Kebumen.
4. Berkomunikasi

Mahasiswa foto bersama dengan Owner Muncul Group. (Foto: Padmo)
Seseorang yang menjalani usaha kudu bisa berkomunikasi dengan baik. Tidak perlu membatasi dalam pertemanan mulai dari kalangan pejabat sampai dengan masyarakat biasa.
“Perbanyak jalinan pertemanan, karena setiap orang bisa membawa rejeki buat kita,” ujarnya.
5. Cerdas-Berpikir-Action
Pintar saja belum mememuhi syarat sebagai seorang wirusaha. Tetapi butuh sebuah kecerdasan, pertimbangan pemikiran matang lalu keberanian untuk mengambil sebuah keputusan.
Jika hanya berhenti pada pertimbangan pikiran, seseorang akan kesulitan mengambil sebuah keputusan. Pada akhirnya takut memulai karena terlalu banyak pertimbangan.
“Menjadi pengusaha harus berani berspekulasi dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Jika asal berspekulasi bukanya untung malah rugi yang didapat,” ujarnya.
6. Menjaga Kepercayaan
Seseorang yang memulai usaha akan membangun kepercayaan. Jika kepercayaan telah diberikan, menjadi harga mati yang harus dijaga.
“Misalnya jika kita diberi hutang dengan waktu sebulan maka harus ditepati,” katanya.
Saat sudah mendapatkan kepercayaan, banyak perusahaan yang menitipkan barang untuk dijual. Sedangkan pembayarannya baru dilakukan setelah barang tersebut terjual.
“Jika sekali saja sudah tidak bisa dipercaya, seseorang sulit untuk mengembalikan kepercayaan dari orang lain,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar